Bantul, MMI – Sebanyak 44 mahasiswa dan dosen dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mengikuti acara International Community Service (ICS) yang diselenggarakan selama tiga hari, mulai 19 hingga 22 Mei 2025, di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (21/10/2025).
Acara ini diikuti oleh 35 kampus dari empat negara yang berkolaborasi dalam pengabdian masyarakat yang berfokus pada pengimplementasian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Kabupaten Bantul dikenal kaya dengan potensi budaya, alam, dan ekonomi, namun masih menghadapi tantangan seperti kemiskinan, keterbatasan akses pendidikan dan kesehatan, serta isu lingkungan.
Program ICS ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan multidisipliner yang melibatkan perguruan tinggi, lembaga internasional, dan komunitas lokal, sebagai model pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Para peserta program mengunjungi berbagai objek berbasis komunitas di Bantul, di antaranya Batik Giriloyo, Kerajinan Rajut (Knitting Crafts), Kelompok Wanita Tani, Kerajinan Wayang, serta produksi Herbal Tea Production (Teh Gurah), Wedang Uwuh, dan Kerajinan Bambu.
Selain itu, mereka juga berkunjung ke Pustaka Desa Wukirsari, BUMDES (Village-Owned Enterprises) di Wukirsari, SMPN 3 Imogiri, dan lokasi produksi Keripik Sagu Imogiri.

Salah satu lokasi yang menarik perhatian peserta adalah Herbal Tea Production (Teh Gurah) di Desa Wukirsari, yang merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) unggulan.
Teh Gurah adalah teh herbal tradisional yang dikenal karena manfaat kesehatan dan proses produksinya yang menggunakan tumbuhan asli daerah.
Produksi teh ini tidak hanya memberikan penghasilan tetap bagi petani lokal, tetapi juga menjadi simbol kekayaan sumber daya alam dan pengetahuan tradisional masyarakat setempat.
Mahasiswa UPGRIS melakukan sosialisasi bersama pemilik usaha dan langsung menyaksikan proses produksi teh herbal ini, mulai dari penanaman, pengolahan, hingga pengemasan produk.
Kegiatan tersebut memberikan wawasan bagi mahasiswa mengenai praktik bisnis berkelanjutan yang berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat lokal.
Delegasi UPGRIS mengaku mendapatkan pengalaman berharga dan inspirasi untuk menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan dalam aktivitas sosial dan akademik mereka.
Acara ini juga menguatkan jaringan internasional dan kerja sama antar kampus dalam pengembangan solusi berbasis komunitas.
Dengan program ICS ini, diharapkan mahasiswa dapat membawa pulang ilmu dan pengalaman yang bermanfaat serta berkontribusi nyata untuk kemajuan masyarakat di daerah asalnya.
Penulis: Atiqah Farahidatul Aliya
Mahasiswa Prodi Manajemen, Universitas PGRI Semarang
Dosen Pengampu: Rr. Hawik Ervina Indiworo, S.E, M.M.
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












