Generasi Z dan Koperasi Digital

Generasi Z Koperasi Digital

Generasi Z harus memberikan dorongan wawasan mengenai koperasi digital kepada masyarakat agar dapat mengatasi permasalahan ekonomi mikro pasca COVID-19.

Gambar 1. Pertumbuhan ekonomi Indonesia

Corona virus melumpuhkan seluruh sendi ekonomi masyarakat. Ekonomi masyarakat terdampak pada ekonomi suatu negara. Terlebih negara yang ekonomi kerakyatan sangat tergantung pada peran kebijakan negara. Setidaknya dalam berita kompas (07/08/2020) adanya 9 negara yang mengalami resesi dampak pada pandemi COVID-19. Resesi yang merupakan penurun ekonomi secara menukik bahkan pertumbuhan ekonomi cenderung minum dari pertumbuhan pada tahun-tahun sebelumnya.

Negara seperti Korea Selatan, Italia bahkan Amerika dan Jerman tidak luput dari resesi akibat virus COVID-19. Tidak jauh beda dialami negara kita, Indonesia mengalami dampak yang luar biasa terlebih pada sektor ekonomi kerakyatan. Masyarakat kurang mampu sangat merasakan dampak dari COVID-19 ini terutama secara ekonomi.

Bacaan Lainnya
DONASI

Sebenarnya bukan hanya masyarakat kurang mampu saja yang merasakan dampak dari COVID-19 ini tetapi juga di rasakan oleh masyarakat menengah maupun menengah ke atas. COVID-19 ini memberikan pengaruh yang sangat besar bagi sektor ekonomi, penurunan ekonomi yang disebabkan oleh COVID-19 sebesar 5-7 %.

Baca Juga: Peran Perbankan Syariah dalam Mendukung UMKM Selama Pandemi

Dengan adanya pandemi di masa sekarang, mayoritas masyarakat secara signifikan mulai memanfaatkan dunia digital, tidak terkecuali dengan koperasi yang beradaptasi dengan dunia digital. Koperasi sendiri telah membuktikan dirinya sebagai pusat perhatian masyarakat dan alternatif ekonomi operasional.

Mereka melihat adanya peluang banyaknya tuntutan kebutuhan masyarakat. Selama lebih dari satu abad sekarang, mereka telah menjadi sebuah lembaga yang efektif untuk mencapai lebih dari satu tujuan ekonomi dalam ekonomi yang sangat kompetitif di seluruh dunia.

Mengingat sejarah koperasi, konsep koperasi telah diperkenalkan oleh Patih R. Aria Wiria Atmaja, di mana ia melihat mereka terpojok oleh hutang dengan bunga yang sangat tinggi. Dengan banyaknya koperasi yang terpojok, ia mengimbau para lembaga koperasi untuk menggunakan sistem kredit dimana masyarakat tidak perlu lagi berurusan dengan kreditur pribadi. Metode ini telah diadaptasi hingga sekarang.

Ada tiga faktor utama yang terpengaruh yaitu permodalan (47%), penjualan yang menurun (35%), dan produksi yang terbatas (8%). Per 15/09/2020, ruang lingkup kerja sama mencakup semua aspek perekonomian sesuai dengan permenkop No. 17/2015 dalam rangka untuk memperkuat perekonomian negara.

Aspek kerjasama lain terkait COVID-19 adalah No.6/2020 yang telah memberikan semua keadilan kepada usaha kecil hingga perusahaan besar untuk melanjutkan usaha individu agar dapat memperkuat kembali sektor ekonomi perusahaan. Karena pandemi ini, dorongan untuk memasuki dunia digital telah memberikan manfaat bagi perekonomian.

Di satu sisi, dimana seseorang harus membuat janji atau terbang keluar untuk pertemuan bisnis, era baru untuk pertemuan online dan transaksi online telah menjadi cobaan besar bagi pasar lokal bahkan global dan dapat dikatakan, hal ini jauh lebih efisien dan lebih sedikit mengonsumsi waktu. KSP Nasari dan KSPPS Nasari Syariah telah sepakat untuk membuat sebuah aplikasi yang mudah digunakan untuk perekonomian yang di dalamnya terdapat fitur-fitur seperti, “tabungan, pinjaman, e-payment, dan rapat anggota tahunan”, dimana mereka saat ini sedang berusaha untuk mengembangkan e-commerce.

Ide yang mereka jalankan adalah untuk melakukan era baru yang efisien dan efektif. Sebagai alternatif, tiga faktor utama yang terpengaruh bisa bangkit dan mungkin keluar dari resesi. Dalam waktu jangka pendek akan cukup sulit karena kenyamanan masyarakat masih sama di hari tua.

Dengan demikian, memberikan lebih banyak waktu atau memberikan lebih banyak aksesibilitas dan informasi kepada orang-orang dapat membantu mereka pulih dari generasi yang lebih tua. Peluang baru pada saat ini adalah dimana orang menciptakan struktur inovatif menuju pasar sehingga ekonomi itu sendiri tidak jatuh ke dalam resesi lagi. Peluang ini juga dapat dilihat sebagai masalah utama yang dapat dihindari oleh masyarakat di masa depan.

Gambar 2. Top 10 e-commerce di Indonesia, statik.tempo.co (2 Dec. 2020)

Saat ini, semua orang telah beralih ke dunia digital, begitu pula koperasi. Perkembangan yang signifikan yang dialami oleh koperasi kini telah dicoba untuk dikorelasikan dengan dunia nyata bersama dengan dunia daring. Koperasi Kementerian dan UKM telah melahirkan transformasi dan optimalisasi menuju koperasi modern.

“Dengan adanya transformasi koperasi digital seperti ini tepatnya di tahun 2021, diharapkan pula mampu meningkatkan kontribusi terhadap PDB per tahun hingga nantinya bisa mencapai 5,10 sampai 5,50% pada tahun 2024.” (2021b, Juli 24).

Perkembangan mereka telah ditunjukkan yang bermula dari perkenalan hingga adanya pertemuan antar pemegang koperasi dalam sebuah forum yang bertujuan untuk mengagregasi tuntutan mereka berdasarkan manfaat yang wajar untuk masing-masing kelompok. Pengembangan kedua mereka telah berfokus pada sektor riil yang memiliki efisiensi tinggi dalam komoditas seperti pertanian hingga pariwisata.

Koperasi digital akan dapat lebih menciptakan sebuah kemitraan, dimana mereka dapat berkembang dengan sistem loop yang tertutup yang inklusif atau dikenal sebagai rantai pasokan terintegrasi. Koperasi digital kini telah bergabung dalam pembiayaan dimana pembayaran melalui bank atau kreditur pribadi dapat bekerja dengan sangat efisien.

Jenis layanan yang dapat ditemukan di dunia nyata telah ditemukan di dunia digital dan ini semua dapat menjadi sebuah potensi dan akan terus berkontribusi dalam PDB dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga anggotanya.

Dari peran digitalisasi itu sendiri, sangatlah mudah untuk mendapatkan sebuah smartphone yang dapat mengakses segala macam bentuk informasi. Untuk menjadi bagian dari kerjasama digital, masyarakat akan membutuhkan teknologi dengan melihat tren pasar untuk terlibat dalam semua jenis fenomena.

Baca Juga: UMKM Indonesia di Masa Pandemi

Di sinilah generasi baru, generasi Z memainkan peran yang besar dimana mereka memiliki identitas yang tidak terdefinisi, communaholic (inklusif secara radikal menghubungkan diri mereka dengan kebenaran yang berbeda), dialoger (memahami setiap aspek yang berbeda) dan realistis.

Gen Z secara otomatis lahir ke dunia digitalisasi dimana pemahaman mereka tentang konsep digital akan lebih cepat dari generasi sebelumnya, yang mana para konsumen tidak memiliki titik acuan disiplin yang komprehensif secara sosiologis dan ekonomis. Dengan segala sesuatu yang begitu digital, belanja online akan menjadi semakin populer. Hingga saat ini, masyarakat bahkan dapat berbelanja barang di media sosial secara mudah dan fleksibel.

Gen Z juga menjadi generasi paling berpengaruh dimana mereka memiliki keragaman ras dan etnis yang bervariasi dibandingkan generasi sebelumnya dan mereka berada di jalur untuk menjadi generasi yang paling terdidik. Kesetaraan adalah segalanya bagi mereka bahkan mereka mempromosikan kesetaraan gender.

Gen Z memainkan peran besar dalam kebangkitan perdagangan sosial dan dapat dikatakan bahwa Gen Z memiliki harapan, preferensi, dan perspektif kerja yang berbeda sehingga mereka memiliki tantangan yang berbeda-beda pada organisasi tertentu (2021, June 24). Gen Z merupakan tokoh sentral ekonomi kerakyatan di era new normal.

Semua kalimat dan media yang dipublikasikan di internet terbang dengan sangat cepat sehingga data-data dalam e-commerce, pembayaran elektronik, dll. dapat diakses dengan mudah oleh Gen Z, bahkan pasar berita dan tren dapat dikendalikan oleh mereka karena kemampuan mereka dalam memahami dunia digital.

Selama pandemi berlangsung, koperasi sosial ekonomi sangat dibutuhkan. KSP terus berinovasi untuk memperkuat eksistensi dan kompetensinya melalui penerapan digital dan teknologi terkini guna memberikan pelayanan prima bagi masyarakat. Aplikasi ini memungkinkan layanan apa pun seperti GO-JEK, GRAB, OVO, mBCA, dll.

“Sepanjang semester I-2021, transaksi e-commerce tumbuh 63,4 persen menjadi Rp186,7 triliun. Bank Indonesia (BI) memperkirakan hingga akhir tahun 2021 transaksi e-commerce dapat meningkat 48,4 persen sepanjang tahun 2021 menjadi Rp395 triliun.” (2021, August 7).

Digitalisasi membantu pembayaran dengan sangat mudah yang sekarang semua masyarakat melakukan transaksi dengan barcode atau dikenal sebagai QRIS. Secara ekonomi, metode cashless ini dapat menghentikan industri kertas yang akan membantu negara menjadi lebih asri berhubungan dengan fakta bahwa industri kertas telah menyebabkan peningkatan pemanasan global.

Banyak Gen Z yang mengenal koperasi digital seperti semua masyarakat lainnya dimana mayoritas pembayaran sebuah produk atau jasa dapat dilakukan melalui kartu kredit atau ponsel. Dengan terlibatnya Gen Z dengan koperasi digital, produksi sedotan plastik telah diminimalkan atau telah diberikan alternatif yang lebih baik sehingga dapat menyelamatkan bumi ini dari pemanasan global.

Gen Z telah memberikan insentif kepada orang lain tentang masalah yang terjadi di dunia sehingga membuat mereka dapat dipercaya oleh orang banyak. Sama seperti insentif lainnya, mereka juga berinisiatif untuk mencari tahu tentang hal-hal yang hanya diketahui oleh sebuah perusahaan, seperti promo, diskon, tips mudah, how-to’s, dll. Hal ini memungkinkan untuk membangun komunitas masyarakat yang lebih maju dan berkembang.

Gen Z menggunakan koperasi digital karena mereka mempertimbangkan pemanasan global serta efisiensi untuk diri mereka sendiri dan orang lain. Dengan pengetahuan dan kemampuan pemahaman yang mudah, Gen Z harus memberikan wawasan tentang koperasi digital kepada masyarakat agar dapat mengatasi permasalahan ekonomi mikro pasca COVID-19.

Dengan keterampilan dan efisiensi yang inovatif, sebagian besar pasar yang terbiasa dengan cara tradisional dapat belajar menciptakan keberlanjutan bagi perekonomian. Sejak dulu mungkin sangat sulit bagi generasi yang lebih tua untuk mengikuti perkembangan generasi sekarang sehingga sangat dibutuhkan pelajaran atau pemberitahuan untuk meningkatkan kesadaran melalui media sosial.

Baca Juga: Ide Bisnis yang Cocok untuk Mahasiswa

Viona Elizabeth Permana
Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan
Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis

Editor: Diana Pratiwi

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI