Tentang Penjual Mainan Kayu, di Trotoar Jalan

Penjual Mainan Kayu
Penjual Mainan Kayu di Trotoar Jalan. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Yogyakarta – Adi Sumarno, menghidupi isterinya dengan menjual mainan kayu di pinggir jalan. Bersama bakul plastik sederhana yang setia menemani perjalanannya hingga usia senja, 60 tahun.

Ia terlihat masih sangat semangat mengais rejeki walaupun terkadang tak sepeser pun uang yang ia dapatkan.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Di sekitaran pinggir jalan Pasar Beringharjo, Marno selalu duduk bersama bakul plastik berisi mainan kayu. Mengandalkan trotoar jalan yang dapat ia jadikan sebagai tempat istirahat ketika ia kelelahan.

Marno mengaku sudah sejak tahun 90an ia menjadi penjual mainan kayu yang dia ambil langsung dari pengerajin. Jadi ia hanya menjualkan kembali mainan-mainan tersebut.

Sampun ket taun 90 niki. Nate ten Jakarta, Bandung, Jember, ten Jawa Timur,” ucapnya. “Nanging kulo niko taseh rodok nom, sak niki nggeh sampun sepuh nggeh selak-selakan mbak,” lanjut Marno saat ditemui pada Jumat, 27/01/2023.

Ia mengungkapkan dengan bahasa Jawa halus yang artinya, “sudah sejak tahun 90an. Pernah di Jakarta, Bandung, Jember, di Jawa Timur. Tapi saya dulu masih muda, sekarang sudah tua ya sudah nggak kuat mbak.”

Baca juga: Tata Cara Penyampaian Pesan yang Baik dan Benar dalam Bisnis

Beliau tinggal bersama isteri dan kedua anaknya di Wonosari, Semin, Gunungkidul, Yogyakarta. Laki-laki yang lahir pada tanggal 9 Juli tahun 1963 ini mempunyai dua orang anak dan dua cucu. Mereka semua tinggal di satu wilayah, yaitu Semin. Marno merupakan warga Yogyakarta asli sejak ia kecil.

Marno mulai bekerja saat siang hari. Menggunakan transportasi bus dari rumah ke kawasan pasar Beringharjo setiap harinya.

Bertepatan di depan Taman Budaya Yogyakarta, di seberang jalan pasar Beringharjo dan di atas tikungan trotoar jalan. Duduk beralaskan sandal kapal yang selalu ia pakai kemana-mana.

Penjual Mainan Kayu. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Berbicara tentang penghasilan, tak banyak dagangannya yang laku terjual. Sedikit sekali orang-orang yang tertarik dengan mainan kayu itu.

Baca juga: Dampak Positif Teknologi Informasi dalam Dunia Bisnis

Awalnya dagangan Marno banyak dicari sebab menculnya mainan viral bernama lato-lato. Mainan kayu lainnya seperti suling kayu, gasing kayu, sudah jarang dicari lagi.

Semua mainan kayu yang Marno jual dibandrol dengan harga 15 ribu rupiah saja. Kecuali mainan viral bernama lato-lato yang ia jual hanya dengan harga 10 ribu rupiah.

Saking jarang dagangannya dibeli konsumen, ia sering kepergok tidur dalam posisi duduknya. Bersandar di tembok pembatas tanaman dengan wajah kelelahan.

Orang-orang yang seliweran di depannya seperti sama sekali tidak menggubris keberadaan Marno. Bahkan jika pasar tersebut sedang ramai dan banyak pengendara motor, Marno yang duduk di trotoar tersebut tertutupi keberadaannya.

Tepat di depan posisi duduknya terdapat deretan motor yang terparkir sehingga orang yang lewat jarang bisa melihatnya.

Jika pasar sepi atau di kawasan malioboro sedang banyak pengunjung, Marno berpindah lokasi ke deretan jalan malioboro.

Baca juga: PPKM Level 4 Berdampak pada Perekonomian Pedagang di Kota Batam

Bersama pedagang-pedagang lainnya yang juga menjual mainan kayu sepertinya. Ia sering berada di kawasan malioboro saat weekend dan hari-hari besar seperti tahun baru.

Kehidupan Marno hanya bergantung pada dagangannya itu saja. Menjadi penjual mainan kayu merupakan mata pencaharian Marno satu-satunya di usianya sekarang. Baginya, hal tersebut hanya ia gunakan sebagai kegiatannya saja di usia tua.

Penulis: Widayu Dzuhri Nurazizah
Mahasiswa Jurusan Broadcasting, Akademi Komunikasi Radya Binatama Yogyakarta (AKRB)

Editor: Imamah Khairunnisa
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses