CIREBON – Pengelolaan keuangan yang sistematis menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, masih banyak pelaku usaha yang menjalankan bisnisnya tanpa pencatatan transaksi yang teratur, sehingga mengalami kesulitan dalam mengetahui kondisi keuangan maupun perkembangan usahanya.
Sebagai bentuk implementasi Mata Kuliah Kewirausahaan dan Praktik Kewirausahaan, mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) melaksanakan kegiatan observasi dan pendampingan kepada dua UMKM yang bergerak di bidang penjualan buah segar, yaitu UMKM Fajar Buah milik Bapak Atiman di Kabupaten Majalengka dan UMKM Mustika Buah milik Bapak Dodi di Kota Cirebon.
Kegiatan ini merupakan implementasi Mata Kuliah Kewirausahaan yang menggabungkan pembelajaran teori dengan praktik langsung di lapangan.
Pendampingan ini dilaksanakan di bawah bimbingan dosen pengampu Mata Kuliah Kewirausahaan, Lisa Harry Soelistyowati, S.E., M.M., serta dosen pembimbingah lapangan, Hj. Noveria Susijawati, S.E., M.M.
Program tersebut melibatkan empat mahasiswa Program Studi Manajemen FEB UGJ, yaitu Amelia Priyanka, Cucu Rayati, Laisya Putri Amami, dan Nena Aprilia Tri Genis. Dalam pelaksanaannya, mereka dibagi menjadi dua tim untuk mendampingi masing-masing UMKM.
Berdasarkan hasil observasi, kedua UMKM memiliki potensi usaha yang baik karena telah memiliki pelanggan tetap, lokasi usaha yang strategis, serta pengalaman panjang dalam menjalankan usaha. Meski demikian, keduanya masih menghadapi kendala yang serupa, yaitu pemilik usaha belum menerapkan pencatatan transaksi secara tertulis maupun digital. Seluruh informasi mengenai pemasukan dan pengeluaran usaha masih mengandalkan ingatan pemilik berdasarkan hasil penjualan setiap hari. Kondisi tersebut menyebabkan pemilik mengalami kesulitan dalam mengetahui jumlah keuntungan bersih, perkembangan usaha, maupun kondisi keuangan secara menyeluruh.
Melalui kegiatan pendampingan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan keuangan sebagai dasar pengambilan keputusan usaha. Pendampingan dilakukan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing mitra.
Pada UMKM Fajar Buah, mahasiswa memperkenalkan dan mendampingi penggunaan aplikasi SIAPIK (Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan) sebagai media pencatatan keuangan digital. Mengingat usia pemilik yang sudah tidak muda, proses pendampingan juga melibatkan anak pemilik yang turut membantu mengelola usaha. Keterlibatan anak pemilik diharapkan dapat membantu penerapan pencatatan keuangan secara berkelanjutan.

Pelatihan meliputi cara mencatat transaksi pemasukan hasil penjualan, mencatat pengeluaran usaha seperti pembelian stok buah, pembayaran gaji karyawan, biaya transportasi, dan biaya operasional lainnya. Selain itu, kami juga menjelaskan cara melihat laporan keuangan yang dihasilkan oleh aplikasi sehingga pemilik usaha dapat mengetahui kondisi keuangan usahanya secara lebih jelas.
Sementara itu, pada UMKM Mustika Buah, pendampingan difokuskan pada penyusunan pembukuan sederhana yang mudah diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari. Mahasiswa membantu pemilik usaha membuat format pencatatan yang memuat tanggal transaksi, keterangan, pemasukan, pengeluaran, dan saldo sehingga seluruh aktivitas keuangan dapat terdokumentasi dengan lebih rapi.
Pemilik UMKM menyampaikan bahwa pendampingan tersebut memberikan manfaat nyata dalam membantu memahami pentingnya pencatatan keuangan yang sebelumnya belum dilakukan secara konsisten. Dengan adanya sistem pencatatan yang lebih teratur, pemilik usaha menjadi lebih mudah memantau arus kas, menghitung keuntungan, serta melakukan evaluasi terhadap perkembangan usahanya.
Dosen pengampu Mata Kuliah Kewirausahaan dan Praktik Kewirausahaan, Lisa Sulistiyowati, S.E., M.M , menjelaskan bahwa kegiatan pendampingan UMKM merupakan bagian dari pembelajaran berbasis praktik yang bertujuan menghubungkan teori dengan kondisi nyata di lapangan.
Menurutnya, melalui kegiatan ini mahasiswa tidak hanya belajar menganalisis permasalahan usaha, tetapi juga mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama tim, serta menyusun solusi yang sesuai dengan kebutuhan pelaku UMKM. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja maupun ketika membangun usaha di masa depan.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus memahami secara langsung tantangan yang dihadapi pelaku UMKM. Interaksi dengan pemilik usaha memberikan pengalaman berharga dalam mengidentifikasi permasalahan, memberikan pendampingan, serta melihat dampak nyata dari solusi yang diterapkan.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku UMKM, diharapkan kegiatan pendampingan seperti ini dapat terus dikembangkan dengan cakupan yang lebih luas. Selain pengelolaan keuangan, pendampingan selanjutnya dapat diarahkan pada aspek pemasaran digital, penguatan branding, legalitas usaha, maupun inovasi produk sehingga mampu meningkatkan daya saing UMKM dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Penulis:
1. Laisya Putri Amami
2. Nena Aprilia Tri Genis
3. Amelia Priyanka
4. Cucu Rayati
Mahasiswa Program Studi Manajemen, Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ)
Dosen Pengampu: Lisa Harry Soelistyowati, S.E., M.M.
Dosen Pembimbing Lapangan: Hj. Noveria Susijawati, S.E., M.M.
Editor: Darsono. AR
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI














