“The matrix era is characterized by interactive exchanges, multiple sides of productivity and diverse modes of interpretation and use.”
— (Michael Curtin, 2009)
Pendahuluan
Perkembangan teknologi di era sekarang memang membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat. Salah satu yang paling terasa adalah perubahan cara orang menikmati hiburan. Dahulu, televisi hampir selalu menjadi pilihan utama di rumah setiap masyarakat. Banyak orang menunggu acara favorit mereka tayang pada jam tertentu, mulai dari berita malam, sinetron, sampai acara olahraga.
Jika kita tarik kebelakang, suasana menonton televisi bersama keluarga dulu seperti menjadi sebuah ritual harian. Setelah aktivitas selesai, orang-orang biasanya berkumpul di ruang keluarga sambil menonton acara yang sama. Namun sekarang kebiasaan seperti itu mulai berkurang. Banyak orang lebih memilih menonton sendiri lewat handphone atau laptop karena dianggap lebih praktis.
Perubahan ini terjadi karena masyarakat saat ini cenderung menyukai sesuatu yang cepat, praktis, dan mudah diakses kapan saja. Sejak internet berkembang dan semakin sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, orang tidak lagi harus menunggu jadwal tayang televisi untuk menikmati hiburan.
Masyarakat sekarang bisa langsung mencari film, serial, ataupun video yang mereka inginkan hanya melalui telepon genggam atau laptop. Kebiasaan seperti ini perlahan membuat pola konsumsi media ikut berubah. Jika sebelumnya televisi menjadi media utama dalam mencari hiburan dan informasi, kini masyarakat mulai lebih dekat dengan media digital yang dianggap lebih fleksibel.
Dari kondisi tersebut terlihat bahwa perkembangan media digital sedikit demi sedikit mulai mengubah kebiasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, dalam artikel ini penulis akan membahas bagaimana nasib televisi dan apa yang harus ia perbuat di tengah gempuran era matrix media yang semakin berkembang pesat.
Televisi sebagai Media Dominan
Pada masanya, televisi memang pernah menjadi media yang sangat kuat. Hampir semua hiburan dan informasi didapat melalui televisi. Bahkan banyak orang sampai menghafal jadwal acara favorit mereka karena pada waktu itu pilihan media masih terbatas.
Namun di balik popularitasnya, televisi juga memiliki beberapa kekurangan. Penonton tidak bisa bebas memilih tayangan karena semuanya sudah ditentukan oleh stasiun televisi. Kalau acara yang diinginkan belum tayang, maka penonton harus menunggu sesuai jadwal yang ada.
Selain itu, jumlah iklan di televisi juga sering cukup banyak. Kadang saat sedang asyik menonton, acara malah terpotong iklan cukup lama. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan kenapa masyarakat mulai tertarik menggunakan media digital yang terasa lebih fleksibel dibanding televisi biasa.
Munculnya Budaya Streaming
Saat internet berkembang semakin cepat, platform streaming mulai muncul dan mengubah kebiasaan menonton masyarakat. Sekarang orang tidak perlu lagi menunggu acara tayang di televisi karena film atau serial bisa langsung ditonton kapan saja.
Salah satu platform yang cukup terkenal adalah Netflix. Awalnya Netflix hanya layanan penyewaan DVD, tetapi kemudian berkembang menjadi platform streaming yang digunakan di banyak negara. Kehadiran platform seperti ini membuat masyarakat punya lebih banyak pilihan dalam menikmati hiburan.
Baca juga: Media Digital dan Budaya Masyarakat
Menurut penulis, alasan layanan streaming cepat populer karena masyarakat sekarang lebih suka media yang praktis. Penonton bisa memilih sendiri tontonan mereka tanpa harus mengikuti jadwal televisi. Bahkan sekarang muncul kebiasaan binge-watching atau menonton banyak episode sekaligus dalam satu waktu.
Hal seperti ini dulu jarang terjadi ketika televisi masih menjadi media utama. Karena itu, budaya menonton masyarakat sekarang terasa jauh lebih bebas dibanding sebelumnya.
Era Matriks Media dan Perubahan Audiens
Perubahan media saat ini sejalan dengan pendapat Michael Curtin tentang era matriks media. Dalam era ini, media tidak lagi berjalan satu arah seperti televisi konvensional. Audiens sekarang juga ikut aktif dalam penggunaan media.
Kalau dulu masyarakat hanya menjadi penonton, sekarang mereka juga bisa membuat dan menyebarkan konten sendiri melalui internet. Kehadiran media sosial membuat orang lebih mudah memberikan komentar atau membagikan informasi kepada orang lain.
Perubahan tersebut paling terlihat pada generasi muda. Banyak anak muda sekarang lebih sering menonton melalui handphone dibanding televisi. Selain lebih praktis, media digital juga dianggap lebih sesuai dengan kebiasaan masyarakat saat ini yang ingin semuanya cepat.
Akibatnya, televisi mulai kehilangan sebagian penontonnya, terutama dari kalangan muda yang lebih tertarik menggunakan platform digital.
Tantangan Televisi Saat Ini
Saat ini televisi menghadapi tantangan yang cukup besar karena kebiasaan masyarakat sudah berubah. Sistem siaran yang mengikuti jadwal mulai dianggap kurang praktis dibanding layanan streaming yang bisa diakses kapan saja.
Selain itu, media sosial juga membuat penyebaran informasi menjadi jauh lebih cepat. Kadang berita sudah ramai dibicarakan di internet sebelum muncul di televisi. Hal tersebut membuat televisi tidak lagi menjadi sumber informasi utama seperti dulu.
Walaupun begitu, televisi sebenarnya masih memiliki beberapa kelebihan. Siaran langsung seperti pertandingan sepak bola atau acara besar nasional masih cukup sering ditonton melalui televisi karena memberikan pengalaman menonton bersama yang berbeda.
Menurut penulis, televisi memang tidak sekuat dulu, tetapi bukan berarti media ini akan hilang sepenuhnya.
Adaptasi dan Masa Depan Televisi
Agar tetap bertahan, televisi perlu mengikuti perkembangan teknologi dan kebiasaan masyarakat saat ini. Beberapa stasiun televisi mulai membuat layanan streaming sendiri agar tayangan mereka tetap bisa diakses melalui internet.
Selain itu, televisi juga mulai menggunakan media sosial untuk menarik perhatian penonton yang lebih muda. Langkah seperti ini menunjukkan bahwa televisi mulai mencoba menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.
Menurut penulis, peluang televisi untuk bertahan sebenarnya masih ada selama media tersebut mampu mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat modern.
Penutup
Perkembangan media digital membuat cara masyarakat menikmati hiburan berubah cukup besar. Televisi yang dulu menjadi media utama sekarang harus bersaing dengan platform digital yang dianggap lebih praktis dan fleksibel.
Kehadiran layanan streaming seperti Netflix menunjukkan bahwa masyarakat modern lebih suka menentukan sendiri pengalaman menonton mereka. Orang tidak lagi ingin terlalu bergantung pada jadwal tayang televisi seperti sebelumnya.
Walaupun menghadapi banyak tantangan, televisi masih memiliki kesempatan untuk bertahan apabila mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan perubahan kebiasaan masyarakat.
Penulis: Ryan Ananda Imran (2025620021)
Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas Sahid
Dosen Pengampu: Prof. Morissan, SH, MA, Ph.D
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Referensi
Curtin, M. (2009). Matrix media. In Television studies after TV (1st ed., p. 11). Routledge.
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













