Dosen UNJ Perkuat Green Entrepreneurship Generasi Muda Jatinegara Kaum melalui Inovasi Lilin Aromaterapi Berbasis Minyak Jelantah dan Bahan Alami Lokal

Lilin aromaterapi minyak jelantah
Pelatihan untuk anggota Forum Anak Remaja Kelurahan Jatinegara Kaum tidak hanya mengajarkan pemanfaatan limbah dan potensi alam lokal menjadi produk bernilai ekonomi, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan kewirausahaan.

Di tangan generasi muda, limbah minyak jelantah tidak lagi berakhir sebagai pencemar lingkungan, tetapi dapat bertransformasi menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Wilayah Binaan Unggulan Universitas (PPM-WBU) Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), diselenggarakan pelatihan bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat melalui Inovasi Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah dan Bahan Alami Lokal untuk Meningkatkan Kemandirian Ekonomi di Jatinegara Kaum” di RPTRA Jaka Berseri, Kelurahan Jatinegara Kaum, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur, pada Senin (6/7/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh 20 anggota Forum Anak Remaja Kelurahan Jatinegara Kaum sebagai upaya menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus membangun jiwa kewirausahaan sejak usia muda.

Kegiatan pengabdian diketuai oleh Risky Mezi Muria, S.Akun., M.Ak., dosen Program Studi D4 Kosmetik dan Perawatan Kecantikan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta, bersama tim dosen yang terdiri atas Titin Supiani, S.Pd., M.Pd., Nurina Ayuningtyas, S.Pd., M.Pd., dan Miftahur Rizkiah, M.Pd., serta didukung oleh mahasiswa Program Studi D4 Kosmetik dan Perawatan Kecantikan, yaitu Grace Paulina Simbolon dan Malfa Faizah Hadi.

Program ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui inovasi, pelestarian lingkungan, dan penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Adi Apriadi selaku Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kasi Kesra) Kelurahan Jatinegara Kaum. Dalam sambutannya, Adi Apriadi mengapresiasi inisiatif Universitas Negeri Jakarta yang menghadirkan pelatihan berbasis lingkungan bagi generasi muda di Kelurahan Jatinegara Kaum.

Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan wawasan baru kepada Forum Anak Remaja untuk memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan.

Ia berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh peserta dapat terus dikembangkan sehingga mampu melahirkan generasi muda yang kreatif, mandiri, dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat secara berkelanjutan.

Forum Anak Remaja sebagai Mitra Strategis

Pemilihan Forum Anak Remaja Kelurahan Jatinegara Kaum sebagai mitra bukan tanpa alasan. Kelompok ini memiliki peran strategis sebagai Pelopor dan Pelapor (P2) dalam berbagai isu sosial, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan di wilayahnya.

Sebagai remaja usia produktif, mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menginspirasi masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga dan memanfaatkan potensi alam lokal secara berkelanjutan.

Melalui pelatihan ini, Universitas Negeri Jakarta berupaya memperkuat kapasitas Forum Anak Remaja tidak hanya sebagai penggerak kepedulian lingkungan, tetapi juga sebagai calon wirausahawan muda yang mengembangkan produk kreatif berbasis potensi lokal melalui penerapan konsep green entrepreneurship dan green economy.

Pelatihan Lilin Aromaterapi Berbasis Minyak Jelantah

Pelatihan ini mengusung konsep green economy dan green entrepreneurship dengan memanfaatkan limbah minyak jelantah sebagai bahan baku utama pembuatan lilin aromaterapi yang dipadukan dengan bahan alami lokal berupa serai, daun jeruk purut, dan daun pandan sebagai sumber aroma serta pewarna alami.

Ketiga bahan tersebut dipilih karena mudah ditemukan di lingkungan masyarakat, ramah lingkungan, serta mampu meningkatkan kualitas dan daya tarik produk.

Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai dampak pembuangan minyak jelantah terhadap lingkungan, teknik penyaringan dan pemurnian minyak jelantah, formulasi pembuatan lilin aromaterapi, hingga praktik langsung pembuatan produk.

Lebih dari sekadar pelatihan keterampilan, kegiatan ini juga membekali peserta dengan pengetahuan mengenai pengemasan produk, perhitungan keuangan, hingga strategi pemasaran. Melalui pendekatan tersebut, peserta dipersiapkan tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga memiliki bekal untuk mengembangkan usaha kreatif berbasis green economy dan green entrepreneurship.

Membekali Generasi Muda Menjadi Wirausahawan

Ketua Tim Pengabdian, Risky Mezi Muria, S.Akun., M.Ak., menjelaskan, “Kami ingin peserta tidak hanya memahami cara mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, tetapi juga mampu melihatnya sebagai peluang usaha yang memiliki nilai ekonomi.

Melalui pelatihan ini, kami membekali peserta dengan keterampilan produksi, pengemasan, perhitungan biaya produksi, penentuan harga jual, hingga strategi pemasaran agar mereka siap menjadi generasi muda yang kreatif, mandiri, dan berjiwa wirausaha berbasis green entrepreneurship.”

Pelaksanaan pelatihan memberikan dampak positif terhadap pemahaman peserta. Hal ini terlihat dari peningkatan pengetahuan menjadi 98%, yang diukur melalui perbandingan nilai pre-test sebesar 47% dan nilai post-test sebesar 98%.

Selain pelatihan, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat kolaborasi antara Universitas Negeri Jakarta dan Kelurahan Jatinegara Kaum.

Tim pengabdian menyerahkan alat, bahan, dan buku panduan pembuatan lilin aromaterapi berbahan alami lokal, sertifikat kepada seluruh peserta, serta cendera mata kepada pihak Kelurahan Jatinegara Kaum.

Penyerahan cendera mata dilakukan oleh Nurina Ayuningtyas, S.Pd., M.Pd., selaku Koordinator Program Studi D4 Kosmetik dan Perawatan Kecantikan Universitas Negeri Jakarta.

Komitmen UNJ terhadap Pemberdayaan Masyarakat

Melalui kegiatan ini, Universitas Negeri Jakarta kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat yang memberikan dampak nyata.

Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, dan Forum Anak Remaja diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya peduli terhadap pelestarian lingkungan, tetapi juga mampu mengembangkan produk kreatif berbasis potensi lokal sebagai peluang usaha yang berkelanjutan.

Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan, Forum Anak Remaja diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai Pelopor dan Pelapor (P2) dalam isu sosial, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan, sekaligus menjadi penggerak tumbuhnya green entrepreneurship dan green economy di wilayah binaan sejak usia produktif.


Penulis:
1. Risky Mezi Muria, S.Akun., M.Ak
2. Titin Supiani, S.Pd., M.Pd
3. Nurina Ayuningtyas, S.Pd., M.Pd
4. Miftahur Rizkiah, M.Pd
5. Grace Paulina Simbolon
6. Malfa Faizah Hadi
Dosen Program Studi D4 Kosmetik dan Perawatan Kecantikan, Universitas Negeri Jakarta


Editor: Darsono. AR
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses