KKN Tematik UPI 2021: Pendampingan Peningkatan Kreativitas Anak di Rumah Selama Libur

Kreativitas anak di rumah

Liburnya sekolah dikarenakan pandemi membuat anak harus terpaksa melaksanakan pembelajaran di rumah sejak bulan Maret 2020 dan masih berlanjut hingga saat ini. Kebijakan pembelajaran daring sudah berlangsung lebih dari setahun lamanya memberikan dampak yang signifikan dalam pelaksanaan kegiatan KKN Tematik UPI yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya.

KKN tahun-tahun sebelumnya dilaksanakan secara luring. KKN tahun ini dilakukan secara daring, dan dilaksanakan di lingkungan rumah mahasiswa masing-masing. Hal ini membuat pelaksanaan kegiatan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pelaksanaan kegiatan diperbolehkan secara luring dengan syarat dilakukan di lingkungan desa sendiri, dengan pembatasan partisipan kegiatan.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Baca Juga: Penguatan Pembelajaran Daring dalam Program KKN – Tematik UPI 2021

Minggu, (25/07/21) dilaksanakan program kegiatan dalam rangka pendampingan kreativitas anak, yaitu mengadakan kegiatan mewarnai untuk anak. Kegiatan ini dilaksanakan oleh 10 anak yang ada di sekitar rumah. Kegiatan ini dilakukan di salah satu rumah anak yang tempatnya cukup untuk melakukan kegiatan mewarnai. Dalam pelaksanaannya, kita sengaja membatasi hanya 10 orang anak saja untuk meminimalisir terjadinya kerumunan.

Dari persiapan sampai kegiatan selesai dilaksanakan dari jam 8 pagi sampai 12 siang. Cara mengumpulkan anak-anaknya juga cukup mudah, dengan membuat sesuatu yang menarik, sehingga anak-anak penasaran dan ikut bergabung. Ketika anak-anak sudah berkumpul, anak harus mengambil satu gambar yang akan diwarnai secara bebas yang sudah disediakan. Seperti gambar seekor gajah, gambar sebuah mobil, gambar seekor singa, dan masih banyak gambar yang lainnya. Kemudian, anak-anak diberi arahan dalam pelaksanaan kegiatan ini. Seperti, kertas tidak boleh kotor, kertas tidak boleh sobek, kertas tidak boleh basah, alat lukis yang digunakan dijaga dengan baik jangan sampai hilang, setelah selesai disimpan kembali pada tempatnya. Anak-anak mewarnai dengan warna yang bebas, tidak dibatasi seperti warna langit harus biru, atau gunung harus hijau. Hal ini untuk merangsang imajinasi anak untuk berkembang dalam hal kreativitas mewarnai.

Baca Juga: KKN Tematik UPI 2020: Wadah Mengabdi Mahasiswa UPI Menghadapi Pandemi

Ketika ada anak yang sudah beres mewarnai, sebagai reward anak-anak diberikan sebuah hadiah kecil, berisi alat tulis seperti pensil, bolpoin, buku. Dan diberikan sebuah makanan ringan. Antusias yang tinggi diperlihatkan oleh anak-anak ketika sedang mewarnai, karena mungkin baru lagi merasakan kegiatan dan bertemu teman-temannya secara luring. Hal ini dikarenakan pandemi Covid-19 dan pembelajarannya secara daring membuat anak-anak merasa jenuh.

Kegiatan mewarnai ini merupakan kegiatan yang sederhana guna membantu anak-anak berkembang secara kognitif dan psikologis. Mewarnai juga paling disukai dan disenangi oleh anak-anak, selain itu mewarnai juga merupakan kegiatan untuk mengekspresikan diri dan merangsang kreativitas anak. Perkembangan keterampilan motorik halus dapat membantu anak menulis dengan terampil, untuk mempersiapkan diri belajar saat masuk sekolah nanti.

Farhan Aulia
Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia

Editor: Diana Pratiwi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses