Petani Kopi Go Online: PPK Ormawa HIMEPA Universitas Tidar Bikin Emak-Emak Melek E-Commerce, Omzet Naik Berkat Inovasi Pembuatan Produk Turunan Kopi

Petani Kopi Go Online
Kegiatan Mahasiswa UNTIDAR bersama PPK Ormawa HIMEPA (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Magelang, MMI – Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Tidar (UNTIDAR) yang tergabung dalam Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan (HIMEPA) Fakultas Ekonomi melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Balesari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. Kegiatan yang berlangsung sejak Juli hingga Desember 2025 ini berfokus pada pengembangan produk turunan kopi serta pemasaran digital berbasis smart society dan agroindustri.

Ketua Tim PPK Ormawa HIMEPA, Lusiana Rindaryani, menjelaskan bahwa Desa Balesari memiliki potensi kopi yang besar, namun belum termanfaatkan secara optimal.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Melalui inovasi produk turunan dan pemasaran digital, kopi tidak hanya dijadikan minuman, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah yang menguntungkan masyarakat,” ujarnya.

Mahasiswa memberikan pelatihan pembuatan beragam produk turunan kopi, antara lain pengharum ruangan, penghilang bau sepatu, pengharum helm, lilin aromaterapi, pewangi mobil, serta pupuk dari limbah kulit kopi. Selain itu, warga juga dilatih strategi pemasaran digital, mulai dari pembuatan akun marketplace di TikTok Shop, Shopee, dan Facebook Pro, hingga pengelolaan branding dan fotografi produk menggunakan ponsel.

Kegiatan ini melibatkan ibu-ibu PKK serta pelaku UMKM dari setiap dusun di Desa Balesari. Salah satu peserta, Herawati, Ketua Kelompok Dusun Salaan, menyambut positif program tersebut.

Selama ini, banyak warga hanya menjual kopi biji ke pengepul. Setelah pelatihan ini, kami tahu cara mengolah kopi menjadi produk lain yang bisa dipasarkan, sehingga meningkatkan pendapatan keluarga,” katanya.

Kepala Desa Balesari, Siswanto, juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
Program yang dihadirkan mahasiswa UNTIDAR sangat membantu masyarakat, karena memberi pengetahuan baru sekaligus membuka peluang usaha berkelanjutan. Ini adalah contoh nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dengan desa,” ujarnya.

Baca juga: Menjadi Bintang bagi Petani Kopi

Hingga akhir masa pengabdian, program ini menargetkan terbentuknya lima kelompok usaha di lima dusun, masing-masing dengan produk turunan kopi berlabel lokal dan akun marketplace aktif. Tim PPK Ormawa juga membantu warga dalam mendesain label kemasan dan membuat video promosi sederhana.

Dosen pembimbing lapangan menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa. “Mahasiswa belajar bersosialisasi sekaligus mempraktikkan ilmu yang diperoleh di kampus secara langsung di lapangan,” jelasnya.

Kegiatan PPK Ormawa HIMEPA FE UNTIDAR ini juga mendapat dukungan penuh dari pembina organisasi, Aditya Kumala Dewi, S.E., M.Ec.Dev., yang terus melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap tim.

Dukungan serupa datang dari HIMEPA FE UNTIDAR selaku organisasi pengusul tim, yang menegaskan program ini merupakan implementasi misi HIMEPA tahun 2025 untuk mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian kepada masyarakat.

Dengan adanya tim PPK Ormawa, diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan hard skill dan soft skill, serta mampu berbaur dengan masyarakat,” ujar Adhi Ansyah, Ketua HIMEPA FE UNTIDAR.

Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd. Wakil Rektor Bidang Mahasiswa dan Alumni Universitas Tidar, juga menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan ini. “Universitas Tidar selalu mendorong mahasiswa untuk hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan nyata yang bermanfaat. Program PPK Ormawa ini sejalan dengan komitmen kami dalam mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap keberhasilan di Balesari bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain,” ungkapnya.

Setelah masa pengabdian selesai, mahasiswa berkomitmen tetap melakukan pendampingan jarak jauh secara daring serta menjalin kerja sama dengan kelompok usaha yang telah terbentuk. Lusiana berharap program ini terus berlanjut dan menjadi contoh bagi desa-desa lain di sekitar Balesari.

 

Penulis: Wahyu Tri Sayogi
Mahasiswa Ekonomi Pembangunan, Universitas Tidar
Aktif juga di Himpunan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan

Dosen Pengampu: Aditya Kumala Dewi, S.E., M.Ec.Dev.

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses