Kelompok KKN 40 Sukses Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Hidroponik untuk Keluarga Terdampak Stunting di Desa Kalijaran

Hidroponik
Kegiatan Kelompok KKN 40 UNS (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Cilacap, MMI – Kelompok KKN 40 Universitas Sebelas Maret (UNS) sukses melaksanakan sosialisasi dan pelatihan pembuatan hidroponik bagi keluarga terdampak stunting di Desa Kalijaran, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, pada 9 Agustus 2025. Program ini menjadi bagian dari pengabdian masyarakat yang berfokus pada peningkatan ketahanan pangan keluarga sekaligus mendukung upaya penurunan angka stunting.

Stunting masih menjadi tantangan serius di Desa Kalijaran. Banyak keluarga kesulitan menyediakan gizi seimbang akibat keterbatasan ekonomi dan akses terhadap pangan sehat. Kondisi ini berdampak pada pertumbuhan fisik sekaligus perkembangan kecerdasan anak.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Melalui program KKN, mahasiswa UNS menghadirkan solusi sederhana namun inovatif, yaitu hidroponik. Metode bercocok tanam tanpa tanah ini memungkinkan warga memperoleh sayuran segar dengan lahan terbatas dan penggunaan air yang lebih efisien.

Baca juga: Pemberdayaan Masyarakat Desa Kluwut melalui Workshop Budidaya Hidroponik Berbasis Ramah Lingkungan

Kegiatan ini diikuti oleh 16 keluarga terdampak stunting yang dipilih melalui rekomendasi kader kesehatan desa. Peserta mendapatkan perlengkapan dan bimbingan langsung untuk membuat instalasi hidroponik sederhana.

Mereka mempraktikkan cara menanam bibit sayuran seperti kangkung, bayam, selada, dan sawi hijau. Suasana pelatihan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi. Banyak warga mengajukan pertanyaan, mulai dari cara merawat tanaman hingga peluang menjual hasil panen.

Setelah kegiatan, instalasi hidroponik yang sudah dipasang bibit dibawa pulang peserta untuk dirawat di rumah. Sebagai tindak lanjut, tim KKN 40 melakukan monitoring pada 18 Agustus 2025.

Hasil pengecekan menunjukkan sebagian besar bibit tumbuh baik dan mulai beradaptasi dengan sistem hidroponik. Meski masih ada keluarga yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut terutama dalam pemeliharaan nutrisi, perkembangan ini memberi semangat baru bagi warga untuk terus menjaga pola makan sehat.

Manfaat program ini sangat jelas. Dengan keterampilan hidroponik, keluarga dapat memenuhi kebutuhan sayuran segar tanpa bergantung penuh pada pasar.

Selain mengurangi biaya rumah tangga, hasil panen juga menjadi sumber gizi penting bagi anak-anak. Lebih jauh, keberhasilan Desa Kalijaran diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi desa lain di Cilacap dan sekitarnya untuk mengadopsi metode serupa.

Program KKN 40 UNS membuktikan bahwa inovasi sederhana bisa membawa dampak besar. Hidroponik bukan sekadar solusi pangan, tetapi juga membuka jalan menuju kualitas hidup yang lebih baik. Harapannya, gerakan ini terus berlanjut dan diperluas sehingga semakin banyak keluarga Indonesia terbantu dalam menciptakan ketahanan pangan serta menurunkan angka stunting.

 

Lampiran

Dokumentasi Pelaksanaan Kegiatan
Dokumentasi Pelaksanaan Kegiatan
Dokumentasi Pelaksanaan Kegiatan
Proses Pelatihan Pembuatan Hidropoik Sederhana
Hasil Setelah Kegiatan

 

Penulis:

  1. Nuraini Syarif
  2. Asri Dina Fitri Benu Lutfiana

Mahasiswa Farmasi & Pendidikan Bahasa Jawa, Universitas Sebelas Maret

Dosen Pengampu: Alfi Yusrina Farikha M.Sn

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses