Transformasi digital menjadi salah satu kunci utama dalam meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di era perkembangan teknologi saat ini. Sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat, mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) melaksanakan kegiatan observasi dan pendampingan pada dua UMKM lokal di Kabupaten Cirebon, yaitu UMKM Kerupuk Kulit Putri di Desa Trusmi Wetan, Kecamatan Plered, dan UMKM Bola-Bola & Keripik Singkong Lawanggada.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran Mata Kuliah Kewirausahaan yang dilaksanakan di bawah bimbingan Ibu Lisa Harry Soelistyowati, S.E., M.M. selaku dosen pengampu dan Ibu Soesanty Maulany, S.E., M.M. selaku dosen pembimbing, dengan tujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa sekaligus membantu pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya melalui pemanfaatan teknologi digital.
Melalui kegiatan observasi yang dilakukan secara langsung, mahasiswa mengidentifikasi potensi, keunggulan, serta berbagai tantangan yang dihadapi oleh kedua UMKM. UMKM Kerupuk Kulit Putri merupakan usaha keluarga yang telah berdiri sejak tahun 2010 dan dikelola oleh Ibu Asiri.
Usaha ini memproduksi kerupuk kulit sapi dengan mempertahankan kualitas melalui penggunaan kulit sapi segar sebagai bahan baku utama. Proses produksinya dilakukan secara bertahap, mulai dari pembersihan bahan baku, perebusan, pemotongan, pemberian bumbu, penjemuran, hingga penggorengan dan pengemasan.
Seluruh proses membutuhkan waktu sekitar sembilan hari pada kondisi cuaca cerah, bahkan dapat mencapai lima belas hari ketika musim hujan karena proses pengeringan masih mengandalkan sinar matahari. Produk Kerupuk Kulit Putri telah dipasarkan melalui sistem konsinyasi di berbagai toko oleh-oleh khas Cirebon, rumah makan, serta pasar tradisional sehingga memiliki jaringan pelanggan yang cukup luas.
Sementara itu, UMKM Bola-Bola & Keripik Singkong Lawanggada merupakan usaha turun-temurun yang telah berdiri sejak tahun 1995 dan saat ini dikelola oleh Bapak Agam. UMKM ini memproduksi berbagai jenis camilan tradisional, seperti bola-bola, keripik singkong, slondok, puyur kuning, ceriping, godung, rangginang, hingga keripik usus.
Selama lebih dari tiga dekade, usaha ini berhasil mempertahankan cita rasa khas yang menjadi daya tarik utama bagi konsumennya. Konsistensi dalam menjaga kualitas produk menjadikan UMKM Lawanggada memiliki pelanggan tetap dan dikenal sebagai salah satu produsen makanan ringan tradisional di wilayah Cirebon.
Baca juga: Pengembangan UMKM Kopi Bow Melalui Optimalisasi Ekosistem Digital
Hasil observasi menunjukkan bahwa kedua UMKM memiliki kualitas produk yang baik dan potensi untuk berkembang lebih luas. Namun, masih terdapat beberapa kendala yang menghambat peningkatan daya saing usaha. Pada UMKM Kerupuk Kulit Putri, kegiatan promosi masih dilakukan secara sederhana dan belum memanfaatkan media sosial secara optimal.
Selain itu, proses pemesanan produk masih dilakukan secara manual melalui pesan pribadi maupun pencatatan langsung sehingga kurang efisien dalam melayani konsumen. Kondisi tersebut menyebabkan jangkauan pemasaran masih terbatas dan peluang memperoleh pelanggan baru belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Di sisi lain, UMKM Bola-Bola & Keripik Singkong Lawanggada menghadapi tantangan berupa fluktuasi harga bahan baku yang berdampak pada meningkatnya biaya produksi. Selain itu, meskipun telah memanfaatkan WhatsApp dan Instagram sebagai media promosi, penggunaannya masih belum optimal sehingga promosi belum mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Padahal, perkembangan platform digital saat ini memberikan peluang besar bagi UMKM untuk meningkatkan visibilitas produk, membangun citra merek, serta memperluas jaringan pemasaran dengan biaya yang relatif terjangkau.
Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati memberikan pendampingan sesuai dengan kebutuhan masing-masing UMKM. Pada UMKM Kerupuk Kulit Putri, tim membantu pembuatan akun TikTok sebagai media promosi digital sekaligus akun Shopee sebagai sarana pemasaran dan pemesanan produk secara daring. Pendampingan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar, mempermudah proses transaksi, serta meningkatkan efektivitas promosi melalui platform digital yang banyak digunakan masyarakat.
Sementara itu, pada UMKM Bola-Bola & Keripik Singkong Lawanggada, pendampingan difokuskan pada optimalisasi strategi pemasaran digital melalui media sosial.
Mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan akun Instagram secara lebih aktif dan profesional, sekaligus mendorong pemanfaatan TikTok sebagai media promosi untuk menjangkau konsumen yang lebih luas, khususnya kalangan generasi muda. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik produk sekaligus memperkuat posisi UMKM dalam menghadapi persaingan di era digital.
Melalui kegiatan pendampingan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar secara langsung mengenai dunia kewirausahaan dan pemberdayaan UMKM, tetapi juga berkesempatan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku UMKM dapat menghasilkan solusi yang relevan dalam menghadapi tantangan perkembangan usaha.
Ke depan, diharapkan hasil pendampingan ini dapat menjadi langkah awal bagi UMKM Kerupuk Kulit Putri dan Bola-Bola & Keripik Singkong Lawanggada untuk terus mengembangkan usahanya melalui pemanfaatan teknologi digital.
Universitas Swadaya Gunung Jati juga diharapkan dapat terus mendorong lahirnya berbagai program pendampingan serupa sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM lokal agar semakin berdaya saing dan mampu memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.
Penulis:
- Deanti (120020673)
- Akasya Nisha Az-zahra (123020330)
- Mila Marselina (123020343)
- Annisa Putri (123020344)
- Bunga Destra Lestari (123020346)
Mahasiswa Manajemen, Universitas Swadaya Gunung Jati
Dosen Pengampu: Lisa Harry Soelistyowati, S.E,M.M.
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI















