Mahasiswa PMM UMM 2025 dan Petani Kopi Srimulyo Jalani Proses Panen dan Olah Kopi Bersama

PMM UMM 2025
PMM UMM 2025 (Sumber: Penulis)

Malang, MMI – Suasana hangat dan penuh kebersamaan terlihat di Dusun Jabon, Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang (21/08/2025).

Pada Sabtu, 2 Agustus 2025, mahasiswa program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama para petani kopi setempat menghabiskan waktu sehari penuh untuk panen dan mengolah kopi bersama. Kegiatan ini menjadi ajang saling belajar sekaligus mempererat hubungan antara akademisi dan masyarakat desa.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

 

Semangat Panen di Kebun Kopi

Sejak pagi, mahasiswa dan petani kopi berbaur di kebun untuk memanen buah kopi yang telah matang. Mereka bergotong royong memetik kopi dari satu pohon ke pohon lainnya sambil bercanda dan berbagi cerita.

Momen ini menjadi pengalaman baru bagi mahasiswa, yang biasanya hanya menikmati kopi sebagai minuman, kini bisa melihat langsung bagaimana kopi dipanen di lapangan. Aktivitas ini juga memberi gambaran nyata tentang kerja keras petani dalam menghasilkan biji kopi berkualitas.

 

Proses Penjemuran dan Pemisahan Biji

Setelah panen, hasil kopi tidak langsung bisa digunakan. Mahasiswa membantu menjemur biji kopi di halaman terbuka di bawah sinar matahari. Setiap beberapa jam, mereka bersama petani membolak-balik biji agar kering merata dan tidak berjamur.

Baca juga: Melalui Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Pamulang Menerapkan Terobosan Baru kepada Kelompok Petani Kopi Paseban Mandiri, Bogor Jawa Barat

Selain itu, mahasiswa juga belajar proses pemisahan biji kopi dari kulitnya, yang membutuhkan kesabaran dan ketelitian. Dari sini mereka memahami bahwa menjaga kualitas kopi bukan hanya soal menanam, tetapi juga tentang pengelolaan pascapanen yang baik.

 

Pengolahan Kopi Awal

Tahap berikutnya adalah pengolahan awal. Mahasiswa ikut mencoba mengolah biji kopi agar siap dipasarkan. Mereka dikenalkan pada teknik dasar yang sering digunakan petani, seperti proses fermentasi sederhana hingga penyimpanan.

Bagi mahasiswa, pengalaman ini menjadi pengetahuan baru tentang rantai produksi kopi, sedangkan bagi petani, kehadiran mahasiswa menjadi tambahan tenaga dan semangat dalam menjalani rutinitas yang cukup melelahkan.

 

Keakraban dan Manfaat Bersama

Selain bekerja, suasana kebersamaan antara mahasiswa dan petani terasa begitu akrab. Mereka saling bertukar cerita tentang kehidupan di kampus dan di kebun, menciptakan ikatan emosional yang hangat.

Kami senang ada mahasiswa yang mau terjun langsung. Mereka cepat belajar dan tidak ragu membantu dari awal sampai akhir,” ungkap salah satu petani kopi Dusun Jabon dengan senyum. Mahasiswa pun mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga, baik soal teknis pertanian maupun nilai kebersamaan dan kerja sama.

 

Harapan ke Depan

Kegiatan ini memberikan manfaat ganda. Mahasiswa memperoleh ilmu praktis yang tidak bisa mereka temukan di ruang kelas, sedangkan petani terbantu dengan tambahan tenaga saat musim panen.

Lebih jauh lagi, kegiatan semacam ini diharapkan dapat terus dilakukan agar tercipta hubungan jangka panjang antara perguruan tinggi dan masyarakat desa. Sinergi seperti ini diyakini dapat mendukung keberlanjutan produksi kopi lokal sekaligus menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap sektor pertanian.

 

Penulis: PMM UMM Desa Srimulyo 2025
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses