Menyulap Keterbatasan Menjadi Keindahan: Peran Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya dan BK3S dalam Mendukung Kanta Craft dalam Industri Kerajinan Tas Berbahan Tekstil

BK3S (Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial) Provinsi Jawa Timur merupakan organisasi sosial independen yang mendukung program dan kegiatan pemerintah dalam bidang pemberdayaan dan pelayanan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

Organisasi ini aktif dalam pengembangan dan mobilisasi Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS), serta penanganan permasalahan sosial di Jawa Timur.

BK3S bekerja sama dengan pemerintah dan berbagai organisasi sosial, baik di tingkat nasional maupun daerah, untuk membangun masyarakat yang peka sosial. Salah satu program unggulan BK3S adalah kemitraan dengan Kanta Craft, sebuah UMKM yang mengkhususkan diri dalam produksi tas, dompet, dan souvenir berbahan tekstil dari limbah kain perca.

Bacaan Lainnya
DONASI

Baca juga: KKN Untag Surabaya 2024: Pentingnya Manajemen Sumber Daya Manusia dan Teknik Marketing Menggunakan Media Sosial Tiktok di Era Saat Ini

Ahmadi, pemilik Kanta Craft, telah mengubah limbah tersebut menjadi produk-produk cantik dan bernilai ekonomi tinggi. Selain menghasilkan produk berkualitas, Kanta Craft juga memberikan pelatihan keterampilan bagi orang-orang berkebutuhan khusus, termasuk disabilitas.

Kisah sukses Kanta Craft dimulai dari kecintaan Ahmadi pada kerajinan tangan. Ia sering mengunjungi tempat-tempat menjahit dan melihat banyaknya sisa kain perca yang terbuang sia-sia. Melihat potensi kain perca untuk diolah menjadi produk yang bernilai jual, Ahmadi memutuskan untuk mencoba memanfaatkannya.

Tantangan terbesar yang dihadapi adalah keterbatasan modal, namun hal tersebut tidak mengurangi semangatnya. Dengan memanfaatkan kain perca yang tersedia, Ahmadi mulai menciptakan produk-produk yang menarik dan berkualitas.

Dalam proses kreatifnya, Ahmadi mendapatkan banyak inspirasi dari berbagai sumber, termasuk Pinterest dan desain di media sosial. Namun, ia selalu melakukan modifikasi dan inovasi agar produk yang dihasilkan memiliki ciri khas tersendiri. Proses pembuatan produk dimulai dengan pemotongan pola dari kain kertas, kemudian memotong busa dan kain sesuai pola tersebut.

Selanjutnya, kain-kain tersebut dijahit dan ditempelkan pada busa. Tahap berikutnya adalah bordir dan perakitan, dimana semua komponen dijahit menjadi satu. Setelah produk selesai dirakit, langkah terakhir adalah proses pressing menggunakan mesin untuk memastikan produk rapi dan siap dikemas. Produk-produk yang dihasilkan oleh Kanta Craft tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki kualitas yang baik sehingga dapat bersaing di pasar.

Keberhasilan Kanta Craft tidak hanya diakui di tingkat lokal, tetapi juga di tingkat nasional. Ahmadi telah beberapa kali mewakili Jawa Timur dalam pameran-pameran bergengsi, termasuk pameran InaCraft, yang merupakan pameran kerajinan terbesar di Indonesia.

Partisipasi dalam pameran ini memberikan kesempatan bagi Kanta Craft untuk mempromosikan produknya ke pasar yang lebih luas dan menarik lebih banyak pelanggan. Selain itu, penghargaan yang diterima juga menjadi bukti bahwa produk Kanta Craft memiliki kualitas yang diakui dan diterima oleh masyarakat luas.

Visi Kanta Craft adalah memberdayakan ibu rumah tangga dengan memberikan mereka kesempatan untuk bekerja setelah menyelesaikan tugas-tugas rumah tangga. Dengan memberikan pelatihan dan pekerjaan kepada ibu rumah tangga, Kanta Craft berharap dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.

Penjualan produk Kanta Craft sebagian besar diperoleh dari pesanan, baik dari dalam maupun luar negeri. Pameran-pameran yang diikuti tidak hanya sebagai ajang promosi tetapi juga sebagai sarana untuk memperluas jaringan dan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak.

Selain itu, media sosial seperti Instagram menjadi platform penting bagi Kanta Craft dalam mempromosikan produk-produk mereka. Melalui Instagram, Kanta Craft dapat menjangkau pelanggan potensial dengan lebih efektif dan efisien. Konten-konten menarik yang dibuat oleh tim Kanta Craft mampu menarik minat banyak orang untuk membeli produk-produk mereka.

Kolaborasi antara Kanta Craft dan BK3S semakin diperkuat dengan adanya kontribusi dari mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, seperti Yulita Avin. Selama magang di Kanta Craft, Yulita bertugas sebagai desain grafis seperti membuat desain brosur, kartu nama, hangtag, serta melakukan fotografi produk dan pembuatan konten untuk promosi.

Baca juga: Mengenal Pangan Aman, Sehat, dan Halal untuk Meninjau Keamanan Produk Pelaku UMKM

Selain itu, Yulita juga mempelajari keterampilan menjahit dan berinteraksi langsung dengan para penyandang disabilitas yang bekerja di Kanta Craft. Pengalaman ini memberikan Yulita wawasan yang luas tentang pentingnya pemberdayaan dan kemandirian bagi penyandang disabilitas.

“Di Kanta Craft saya belajar bahwa setiap orang memiliki potensi yang luar biasa terlepas dari keterbatasan fisik yang dimiliki. Melalui kreativitas dan semangat gotong royong, kita bisa menciptakan produk yang tidak hanya indah tetapi juga bermanfaat bagi banyak orang,” ungkap Yulita.

Selain itu, Yulita juga menekankan pentingnya kolaborasi antara organisasi sosial seperti BK3S dengan UMKM untuk menciptakan dampak yang lebih besar dalam masyarakat. “Kerja sama antara BK3S dan Kanta Craft menunjukkan bagaimana sinergi antara sektor sosial dan ekonomi dapat memberikan solusi nyata untuk permasalahan kesejahteraan sosial.

Ini adalah contoh konkret bagaimana kita bisa membangun masyarakat yang lebih inklusif dan berdaya,” tambahnya.

Melalui magang ini, Yulita tidak hanya memperoleh pengalaman praktis dalam bidang komunikasi tetapi juga memperkaya pemahamannya tentang nilai-nilai sosial dan pemberdayaan. Kontribusinya di Kanta Craft diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan inspirasi bagi mahasiswa lain untuk turut serta dalam kegiatan-kegiatan yang memiliki dampak positif bagi masyarakat.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh BK3S dan mitra-mitranya, termasuk Kanta Craft, diharapkan semakin banyak PMKS yang mendapatkan kesempatan untuk berkembang dan mandiri.

Keberhasilan Kanta Craft dalam mengubah limbah kain perca menjadi produk bernilai tinggi merupakan contoh nyata bagaimana kreativitas dan semangat wirausaha dapat mengatasi keterbatasan. Kolaborasi dengan BK3S dan kontribusi dari mahasiswa seperti Yulita Avin menunjukkan bahwa sinergi antara sektor sosial dan ekonomi dapat memberikan solusi nyata untuk permasalahan kesejahteraan sosial.

Baca juga: Keterasingan dalam Kebisingan: Psikologi Ketidakmampuan Memisahkan Diri dari Media Sosial dalam Zaman Kehadiran Konstan

Melalui program-program pemberdayaan dan pelatihan, Kanta Craft tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi para pekerjanya tetapi juga memberdayakan mereka untuk mandiri dan berdaya. Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Kanta Craft diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan inspirasi bagi banyak orang untuk menciptakan perubahan positif dalam masyarakat.

Penulis: Yulita Avin Ona Juti

Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Editor: Anita Said

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Ikuti berita terbaru di Google News

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI