Medan – Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di Rumah Sakit Mitra Medika Premiere Medan yang diketuai bapak Agus Surya Bakti, S.Kep, Ns, M.Kep selaku Dosen Prodi Sarjana Keperawatan dan Profesi Ners. (10/7/2025)
Kegiatan pengabdian masyarakat dengan rangkaian acara memberikan penyuluhan berjudul “Pelatihan Dan Pendampingan Budaya 5r Bagi Tenaga Kesehatan Untuk Membangun Lingkungan Kerja Yang Aman, Bersih Dan Produktif di Rumah Sakit Mitra Medika Premiere”.
Pada Tanggal 10 Juli 2025 Pukul 09.00 Wib. Upaya dan usaha yang dilakukan Dosen Institut Kesehatan Helvetia bertujuan untuk melakukan edukasi kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan terkait Budaya 5r Bagi Tenaga Kesehatan Untuk Membangun Lingkungan Kerja Yang Aman, Bersih Dan Produktif Rumah Sakit Mitra Medika Premiere Medan.
Ketua Tim Bapak Agus Surya Bakti, S.Kep, Ns, M.Kep mengatakan bahwa para tenaga kesehatan khususnya perawat harus bisa meningkatkan kebiasaan positif dengan cara membangun dan memelihara sebuah lingkungan kerja yang bermutu.
Program penerapan Budaya 5R adalah penciptaan dan pemeliharaan lingkungan kerja secara baik, bersih, efektif, dan berkualitas tinggi di tempat kerja dan dapat menjadi indikator apakah suatu pekerjaan akan berjalan lancar atau tidak.
Baca Juga:Penerapan Komunikasi Terapeutik dalam Pelayanan Kebidanan di Rumah Sakit Mitra Medika Premiere
Penerapan budaya 5R dapat dilakukan seiring dengan peningkatan kedisiplinan lingkungan sekitar tempat pekerjaan, dimulai dengan penyederhanaan penyimpanan peralatan yang diperlukan di lingkungan kerja, rapi dalam penataan, resik, rawat dan dirawat serta dilakukan secara terus menerus akan menjadikan sebuah tempat kerja yang menyenangkan melalui pembentukan disiplin kerja.
Hasil yang didapatkan setelah dilakukan pengabdian masyarakat Tanggal 10 Juli 2025 yakni Para tenaga kesehatan berperan aktif dan mau ikut serta dalam Membangun Lingkungan Kerja Yang Aman, Bersih dan Produktif di RS Mitra Medika Premiere.
Lima R atau lima S adalah organisasi tempat kerja yang menggunakan daftar lima kata berbahasa Jepang yaitu seriri, seiton, seiso, seiketsu, dan shitsuke.
Kelima S ini menjelaskan cara mengatur ruang kerja untuk efisiensi dan efektivitas dengan mengidentifikasi dan menyimpan barang-barang yang digunakan, mempertahankan area dan item barang. Biasanya terdapat peraturan yang dibangun berdasar kesepakatan dan standar yang mengatur setiap individu didalamnya selama bekerja.
Pada dasarnya pengabdian kepada masyarakat yang sudah dilakukan sangat penting untuk memberikan informasi wawasan serta pengetahuan pada tenaga kesehatan. Keinginan atau motivasi para perawat sangat berpengaruh terhadap sukses atau tidaknya penyampaian edukasi ke masing-masing perawat.
Penulis:
Ketua : Agus Surya Bakti S.Kep, Ns, M.Kep
Anggota 1 : Ani Rahmadhani Kaban, S.Kep., Ns., M.Kep
Anggota 2 : Yustisia Maharani Putri, S.Kep., Ns., M.Kep
Dosen Program Studi Sarjana Keperawatan dan Profesi Ners, Institut Kesehatan Helvetia
Editor: I. Khairunnisa
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













