Bersama Warga dan PKK, Mahasiswa UB Ajak Desa Tamansari Lebih Melek Investasi, Lebih Siap Jadi Orang Tua, dan Lebih Tangguh di Dunia Digital
Malang, Juli 2025, MMI — Kelompok 32 FISIP Universitas Brawijaya yang tergabung dalam program FISIP Bakti Desa (FBD) 2025 menggelar rangkaian kegiatan edukatif di Desa Tamansari, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, selama bulan Juli 2025.
Bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Desa Tamansari, kegiatan ini menghadirkan tiga materi utama yang relevan dan dibutuhkan masyarakat desa, yakni Investasi Terpadu Desa Sejahtera (INVESTARA), Pengenalan Penipuan Digital, serta Edukasi Tahapan Perkembangan Anak.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai wujud kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat desa dalam rangka meningkatkan literasi sosial, ekonomi, dan digital bagi warga Tamansari. Pemaparan materi dilakukan dalam forum terbuka yang dihadiri oleh para ibu PKK, perangkat desa, dan orang tua.
Apa yang Disampaikan?
Materi pertama yang disampaikan adalah INVESTARA: Investasi Terpadu Desa Sejahtera, yaitu konsep investasi berbasis komunitas yang mendorong masyarakat untuk menanam nilai-nilai kemandirian dan perencanaan masa depan secara kolektif.
Mahasiswa menjelaskan bahwa investasi bukan hanya dalam bentuk uang, tetapi juga bisa berupa tenaga, ide, dan kerja sama antarwarga untuk pembangunan desa.
Selanjutnya, materi Penipuan Digital mengupas berbagai modus penipuan daring yang marak terjadi, seperti phishing, penipuan OTP, serta investasi bodong. Edukasi ini penting mengingat meningkatnya akses warga terhadap media sosial dan layanan digital.
Materi terakhir yaitu Tahapan Perkembangan Anak berdasarkan Teori Perkembangan Psikososial Erik Erikson, ditujukan untuk para orang tua agar lebih memahami fase tumbuh kembang anak secara psikologis dan fisik, mulai dari usia 0 hingga 18 tahun. Informasi ini dinilai krusial dalam mendukung pola asuh yang tepat serta pencegahan keterlambatan perkembangan anak.
Siapa yang Terlibat?
Kegiatan ini melibatkan Kelompok 32 mahasiswa FISIP Universitas Brawijaya dan Tim Penggerak PKK Desa Tamansari sebagai mitra utama.
Hadir pula perangkat desa, tim PKK, kader kesehatan, serta warga dari berbagai kalangan yang antusias mengikuti kegiatan edukasi ini. Mahasiswa bertindak sebagai narasumber, fasilitator diskusi, sekaligus penyusun bahan edukasi yang kemudian dibagikan dalam bentuk media cetak.
Koordinator Kelompok 32, Ilmas Maulidiah Nabila, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan upaya konkrit untuk menjawab kebutuhan informasi masyarakat desa.
“Kami melihat bahwa isu investasi lokal, literasi digital, dan pola pengasuhan anak masih minim disentuh secara sistematis. Melalui pendekatan yang partisipatif bersama PKK, kami berharap materi yang disampaikan benar-benar membumi dan dapat diaplikasikan,” ujarnya.
Mengapa Dilaksanakan?
Latar belakang kegiatan ini adalah meningkatnya kompleksitas tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat desa. Di era digitalisasi yang cepat, warga desa kerap menjadi sasaran empuk penipuan online karena kurangnya edukasi digital.
Di sisi lain, rendahnya kesadaran investasi jangka panjang dan pentingnya pola asuh yang sesuai tahap perkembangan juga menjadi perhatian.
Menurut ibu Ketua PKK Desa Tamansari, kegiatan ini sangat bermanfaat dan membuka cakrawala berpikir ibu-ibu rumah tangga.
“Kami sangat terbantu dengan materi yang disampaikan. Banyak warga yang belum tahu bahwa perkembangan anak itu ada tahapannya dan tidak boleh disamaratakan. Juga soal penipuan digital, sekarang kami jadi lebih hati-hati menerima pesan dan link di WA,” ungkapnya.
Tiga karya edukatif berupa poster tahapan perkembangan anak, poster edukasi penipuan digital, dan buku saku INVESTARA menjadi produk unggulan tim FBD 32 Tamansari.
Karya ini tidak hanya memperkaya pengetahuan masyarakat, tetapi juga menjadi media penting untuk meningkatkan kesadaran ibu-ibu dan kelompok PKK di Desa Tamansari terhadap perkembangan anak, kejahatan digital, dan pentingnya investasi.
Poster Tahapan Perkembangan Anak
Poster ini menjadi media visual yang menjelaskan 5 tahap perkembangan anak menurut teori psikososial Erik Erikson, dimulai dari usia 0 hingga 18 tahun.
Setiap tahap dijelaskan melalui konflik perkembangan yang khas, seperti percaya vs. tidak percaya pada masa bayi, hingga identitas vs. kebingungan pada remaja. Poster dicetak ukuran A3 dan dibingkai untuk meningkatkan daya tahan dan estetika saat dipajang di Posyandu Tamansari.
Tujuan utama dari poster ini adalah untuk meningkatkan pemahaman ibu-ibu terhadap pentingnya mengenali dan merespons perkembangan psikologis anak secara tepat.
Diserahkan secara langsung pada hari Minggu (20/07/2025) kepada Bu Ike Aprilia, bidan setempat, poster ini kini dipasang di Posyandu sebagai media edukasi rutin bagi para orang tua. Materi visual ini menjadi langkah konkret dalam menjembatani teori psikologi dengan praktik pengasuhan harian.
Buku Saku INVESTARA
Selain memperhatikan perkembangan anak, tim FBD 32 juga menyusun buku saku bertajuk INVESTARA: Investasi Terpadu Desa Sejahtera. Buku ini dirancang untuk membantu masyarakat memahami konsep investasi sederhana yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan desa.
Disusun dari hasil observasi dan wawancara dengan masyarakat, buku ini menjelaskan bentuk-bentuk investasi seperti memelihara ternak, menanam pohon buah, menabung di koperasi, hingga membangun kesadaran pendidikan anak.
Dengan gaya bahasa yang sederhana dan contoh yang membumi, buku ini mendorong warga untuk mulai menabung harian, mengikuti arisan produktif, dan mencatat pengeluaran sebagai bagian dari budaya investasi.
Buku ini diserahkan pada Jumat (11/07/2025) kepada Bu Siti Lasminah, Ketua Tim Penggerak PKK Desa Tamansari, untuk digunakan sebagai bahan bacaan kelompok dan referensi dalam diskusi edukatif seputar ekonomi keluarga.
Poster Edukasi Penipuan Digital
Seiring meningkatnya penggunaan internet dan media sosial, risiko penipuan digital juga semakin tinggi. Untuk itu, tim FBD 32 memproduksi poster edukasi Kenali Penipuan Digital. Poster ini menjelaskan apa itu penipuan digital, contoh nyata seperti phishing dan undian palsu, serta langkah pencegahan yang bisa dilakukan masyarakat.
Pesan utama yang disampaikan adalah agar masyarakat tidak mudah percaya pada pesan mencurigakan dan selalu mengecek kebenaran informasi sebelum memberikan data pribadi.
Poster ini diserahkan pada Sabtu (19/07/2025) kepada Bu Siti Lasminah di Balai Desa Tamansari, dan langsung dipasang di kantor desa agar dapat dibaca oleh pengunjung dan pegawai desa setiap hari.
Dengan visual yang menarik dan penjelasan yang mudah dipahami, poster ini diharapkan menjadi tameng awal dari maraknya kejahatan siber yang menyasar warga desa.
Ketiga karya ini membuktikan bahwa pendekatan sederhana seperti poster dan buku saku mampu memberikan dampak besar jika disusun dengan tepat dan disalurkan kepada sasaran yang sesuai. Melalui sinergi dengan tokoh masyarakat, karya-karya ini menjadi bagian dari perubahan budaya edukatif di Desa Tamansari.
Harapannya, langkah kecil ini bisa menjadi inspirasi desa-desa lainnya dalam membangun literasi masyarakat berbasis kebutuhan lokal.
Baca Juga: Sukses! FBD Jantra 28 Adakan Sosialiasi Canva bagi Siswa-Siswi SDN 01 Sukodono
Harapan ke Depan
Dengan adanya program edukatif ini, diharapkan Desa Tamansari semakin tangguh dalam menghadapi tantangan sosial dan ekonomi ke depan. Mahasiswa FISIP UB juga berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara akademisi dan masyarakat desa.
“Semoga langkah kecil kami ini bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk membangun kemandirian dengan ilmu pengetahuan. Kami juga berharap materi dan buku saku yang kami buat bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang oleh warga Tamansari,” tutup Ilmas.
Melalui sinergi antara mahasiswa dan masyarakat, program FBD bukan sekadar kegiatan pengabdian, melainkan juga proses saling belajar untuk membangun desa yang lebih cerdas, aman, dan sejahtera.
Penulis: Tim FBD 32 Tamansari 2025
1. Galang Rizqi Pratama
2. Nawra Fazilatus
3. Shepti Dia Wardhani
Mahasiswa Universitas Brawijaya
Dosen Pengampu: Andi Setiawan, S.IP., M.Si.
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI














