Di masa berkembangnya teknologi, dunia pendidikan mengalami perubahan dalam proses belajar. Dari metode mencatat dengan kertas, beralih menggunakan gawai seperti iPad.
Perubahan ini dipicu oleh keinginan untuk mengurangi penggunaan kertas yang berlebihan, dimana iPad dapat menyimpan banyak dokumen dibanding kertas yang harus ditumpuk jika ingin membawanya. Meskipun demikian, banyak keuntungan dan juga kekurangan ketika mencatat dengan kertas dan iPad.
Alasan utama yang mendasari peralihan mencatat menggunakan iPad karena lebih praktis. Jika ingin mencatat di iPad, tidak perlu lagi membeli pulpen warna-warni, kita dapat menggunakan fitur “pengganti warna” dari tablet dengan hanya menggunakan “pensil tablet”.
Selain itu, jika ingin mencari kata kunci dari catatan kita, kita dapat menggunakan fitur “pencarian kata” ketimbang penggunaan kertas yang harus dicari satu-satu per halaman.
Baca Juga: Ketergantungan pada Teknologi Digital: Membantu atau Membahayakan?
Gangguan sistematis dari perangkat iPad dapat memicu hilangnya konsentrasi saat pembelajaran. Gangguan nge-lag seringkali terjadi secara mendadak dan tidak dapat diprediksi. Layar iPad akan redup di waktu ketika layar tidak disentuh dalam waktu yang lama.
Charger akan diperlukan untuk mengisi daya baterai iPad jika digunakan dalam waktu yang cukup lama sehingga harus mencari stopkontak.
Alasan lainnya yaitu ketika kita sedang menggunakan iPad, seringkali didapati notifikasi yang mengganggu kefokusan diri kita saat belajar. Gangguan ini memicu dialihkannya pikiran saat pembelajaran berlangsung, sedangkan kertas tidak memiliki hal tersebut sehingga dapat meningkatkan konsentrasi diri kita saat belajar.
Ketika kita menulis di kertas, tangan kita terasa lebih cepat saat menulis. Mengulang materi yang sudah dicatat, akan lebih mudah untuk mengingat materi dengan membayangkan letak tulisan. Terlebih orang yang gemar berimajinasi sehingga dapat membantu daya ingat dirinya untuk mengingat kembali apa yang sudah ditulis.
Saat masih kecil, di sekolah anak-anak diajarkan menulis di buku fisik karena sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan perkembangan saraf otak mereka. Hal ini pun sejalan dengan apa yang dilakukan oleh para ulama di masa lalu, mereka mengandalkan kertas dan tinta untuk menyimpan ilmu.
Dengan niat baik yang dimiliki untuk belajar, keberkahan yang Allah berikan dapat memudahkan proses menyerap ilmu.
Baca Juga: Gagap Digital di Ruang Guru: Tantangan Tersembunyi di Balik Modernisasi Kurikulum
Sebagai penutup, meskipun iPad memiliki kemampuan dalam efisiensi modern, metode mencatat dengan kertas tetap memiliki keunggulan yang lebih tinggi dalam konteks penyerapan informasi dan tingkat kefokusan yang tinggi.
Dengan menggunakan kertas, kita dapat belajar dengan mudah tanpa hambatan teknis. Pada akhirnya, metode belajar kembali kepada masing-masing individu.
Penulis: Hermione Anziehend
Mahasiswa Kedokteran Universitas Yarsi
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












