Edukasi Peningkatan Status Gizi Anak dengan Pendekatan Positive Deviance pada Anak di Bawah Lima di Puskesmas Labuhan Deli

Edukasi Peningkatan Status Gizi Anak dengan Pendekatan Positive Deviance pada Anak di Bawah Lima di Puskesmas Labuhan Deli
Sumber: Dokumentasi Pribadi

Deli Serdang – Masalah gizi, seperti kekurangan gizi pada anak, masih menjadi tantangan di banyak daerah, terutama di komunitas dengan sumber daya terbatas.

Berbagai intervensi telah dilakukan, tetapi banyak yang tidak berkelanjutan karena bergantung pada bantuan eksternal.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Salah satu pendekatan yang terbukti efektif dan berkelanjutan adalah Positive Deviance (PD), yang berfokus pada pemanfaatan praktik positif yang sudah ada di dalam komunitas itu sendiri.

Para Dosen dan mahasiswa di Institut Kesehatan Helvetia memiliki inisiatif untuk melakukan pengabdian masyarakat membawa misi edukasi langsung ke ibu yang memiliki anak dibawah lima tahun menawarkan wawasan yang berharga tentang topik yang penting namun sering diabaikan.

Kegiatan ini ketuai oleh Bd. Ramadhani Syafitri Nasution, S.ST., M.KM., yang beranggotakan Yuniati, S.KM., M.Kes., dan Miskah Afriani, M.Psi. serta melibatkan mahasiswa yaitu Sellyana Rosa dan Rizky Amelia.

Ditemani semangat penuh dan pengetahuan yang mendalam, para dosen dan mahasiswa dari Institut Kesehatan Helvetia menjalankan upaya pengabdian masyarakat yang mengarah pada pemahaman yang lebih baik tentang perilaku penyimpangan positif untuk status gizi anak pada ibu yang memiliki anak dibawah lima tahun.

Baca Juga: SEGO (Sosialisasi Edukasi Gizi Optimal)

Pengabdian dengan topik Edukasi Peningkatan Status Gizi Anak dengan Pendekatan Positive Deviance ini menarik untuk disampaikan kepada ibu yang memiliki anak dibawah lima tahun karena merupakan solusi untuk mencegah gizi buruk yang solusinya sebenarnya ada di masyarakat itu sendiri dengan melakukan perilaku yang ada sehari-hari dilakukan.

Dengan demikian, menjaga kesehatan anak dengan melakukan praktik pemberian makan, pola asuh, kebersihan dan perawatan kesehatan dapat dilakukan sehari-hari dengan memanfaatkan budaya lokal yang ada.

Artikel ini mencakup pengetahuan dasar tentang praktik pemberian makan, pola asuh, kebersihan, dan perawatan kesehatan dengan referensi yang relevan dan sistematis.

 

Acara Edukasi Peningkatan Status Gizi Anak dengan Pendekatan Positive Deviance ini tidak hanya melibatkan penyampaian informasi, tetapi juga melakukan simulasi dan role play (menciptakan ruang untuk diskusi terbuka dan pertanyaan).

Ibu-ibu diajak untuk merasa nyaman berbicara tentang praktik yang dilakukan sehari-hari dan bertukar pikiran mengenai pertumbuhan dan perkembangan sesuai usia anaknya.

Dosen-dosen ini menggunakan pendekatan yang inklusif dan mendukung, memastikan bahwa setiap peserta merasa didengar dan dihormati.

Baca Juga: Program Gizi Ibu Hamil: Sudah Siapkah untuk Menghadapi Masalah Gizi di Masa Kini dan Mendatang?

Dalam sesi edukasi tersebut, para dosen menyampaikan informasi tentang definisi positive deviance, praktik positive deviance, serta cara melakukan praktik positive deviance sehari-hari.

Selain itu, para dosen juga menyediakan sumber daya tambahan, seperti modul dan kontak sumber daya terkait, agar ibu dapat terus belajar dan mendapatkan bantuan ketika diperlukan.

Hal ini diharapkan dapat mengubah paradigma ibu tentang pentingnya kesehatan anak dan mendorong mereka untuk melakukan praktik yang sebenarnya sudah ada disekitar mereka yang berdampak pada pencegahan gizi buruk pada anak.

Respon ibu terhadap materi yang disampaikan dalam kegiatan pengabdian masyarakat “Edukasi Peningkatan Status Gizi Anak dengan Pendekatan Positive Deviance” adalah positif.

 

Mereka antusias mengikuti edukasi dan memperhatikan dengan baik setiap aspek yang disampaikan.

Kegiatan ini juga menciptakan lingkungan yang kondusif bagi ibu untuk mempraktikan dan berkembang secara optimal.

 

Penulis:
1. Bd. Ramadhani Syafitri Nasution, S.ST., M.KM.
2. Yuniati, S.KM., M.Kes.
3. ⁠Miskah Afriani, M.Psi.
4. ⁠Sellyana Rosa
5. ⁠Rizky Amelia
Dosen dan Mahasiswa D3 Prodi Kebidanan, Institut Kesehatan Helvetia

Dosen Pengampu: KDK II

Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses