Ikatan Perencana Desa (IPD) Indonesia dan Fakultas Teknik Unanda Teken MoU Kolaborasi Riset dan Pengabdian Berbasis Desa-Kampus

Ikatan Perencana Desa (IPD) Indonesia dan Fakultas Teknik Unanda Teken MoU Kolaborasi Riset dan Pengabdian Berbasis Desa-Kampus
Ikatan Perencana Desa (IPD) Indonesia dan Fakultas Teknik Unanda Teken MoU Kolaborasi Riset dan Pengabdian Berbasis Desa-Kampus

Palopo – Ikatan Perencana Desa (IPD) Indonesia resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Fakultas Teknik Universitas Andi Djemma (FT Unanda) dalam rangka memperkuat sinergi di bidang pendidikan, penelitian, pelatihan, dan pengabdian kepada masyarakat. Penandatanganan berlangsung di Kedai Alang Puyuh, Desa Wisata Kambo Kota Palopo, Rabu (9/7/ 2025).

MoU ini ditandatangani langsung oleh Dekan Fakultas Teknik Unanda, Indrajaya, ST., M.Si, dan Koordinator Bidang Pengabdian Masyarakat Desa IPD Indonesia, Zulham A. Hafid, disaksikan oleh Rakhmawati Natsir selaku pengurus nasional IPD di bidang yang sama, serta perwakilan komunitas lokal, termasuk Syahrudi selaku Wakil Ketua Pokdarwis Kambo beserta beberapa pengurus.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Kesepakatan ini menjadi tonggak penting dalam penguatan kolaborasi desa-kampus, yang bertujuan mendorong kegiatan tridharma perguruan tinggi berbasis kebutuhan riil masyarakat desa.

Baca Juga: Sinergi Multidisiplin untuk Pemberdayaan Masyarakat Desa yang Sehat, Mandiri, dan Berkelanjutan

Salah satu bentuk nyata dari kerja sama ini adalah riset kolaboratif mengenai sistem informasi dan pemetaan bangunan serta situs cagar budaya di Kota Palopo, yang saat ini tengah berjalan dan didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi melalui skema hibah Dikti.

Dalam sambutannya, Indrajaya menegaskan bahwa kampus hari ini dituntut untuk menghasilkan riset yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Baca Juga: Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Membentuk Profesionalisme Mahasiswa Kedokteran yang Berjiwa Pancasila

“Ini sejalan dengan program Kampus Berdampak dari Kementerian Pendidikan Tinggi. Perguruan tinggi tidak hanya menjadi menara gading, tapi harus hadir dan relevan dalam dinamika masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Zulham A. Hafid menekankan pentingnya keterlibatan para praktisi dalam riset kolaboratif.

“Pengalaman praktis sangat berharga untuk memperkuat arah riset agar lebih aplikatif dan berguna, terutama di kawasan perdesaan yang memiliki kekhasan sosial dan geografis,” ungkapnya.

Kerja sama ini diharapkan menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara komunitas perencana desa, akademisi, dan masyarakat, guna memperkuat pembangunan berbasis pengetahuan lokal dan potensi desa.

 

Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

 

Ikuti berita terbaru di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses