Palangka Raya, MMI – Mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Brawijaya (UB) yang tengah menjalankan program magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) berkontribusi dalam pembinaan kesehatan mental bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya.
Program magang ini dilaksanakan selama kurang lebih tiga bulan, terhitung sejak Februari hingga April 2026.
Selama periode tersebut, mahasiswa tidak hanya melakukan observasi, tetapi juga terlibat aktif dalam berbagai kegiatan pembinaan, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan mental dan psikososial warga binaan.
Sebanyak 31 orang WBP mengikuti kegiatan psikoedukasi manajemen stres yang dilaksanakan di Aula Lapas, Kamis (5/3/2026).
Kegiatan ini bertujuan membantu peserta mengenali stres, mengelola emosi, serta menerapkan teknik sederhana untuk menjaga ketenangan selama menjalani masa pembinaan.
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik, Dhika Swastika, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa program pembinaan di lapas tidak hanya berfokus pada keterampilan kerja, tetapi juga mencakup pembinaan mental.
“Melalui kegiatan psikoedukasi ini, diharapkan warga binaan dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan dalam mengelola stres secara lebih baik,” ujarnya.
Materi psikoedukasi disampaikan oleh mahasiswa Psikologi UB, Gozfrita Puindior, yang memaparkan pengertian stres, perbedaan stres positif dan negatif, serta berbagai faktor pemicu stres selama masa pembinaan.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai dampak stres terhadap kondisi fisik, emosi, dan perilaku apabila tidak dikelola dengan baik.
Selain itu, peserta diperkenalkan pada strategi coping adaptive, seperti teknik pernapasan relaksasi, pengelolaan pikiran negatif menjadi lebih positif, serta cara mengenali dan mengekspresikan emosi secara sehat.
Penyampaian materi dilakukan dengan contoh situasi sehari-hari agar lebih mudah dipahami dan relevan dengan pengalaman peserta.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung teknik relaksasi.

Peserta diajak melakukan latihan pernapasan secara bertahap, mulai dari mengatur posisi tubuh yang nyaman, mengatur ritme napas, hingga memusatkan perhatian untuk mengurangi ketegangan fisik dan emosional.
Suasana berlangsung kondusif dan peserta mengikuti kegiatan dengan antusias.
Gozfrita menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata penerapan ilmu psikologi di lapangan.
Menurutnya, psikoedukasi ini diharapkan dapat membekali warga binaan dengan keterampilan praktis dalam menjaga stabilitas emosi, baik selama menjalani masa pembinaan maupun saat kembali ke masyarakat.
“Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dalam mendukung upaya rehabilitasi psikologis warga binaan,” ungkapnya.
Sebagai wujud nyata kolaborasi antara lembaga pemasyarakatan dan dunia pendidikan, kegiatan ini juga dilengkapi dengan pembagian leaflet berjudul “Pahami Stres & Kelola dengan Baik”.

Leaflet tersebut memuat ringkasan materi, tanda-tanda stres, serta langkah-langkah sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri.
Media edukasi ini diharapkan dapat menjadi panduan praktis bagi warga binaan dalam menjaga keseimbangan psikologis, bahkan setelah kegiatan psikoedukasi berakhir.
Penulis: Gozfrita Puindior Simamora
Mahasiswa Prodi Psikologi, Universitas Brawijaya
Aktif Juga sebagai Staf Ahli Departemen Humas UKM Formapi UB (Feb – Des 2025)
Dosen Pengampu: Ulifa Rahma, S.Psi., M.Psi.
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












