Gresik – Suasana Balai Desa Ngampel, Kecamatan Balongpanggang, terlihat berbeda pada hari Minggu (24/5). Puluhan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari Desa Ngampel tampak antusias mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat yang digelar oleh dosen Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Universitas Sunan Gresik (USG).
Mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Pendampingan Terpadu Dasar Kewirausahaan, Pengelolaan Keuangan, Inovasi Kemasan, dan Strategi Pemasaran Digital UMKM di Desa Ngampel”, kegiatan ini bertujuan untuk mengangkat potensi lokal budidaya dan pengolahan lele yang selama ini menjadi andalan warga setempat.
Kegiatan yang berlangsung meriah dan edukatif ini diinisiasi oleh tim dosen USG yang terdiri dari Ketua Tim Moch. Iqbal Satria Pratama, S.Pi., M.Si, serta anggota Nafa Ya’la Arrahmi, S.Pi., M.Tr.Pi dan Permata Kardina Putra, S.A., M.Ak. Menurut Moch. Iqbal, program ini lahir dari keprihatinan terhadap masih banyaknya pelaku UMKM di Desa Ngampel yang mengelola usaha secara konvensional.
“Desa Ngampel memiliki potensi besar pada produk lele segar, lele marinasi, dan lele katsu. Namun, pemasaran masih terbatas, kemasan belum standar, dan manajemen keuangan belum tertata. Kami hadir untuk memberikan solusi terpadu agar UMKM di sini bisa naik kelas,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Pendampingan yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktik langsung atau “learning by doing”. Para peserta diajak menyusun rencana bisnis sederhana berbasis “Business Model Canvas” (BMC), diajarkan cara memisahkan keuangan pribadi dan usaha, serta dilatih menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) agar penetapan harga jual lebih akurat.
“Selama ini kami sering bingung menentukan harga jual karena tidak tahu biaya produksi sebenarnya. Setelah dapat pendampingan ini, saya jadi lebih paham dan percaya diri,” ungkap Dicky Andrianto, SP, selaku pemilik UMKM Zea Zhafira Persada yang menjadi mitra utama dalam kegiatan ini.
BACA JUGA: Ketika Negara Menjadi Pasar: MBG sebagai Mesin Pertumbuhan UMKM Pangan Lokal
Tak hanya soal manajemen dan keuangan, peserta juga mendapatkan pelatihan pemasaran digital serta inovasi kemasan dan branding. Tim dosen memandu para pelaku UMKM untuk mengoptimalkan penggunaan “WhatsApp Business” dan media sosial sebagai kanal promosi, serta membuat katalog produk dan konten promosi yang menarik.
Sementara itu, pelatihan pengemasan dan label produk menjadi perhatian khusus mengingat produk olahan lele membutuhkan jaminan mutu dan higienitas. Dengan bantuan aplikasi desain sederhana seperti Canva, para peserta didampingi merancang logo, label, dan kemasan yang lebih informatif serta menarik.
“Kemasan yang baik akan meningkatkan kepercayaan konsumen dan nilai jual produk,” tambah Nafa Ya’la Arrahmi, anggota tim pengabdi.
Kegiatan ini juga selaras dengan kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) dan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi. Sebanyak tiga mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Perikanan dilibatkan secara aktif sebagai asisten fasilitator, membantu pendampingan lapangan, dokumentasi, hingga pengumpulan data.
“Kami tidak hanya mengajar, tetapi juga memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa untuk belajar di luar kampus melalui pemberdayaan masyarakat,” jelas Permata Kardina Putra yang bertanggung jawab pada aspek manajemen keuangan dan pemasaran digital.
Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan UMKM binaan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan berdaya saing. Ke depan, tim pengabdi berkomitmen untuk terus melakukan monitoring dan evaluasi, serta membuka ruang konsultasi bagi mitra melalui grup komunikasi daring.
“Kami ingin program ini berkelanjutan. Desa Ngampel memiliki potensi besar, dan kami siap mendampingi agar potensi itu benar-benar membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” tutup Moch. Iqbal. Antusiasme peserta yang tinggi dan komitmen kuat dari mitra menjadi modal awal yang baik bagi transformasi UMKM Desa Ngampel menuju ekonomi lokal yang lebih mandiri dan modern.
Penulis: Moch. Iqbal Satria Pratama
Universitas Sunan Gresik
Editor: Darsono. AR
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI














