Pameran Batik Nitik, Ajang Mengenalkan Batik Nitik ke Seluruh Nusantara

Batik
Batik Nitik

Museum Tekstil Jakarta yang berlokasi di Jalan K.S. Tubun 2-4 Jakarta Barat mengadakan sebuah Pameran. Pameran itu sendiri mengenalkan Batik Nitik. Acara Pameran Batik Nitik ini digelar pada tanggal 12 Oktober-12 November 2022.

Sebelumnya, ada beberapa rangkaian acara di Pameran Batik Nitik itu sendiri. Mulai dari Pameran Wastra, Webinar/ Seminar, Lomba Video Kreratif, hingga Workshop Membatik.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Kata nitik berasal dari bahasa Jawa yang berarti “membuat Nitik”. Batik Nitik sangat unik karena tersusun dari titik-titik segi empat yang membentuk bidang geometris yang bersulang. Saat ini, motif nitik masih diproduksi di daerah Yogyakarta yang sudah mempunyai Paguyuban Batik Tulis Nitik.

Baca Juga: Menanamkan Jiwa Kewirausahaan di Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah dengan Membuat Batik Jumputan

Paguyuban ini pada bulan November telah mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis (IG) dengan nama Batik Tulis Nitik Yogyakarta.

Di Pekalongan dikenal ragam hias yang menyerupai Batik Nitik Yogyakarta dikenal dengan nama Jlamprang. Konon dahulu Jlamprang disakralkan karena dipercaya mempunyai kekuatan mistis.

Meskipun kepercayaan ini sudah hilang, Batik Jlamprang masih digunakan pada upacara-upacara ritual sebagian masyarakat Pekalongan

“Pameran Batik Nitik, kami selenggarakan sejak tanggal 12 Oktober sampai 12 November 2022, menampilkan sekitar 80 kain batik, dengan tema Keindahan dalam Kesederhaan,” kata Dewi Noviana, Satuan Pelaksana Pelayanan Museum Tekstil Indonesia, Kamis (03/11/2022).

Pameran Batik Nitik dikemas dalam tatanan yang indah lengkap dengan tata pencahayaan lampu, sehingga pengunjung dapat mengamati langsung motif batik tersebut.

Tata pencahayaan lampu.

Baca Juga: Perkembangan Batik Tulis di Masa Pandemi

Meski demikian, oleh petugas selalu diingatkan agar pengunjung tidak memegang kain batik yang dipamerkan, guna menjaga kebersihan serta keawetan kain batik tulis tersebut.

Penulis: Farhiz Gentar Permadi
Mahasiswa Film dan Televisi Institut Seni Indonesia

Editor: Ika Ayuni Lestari

Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses