Pembelajaran sastra kerap dipersepsikan sekadar sebagai pelengkap dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Padahal, dalam praktik pembelajaran di kelas VII MTs Azzainiyyah, sastra justru menjadi ruang yang memungkinkan siswa belajar memahami diri dan lingkungannya secara lebih manusiawi.
Dalam pembelajaran sehari-hari, sastra tidak diposisikan sebatas materi hafalan unsur intrinsik. Siswa diajak membaca puisi, cerpen, dan teks sastra lain melalui pendekatan yang dekat dengan pengalaman mereka. Pertanyaan yang diajukan pun tidak berhenti pada “apa tema dan amanatnya”, melainkan diarahkan pada dialog: bagian mana yang paling mereka rasakan, pengalaman apa yang terasa serupa, dan nilai apa yang bisa mereka petik dari teks tersebut.
Pendekatan ini perlahan mengubah dinamika kelas. Siswa yang semula pasif mulai berani mengemukakan pendapat, baik dalam diskusi maupun melalui tulisan sederhana. Dari respons mereka, terlihat bahwa sastra dapat menjadi medium yang aman untuk menyampaikan pikiran dan perasaan yang selama ini sulit diungkapkan secara langsung.
Pembelajaran sastra juga membuka ruang pembentukan karakter. Melalui tokoh, konflik, dan alur cerita, siswa belajar memahami empati, kejujuran, tanggung jawab, serta sikap terhadap perbedaan. Nilai-nilai tersebut tidak hadir dalam bentuk nasihat, melainkan tumbuh melalui proses membaca, berdiskusi, dan merefleksikan teks bersama-sama.
Tantangan tentu tidak dapat dihindari. Waktu pembelajaran yang terbatas dan minat baca siswa yang beragam menjadi dinamika tersendiri di kelas. Namun, dengan pemilihan teks yang sesuai dan pendekatan yang fleksibel, pembelajaran sastra tetap dapat dihadirkan sebagai pengalaman belajar yang hidup dan bermakna.
Pembelajaran sastra di kelas VII MTs Azzainiyyah, pada akhirnya, bukan sekadar upaya memenuhi tuntutan kurikulum. Sastra menjadi ruang tumbuh, tempat siswa belajar memahami kata, makna, dan kehidupan secara perlahan dan utuh.
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













