Lamongan, MMI – Dunia perkuliahan dan industri dapat saling bersinergi secara nyata. Hal inilah yang dibuktikan oleh Nabila Salsabila, seorang mahasiswa dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur yang sedang melaksanakan program magang di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Megilan Lamongan (sebelumnya bernama PDAM Tirta Mangutama Lamongan).
Dalam kegiatan magang ini, Nabila dibimbing langsung oleh dosen pembimbingnya, Nenni Mona Aruan, S.Pd., M.Si., serta mentor dari pihak mitra.
Program magang selama empat bulan dalam satu semester ini merupakan bentuk kontribusi nyata dunia pendidikan terhadap pembangunan berkelanjutan, sekaligus memenuhi tuntutan kampus sebelum mahasiswa melangkah ke jenjang yang lebih lanjut.
Selama magang, Nabila ditempatkan pada Sub-Bagian Produksi yang berfokus pada pengolahan air baku menjadi air bersih yang layak pakai untuk kehidupan sehari-hari. Tugas utamanya meliputi pemantauan kualitas air serta pengambilan sampel secara langsung. Kegiatan magang ini dilakukan setiap hari Senin sampai Jumat, dengan pembagian waktu pukul 08.00–12.00 WIB (Waktu Indonesia Barat) untuk kegiatan praktik, dan dilanjutkan pukul 12.00–16.00 WIB untuk pendalaman teori.
Pada lokasi PDAM, air baku yang digunakan diambil dari air Sungai Bengawan Solo yang setelah itu diletakkan pada tempat penampungan air baku dengan nama praset. Yang dilanjut dengan pemberian bahan kimia pada air bakunya. Bahan kimia utama yang digunakan yaitu PAC Liquid (Polyaluminium Chloride) yang memiliki kegunaan untuk mengikat dan mengendapkan flok-flok yang tercampur pada air agar mengurangi kekeruhan pada air serta juga menggunakan kaporit (Kalsium Hipoklorit) yang memiliki kegunaan untuk menjerihkan air.
Selanjutnya air tersebut disalurkan pada tempat sedimentasi yang merupakan tempat pemisahan antara lumpur dengan air yang berasal dari hasil pencampuran bahan kimia tersebut. Lalu dialirkan ke tempat filtrasi yang digunakan untuk menyaring flok-flok yang tersisa dari sedimentasi, sehingga air bersih siap untuk disalurkan ke ruang pompa air untuk disalurkan kepada masyarakat.

Selain itu, juga terdapat alat yang digunakan untuk penjernihan air yang sebelum dilakukan ke tempat pengolahan air yang lebih lanjut. Alat yang digunakan bernama Jar Test yang digunakan untuk pengujian air baku menjadi air bersih dengan menggunakan campuran bahan kimia. Alat lainnya yaitu Turbidity untuk mengetahui kekeruhan pada air dan Pt-Co untuk mengetahui nilai warna pada air tersebut.
Jar Test dilakukan dengan pencampuran PAC (Polyaluminium Chloride) yang diaduk selama 20 menit. Yang setelah itu air didiamkan selama 20 menit agar flok mengendap ke bawah.

“Awalnya saya hanya mempelajari teori polimer dan sifat-sifat bahan kimia di ruang kelas saat kuliah Fisika. Namun melalui magang ini, saya bisa melihat dan mempraktikkan langsung bagaimana teori tersebut digunakan untuk mengikat lumpur menggunakan Jar Test demi menghasilkan air bersih yang layak bagi masyarakat,” ujar Nabila.
Korelasi Teori Polimer dengan Praktik Lapangan
Menariknya, praktik pengolahan air ini berkaitan erat dengan mata kuliah Polimer yang pernah Nabila pelajari di jurusan Fisika. Di kampus, ia diajarkan mengenai berbagai macam jenis polimer beserta kegunaannya sesuai dengan kebutuhan. Kini, ia bisa melihat langsung pengaplikasian ilmu tersebut dalam industri pengolahan air. Selain itu, Nabila juga mengoperasikan alat Turbidity meter untuk mengukur tingkat kekeruhan air dan alat Pt-Co untuk mengetahui nilai warna pada air tersebut.
Mendukung Poin SDGs Global
Pengalaman magang ini memberikan pemahaman mendalam bagi Nabila tentang bagaimana rantai proses pengolahan air bersih bekerja. Terlebih, ketersediaan air bersih sangat penting bagi masyarakat dan sejalan dengan program Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya tujuan nomor 6 (memastikan ketersediaan dan pengelolaan air serta sanitasi yang berkelanjutan untuk semua) dan tujuan nomor 3 (memastikan kehidupan yang sehat dan mempromosikan kesejahteraan bagi semua di segala usia).
“Magang selama satu semester di Sub-Bagian Produksi PDAM Lamongan ini memberikan saya gambaran nyata tentang dunia kerja. Saya bersyukur bisa ikut berkontribusi dalam menjaga kualitas air baku di sini, karena pemenuhan air bersih ini adalah hal yang sangat krusial dan krusial bagi kesehatan masyarakat luas,” lanjutnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat memperoleh pengalaman kerja yang membuka peluang di dunia pendidikan dan industri. Di sisi lain, program ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi operasional PDAM Tirta Megilan Lamongan dalam pengelolaan air bersih.
Penulis: Nabila Salsabila
Mahasiswa Program Studi Fisika, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
Editor: Nilam Indahsari
Editor Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












