Tumor Colli: Penyebab, Faktor-Faktor, Gejala dan Pengobatan

tumor colli

Tumor Colli merupakan suatu tumor yang pada umumnya berbentuk massa atau benjolan yang terletak di bagian leher sebelah kiri. Penyebab benjolan yang timbul pada daerah leher paling umum karena pembengkakan kelenjar getah bening.

Pembengkakan ini terjadi ketika tubuh sedang membantu melawan infeksi virus atau bakteri, bahkan yang ringan sekalipun. Infeksi virus yang dapat menyebabkan ini antara lain mononukleosis dan gondongan.

Tumor Colli bisa berasal dari berbagai macam penyakit, mulai dari yang sangat ringan hingga yang membahayakan nyawa. Itulah sebabnya, kita tidak boleh menyepelekan kondisi ini.

Jika menyadari adanya benjolan pada leher, apalagi disertai dengan keluhan-keluhan lain, harus segera memeriksakan diri ke dokter.

Untuk mendapatkan diagnosis yang pasti, dokter akan menyarankan beberapa pemeriksaan tambahan, seperti pemeriksaan darah lengkap dan USG leher. Jika tumor colli dicurigai berasal dari kelenjar tiroid, pemeriksaan kadar hormon tiroid juga dilakukan.

Penanganan Tumor Colli disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Jika Tumor Colli disebabkan oleh pembesaran kelenjar getah bening akibat infeksi, dokter hanya akan memberikan antibiotik.

Bila tumor berasal dari kondisi yang lebih serius, seperti kanker, terapi yang dilakukan akan lebih beragam dan rumit.

Tumor Colli ditandai oleh sejumlah ciri dan gejala khas, tentunya berdasarkan titik di mana tumor tersebut tumbuh. Kita patut curiga dan waspada apabila mengalami keadaan, seperti:

  • Muncul benjolan keras (namun tidak nyeri saat ditekan) pada area sekitar leher.
  • Warna kulit pada area benjolan berwarna kemerahan.
  • Kepala terasa sakit dan pusing.
  • Mual (bisa disertai muntah).
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Sulit menelan.
  • Penurunan berat badan yang cukup drastis.
  • Gagal napas.

Sama seperti jenis tumor lainnya, penyebab Tumor Colli adalah tumbuh dan berkembangnya sel-sel abnormal di dalam tubuh. Tetapi belum dapat diketahui secara pasti apa yang menjadi pemicu dari perkembangan sel-sel abnormal tersebut. Para ahli menduga hal ini berkaitan dengan sejumlah faktor risiko, seperti:

  • Faktor keturunan (genetik).
  • Kalsinogenik.
  • Paparan radiasi.
  • Infeksi virus.
  • Gangguan autoimun.
  • Cedera leher.

Jika berbicara lebih spesifik lagi, Tumor Colli ini sendiri terdir dari beberapa jenis tumor, dan hal ini berkaitan dengan penyebab serta letak dari tumor tersebut, seperti:

  • Tumor kelenjar tiroid (struma).
  • Tumor saluran pernapasan (tumor esophagus).
  • Tumor trakea.
  • Tumor kelenjar getah bening (limfoma).
  • Tumor kelenjar lidah (tumor parotis).

Tumor Colli disebabkan oleh genetik, maka tak ada cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit ini. Jika pada keluarga tidak memiliki riwayat Tumor Colli, maka cara mencegah Tumor Colli adalah dengan menghindari faktor-faktor pemicunya, seperti:

  • Hindari makan makanan yang mengandung bahan pengawet terlalu sering.
  • Konsumsi makanan bergizi.
  • Hindari paparan radiasi.
  • Olahraga teratur Istirahat yang cukup.

Setelah pasien terdiagnosis Tumor Colli, dokter dapat menentukan langkah atau pengobatan Tumor Colli sesuai dengan kondisi pasien, seperti:

Operasi

Jika tumor masih berstatus jinak, maka pasien diminta untuk melakukan operasi pengangkatan tumor tersebut untuk langkah pencegahan agar tumor tidak berkembang menjadi tumor ganas yang menyebabkan kanker.

Kemoterapi atau Terapi Radiasi

Pada kasus yang sudah berkembang menjadi tumor ganas dan menyebabkan kanker, maka cara pengobatan Tumor Colli dengan melakukan terapi-terapi khusus kanker, yakni kemoterapi atau terapi radiasi.

Obat-Obatan

Pemberian obat-obatan lebih dimaksudkan untuk mengurangi gejala yang timbul akibat tumor tersebut, misalnya seperti paracetamol atau ibuprofen untuk meredakan nyeri.

Penulis: Devi Noviani
Ma
hasiswa Keperawatan Universitas Binawan

Dosen Pengampu: Apriani Riyanti, M.Pd.

Kirim Artikel

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI