Tari Kreasi Arak-Arakan Menyemarakkan Festival Rakyat Semar Mbangun Khayangan II

Seni
Tari Kreasi Arak-Arakan Menyemarakkan Festival Rakyat Semar Mbangun Khayangan II

Festival Rakyat Semar Mbangun Khayangan kembali diadakan di Bukit Sosogan, Desa Rejosari, Karanganyar pada tanggal 27-30 Oktober 2022 dengan nama Festival Rakyat Semar Mbangun Khayangan II : “Punokawan Gandrung”.

Festival ini diisi dengan berbagai kegiatan, salah satunya adalah pentas seni budaya yang menampilkan Tari Kreasi Arak-Arakan. Tarian ini dibawakan pada hari pertama festival, Kamis (27/10/2022) malam. Tiga orang penari yang membawakan tarian tersebut disambut antusias oleh para warga yang menonton festival.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Dalam wawancara dengan Rista, seorang mahasiswa Universitas Setia Budi Surakarta yang menjadi salah satu penari, Ia menjelaskan bahwa Tari Arak-Arakan merupakan tari kreasi tradisional yang merepresentasikan kegiatan gadis-gadis yang berkeliling desa.

Baca Juga: Generasi Milenial-Lestarikan Bahasa Daerah sebagai Bentuk Cinta Tanah Air

“Tarian ini dari sanggar asal saya di Tulungagung. Penciptanya adalah Pak Bambang, juga asal dari Tulungagung,” jelas Rista. Ia juga mengungkapkan bahwa Pak Bambang yang menciptakan tarian ini sudah meninggal dunia.

Pada kesempatan yang sama, Rista menambahkan bahwa gerakan-gerakan dalam tarian ini adalah kreasi sendiri, tetapi tetap memperhatikan pakem-pakem dalam seni tari tradisional. Selain diiringi dengan alunan gamelan, Tari Arak-Arakan juga menggunakan properti sebagai pelengkap tarian.

Dalam bahasa Jawa, properti yang digunakan biasa disebut irik. Irik merupakan wadah berbentuk saringan yang terbuat dari bambu dan dalam tarian ini digunakan untuk merepresentasikan kegiatan gadis-gadis di desa, seperti mencuci, membawa sayur-sayuran, dan sebagainya.

Di balik penampilannya dan rekan-rekannya yang memukau warga, Rista mengungkapkan bahwa persiapan mereka dalam menampilkan Tari Arak-Arakan dalam Festival Rakyat Semar Mbangun Khayangan II cukup singkat.

Baca Juga: Tari Serimpi sebagai Tari Tradisional yang Terkenal Akan Keindahannya

“Kita dapat info acara ini dadakan. Kita latihan selama tiga hari, dan dalam sehari hanya 1-2 jam karena bentrok dengan jadwal kuliah.”

Festival Rakyat Semar Mbangun Khayangan II sendiri masih berlangsung hingga tanggal 30 Oktober 2022. Rangkaian yang terdapat dalam acara ini antara lain pementasan tari-tari tradisional, pertunjukkan teater, dagelan, hingga fashion show. Selain itu, terdapat juga pasar budaya yang menyajikan kuliner tradisional serta ragam kerajinan lokal.

Penulis: Nadya Chairunnisa
Mahasiswa Prodi Film dan Televisi ISI Surakarta

Editor: Ika Ayuni Lestari

Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses