Tegal, MMI — Keterbatasan lahan bukan lagi penghalang untuk bercocok tanam. Sejumlah mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA Universitas Pancasakti Tegal melaksanakan kegiatan praktikum pada materi bioteknologi sederhana dengan tema pemanfaatan barang bekas sebagai media hidroponik.
Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan kemampuan analisis, keterampilan praktis, serta meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pemanfaatan limbah di lingkungan sekitar.
Praktikum dilaksanakan dengan menerapkan sistem hidroponik sederhana menggunakan metode wick system (sistem sumbu). Berbeda dengan instalasi hidroponik permanen yang umumnya menggunakan pipa paralon, kegiatan ini memanfaatkan galon air mineral bekas sebagai media utama.
Galon tersebut diisi dengan air yang telah dicampur larutan nutrisi AB Mix, kemudian pada bagian atasnya digunakan media tanam yang ditanami sayuran. Untuk mendukung proses penyerapan nutrisi, digunakan kain flanel sebagai sumbu yang mengalirkan larutan nutrisi ke akar tanaman melalui prinsip kapilaritas.
Proses Pelaksanaan Praktikum
Praktikum dilakukan melalui beberapa tahapan sebagai berikut:
- Penyemaian benih tanaman;
- Persiapan alat dan bahan dari barang bekas;
- Pembuatan sistem sumbu menggunakan kain flanel;
- Pemberian nutrisi AB Mix;
- Perawatan tanaman hingga siap panen.
Tanggapan Dosen Pengampu
Dosen pengampu praktikum, Isrotun Ngesti Utami, M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk melatih kreativitas mahasiswa dalam memanfaatkan barang bekas sekaligus mengembangkan keterampilan hidup.
“Melalui praktikum ini, mahasiswa diharapkan lebih kreatif dalam memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai guna. Hidroponik sederhana ini juga dapat diterapkan di rumah untuk memenuhi kebutuhan sayuran secara mandiri,” ujarnya.
Baca Juga: Pemberdayaan Masyarakat Desa Kluwut melalui Workshop Budidaya Hidroponik Berbasis Ramah Lingkungan
Manfaat dan Harapan Kegiatan
Pemanfaatan galon bekas dalam praktikum ini menjadi salah satu upaya nyata dalam mengurangi limbah plastik. Selain itu, metode ini juga memberikan solusi bercocok tanam yang ekonomis karena tidak memerlukan biaya besar seperti instalasi hidroponik permanen.
Hasil tanaman yang diperoleh dapat dikonsumsi sendiri sehingga lebih sehat dan bebas pestisida. Diharapkan mahasiswa mampu menerapkan ilmu yang telah diperoleh serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan lingkungan dan ketahanan pangan keluarga.
Penulis: Kelompok 3
1. Salisa Ikfi Saidah (1824600002)
2. Afra Zannuba Alika N. (1824600009)
3. Nayla Noor Khanifah (1824600010)
4. Septiana Putri Indarti (1824600011)
5. Habiebbah Zahra M. (18246000013)
6. Widya Ramadhani (1824600024)
Mahasiswa Pendidikan IPA Universitas Pancasakti Tegal
Dosen Pengampu: Wahyu Asri, M.Pd.
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI














