Mantan Pimpinan DPRD Tewas Tertimpa Alat Berat saat Distribusi Bantuan Banjir

Mantan Pimpinan DPRD Tewas Tertimpa Alat Berat
Banjir besar menggenangi pemukiman warga di Sumatra, sementara proses evakuasi dan distribusi bantuan terus berlangsung. (Foto: Dok. Penulis)

Pasaman, MMI – Mantan Ketua DPRD Pasaman, Syahrizal Yusuf, meninggal dunia setelah tertimpa alat berat jenis eskavator saat hendak menyalurkan bantuan untuk korban banjir, pada 3 Desember 2025 (3/12/2025).

Peristiwa ini terjadi di tengah cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir meluas di sejumlah wilayah Sumatra.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Seorang mantan pejabat daerah tewas akibat kecelakaan kerja: tertimpa alat berat ekskavator saat hendak mengantarkan bantuan bencana. Korban adalah Syahrizal Yusuf, mantan Ketua DPRD Kabupaten Pasaman periode 2009–2014.

Kawasan Simpang Alahan Mati, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Rabu, 3 Desember 2025.

Berdasarkan keterangan dari kepolisian setempat, kecelakaan bermula ketika sebuah truk pengangkut alat berat (eskavator) melintas di jalur ke lokasi banjir, membawa bantuan. Truk tersebut dikemudikan dari arah Kumpulan menuju Malampah.

Sesampainya di kawasan Simpang Alahan Mati, terjadi kemacetan panjang. Korban, yang hendak membantu distribusi, turun dari mobil untuk mengecek penyebab kemacetan.

Baca Juga: Perhutani dan Tata Kelola Hutan Disorot Pasca Banjir Bandang di Sumatera

Saat itulah, alat berat dilaporkan terjatuh dari truk dan menimpa korban. “Korban hendak mengantarkan bantuan bencana. Namun saat berjalan, tiba-tiba alat berat yang dibawa mobil tronton jatuh dan menimpa korban,” kata Iptu Afrizal, Kasat Lantas Polres Pasaman, menjelaskan kronologi kecelakaan.

Insiden kecelakaan yang menewaskan Syahrizal Yusuf menjadi duka tambahan di tengah bencana yang tengah melanda Sumatra.

Pihak kepolisian setempat telah mengonfirmasi peristiwa ini, sementara proses penyaluran bantuan dan evakuasi korban banjir terus dijalankan oleh BNPB dan pemerintah daerah.

Kejadian ini sekaligus menyiratkan betapa kritisnya situasi di lokasi bencana—di mana risiko kecelakaan bisa muncul kapan saja, bahkan saat upaya kemanusiaan.

 

Penulis: Wila Al Fihan (250531100195)
Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi, Universitas Trunojoyo Madura

Dosen Pengampu: Rio Kurniawan, S.I.Kom., M.I.Kom.

Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses