Sebelumnya, mari kita pahami secara ringkas apa itu Sora AI. Sora AI adalah sebuah model AI generatif yang bisa membuat video berkualitas dari teks sederhana dengan waktu yang tidak lama.
Pada awal peluncuran Sora, banyak orang yang terkagum dan tertarik dengan penggunaan teknologi yang diluncurkan oleh OpenAI, bahkan menyebabkan kekhawatiran di industri hiburan dan media seperti Hollywood.
Namun, belakangan ini ada topik hangat yang muncul menyebut “shutdown” pada Sora, teknologi teks ke video dari OpenAI.
Apa yang sebenarnya terjadi? Mari kita lihat dari sudut pandang manajemen untuk mengetahui lebih lanjut.
Analisis melalui Fungsi Manajemen (POAC)
Dalam ilmu manajemen terdapat empat elemen dasar yang menjadi acuan untuk mencapai tujuan secara efektif yaitu POAC:
Perencanaan (Planning)
OpenAI merencanakan Sora sebagai suatu potensi yang besar untuk kreator hingga industri besar di hiburan dan media, contohnya kesepakatan lisensi antara OpenAI dan Disney yang memperbolehkan penggunaan aset karakter ikonik dari Disney.
Namun semakin lama minat mungkin tetap tinggi, tetapi realitas operasional mulai menunjukkan tantangannya.
“This feels to many of us like the ‘ChatGPT for creativity’ moment, and it feels fun and new. There is something great about making it really easy and fast to go from idea to result, and the new social dynamics that emerge.” (Sam Altman, 30 September 2025)
Pengorganisasian (Organizing)
OpenAI mengalokasikan sumber daya tidak hanya pada inovasi, tetapi juga pada tim keamanan, kebijakan, dan evaluasi risiko.
Selain itu, yang paling penting dan berat adalah daya komputasi (GPU) atau energi dan juga sumber daya manusia atau ahli di bidang tersebut.
Hal-hal tersebut menyebabkan dampak yang besar bagi OpenAI di kemudian hari.
Penggerakan (Actuating)
OpenAI pada awalnya di tahun 2024 memperkenalkan Sora AI kepada publik secara terbatas, seperti peneliti dan ahli keamanan terlebih dahulu.
Mereka menggunakan strategi ini agar teknologi tetap berjalan namun sambil diuji, tanpa harus langsung menghadapi risiko penggunaan massal yang belum terkendali.
Setelah itu, mulai diberikan akses kepada para pengguna ChatGPT pro.
Tidak lama kemudian, pada tahun 2025 keseluruhan publik mulai diberikan akses untuk membuat video-video dengan Sora AI tersebut.
Pengawasan (Controlling)
OpenAI melakukan kontrol terhadap Sora dengan cara shutdown sebagai langkah penyelamatan.
Ketika kesepakatan besar gagal seperti dengan Disney karena kekhawatiran yang muncul mengenai kualitas video serta kurangnya hasil balik, biaya membengkak, dan risiko-risiko legalitas yang bisa muncul, OpenAI mengambil langkah menghentikan produk demi menyelamatkan keseluruhan perusahaan tersebut dan beralih ke model lainnya untuk efisiensi.
“The Sora web and app experiences will be discontinued on April 26, 2026.”
“The Sora API will be discontinued on September 24, 2026.” (OpenAI, 14 April 2026)
Analisis dari Sisi Finansial
Pengelolaan finansial dari Sora AI bisa dikatakan rumit karena biaya operasionalnya yang mahal, sebenarnya cukup banyak yang berminat atau tertarik untuk membuat video dengan teknologi ini.
Namun, dalam segi kesediaan untuk membayar biaya langganan sangat rendah sehingga menyebabkan kerugian antara keuntungan yang tidak setara dengan biaya operasional yang tinggi (pendapatan yang masuk tidak mampu menutup tingginya biaya operasional).
Tidak hanya itu, ada juga tekanan dari para investor yang menginginkan hasil balik atau return on Investment dan juga kompetitor-kompetitor lainnya yang juga berkembang dengan pesat.
Oleh karena itu,“shutdown” merupakan pilihan yang aman untuk dilakukan.
Kesimpulan
Kejadian “shutdown” Sora AI ini adalah salah satu contoh pemilihan keputusan yang penting dan aman dari segi manajemen dan finansial pada suatu usaha di mana biaya operasional lebih besar dibandingkan hasil atau keuntungan yang didapatkan.
Hal tersebut bisa kita jadikan sebuah pembelajaran bahwa dalam pengembangan teknologi canggih, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh inovasi atau tren-tren yang sedang populer, tetapi juga oleh kemampuan mengelola risiko secara sistematis yaitu fungsi manajemen (POAC) dan juga pemilihan keputusan yang strategis.
Penulis: Julius Reinhardt Latuloli Siyaranamual
Mahasiswa Prodi Manajemen, Universitas Pamulang
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Daftar Pustaka
- Sam Altman. (2025, 30 September). blog.samaltman. https://blog.samaltman.com/sora-2
- OpenAI. (2026, 14 April). help.openai. https://help.openai.com/en/articles/20001152-what-to-know-about-the-sora-discontinuation
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













