Mahasiswa Untag Surabaya Dampingi Warga Kota Surabaya dalam Memanfaatkan Limbah Sampah, Ini yang Dilakukan!

Magang
Mahasiswa Untag Surabaya.

Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya turut serta dalam melakukan pendampingan kepada masyarakat untuk menjadi Kampung Zero Waste melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) DLH Kota Surabaya.

Pada kesempatan kali ini mahasiswa Untag Surabaya, Nurul Qomariyatun Zulfah membantu RW 1 Tambaksari, Kota Surabaya dalam program Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya untuk mengurangi limbah sampah yang ada.

“Saya melakukan kegiatan pendampingan kepada masyarakat selama 4 bulan dimulai sejak Agustus hingga November mendatang dan saya didampingi oleh Ibu Rizkya Dwijayanti S.IP.,M.IP, selaku dosen pendamping dari Untag Surabaya dan Bapak Deny Setiawan selaku pendamping lapangan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya,” kata Nurul Qomariyatun Zulfah, selaku mahasiswa MBKM DLH Untag Surabaya.

Bacaan Lainnya
DONASI

Nurul mengatakan, keiatan MBKM DLH ini lebih berfokus pada pengurangan sampah yang ada di Kota Surabaya terutama pada kampung yang terdaftar sebagai Kampung Zero Waste (KZW). Adanya kegiatan ini dikarenakan sudah banyaknya timbunan sampah pada TPS Benowo sebagai tempat pembuangan sampah terakhir di Kota Surabaya.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi timbunan sampah dari TPS Benowo salah satunya dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah organik dan anorganik dari setiap rumah. DLH Kota Surabaya bekerjasama dengan mahasiswa Untag Surabaya untuk melalukan pendampingan dan pembinaan kepada masyarakat.

Nurul menuturkan, beberapa hal yang dapat dilakukan oleh mahasiswa untuk mengatasi permasalahan yang ada. Pengelolaan sampah rumah tangga dapat dilakukan dengan melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik. Pengelolaan sampah organik dapat dilakukan dengan cara pembuatan komposter dan sebagai makanan maggot.

Sampah anorganik juga dapat menjadi nilai yang berguna dan bermanfaat jika dikelola dengan baik. Salah satu hal yang dapat dilakukan yakni membuat kerajinan tas dari tutup botol plastik dan membuat keranjang pakaian dari botol pastik.

“Dengan menerapkan pemilahan dan pemanfaatan sampah dengan prinsip 3R: Reuse, Reduce, dan Recyle, kita dapat membantu menciptakan lingkungan yang asri dan meminimalisir timbunan sampah yang ada di TPS Benowo. Dan ternyata masyarakat masih banyak yang tidak menerapkan hal tersebut, meskipun tidak langsung berdampak besar tetapi jika diterapkan dari setiap rumah dapat membantu pengurangan dari pecemaran lingkungan,” paparnya.

Penulis:

Nurul Qomariyatun Zulfah
Mahasiswa Administrasi Publik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Editor: Ika Ayuni Lestari

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI