Update Skill: SMP Negeri 1 Gondanglegi Berkenalan dengan Computational Thinking dan Algoritma Dasar

Computational thinking
Foto: Dok. Penulis

Malang, MMI – Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat pada era digital menuntut setiap individu memiliki kemampuan berpikir yang adaptif, logis, dan sistematis.

Menurut M.K. Nur Faifur R., kemampuan tersebut tidak hanya penting bagi mereka yang akan terjun ke bidang teknologi, tetapi juga bagi semua pelajar sebagai bekal menghadapi tantangan abad ke-21.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Salah satu kemampuan dasar yang relevan dengan kebutuhan tersebut adalah computational thinking.

Guru, sebagai orang tua kedua siswa di sekolah, juga memerlukan pemahaman konsep ini untuk mendukung pembelajaran siswa.

Terlebih dengan adanya kurikulum baru yang mengharuskan mata pelajaran Informatika untuk dimasukkan ke dalam pembelajaran, meningkatkan kebutuhan SMP Negeri 1 Gondanglegi untuk update skill computational thinking dan algoritma dasar.

Universitas Telkom Surabaya secara rutin menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat, dengan salah satu tujuannya adalah penguatan literasi digital masyarakat.

SMP Negeri 1 Gondanglegi sebagai mitra pengabdian masyarakat pada Jumat (28/11) sangat siap dan mendukung penuh dengan menyediakan fasilitas TIK bagi siswa.

Pihak sekolah dengan antusias menyambut tim pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Telkom Surabaya yang diketuai oleh Pima Hani Safitri, dosen program studi Informatika, sebagai narasumber dalam workshop pengenalan computational thinking dan algoritma dasar di SMP Negeri 1 Gondanglegi.

Computational thinking termasuk dalam keterampilan penting yang perlu dimiliki generasi muda.

Pola pikir ini melatih siswa menyelesaikan masalah dengan cara memecah persoalan besar menjadi bagian kecil, mengenali pola solusi, mengatur fokus pada abstraksi yang penting saja, hingga menyusun langkah penyelesaian masalah.

Keempat kemampuan tersebut—dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan desain algoritma—membantu siswa tidak hanya dalam kegiatan belajar di sekolah, tetapi juga dalam menghadapi masalah sehari-hari. Keterampilan ini akan semakin optimal ditambah dengan pemahaman algoritma dasar.

Melalui konsep algoritma—yaitu langkah-langkah sistematis untuk menyelesaikan masalah—siswa dapat menentukan prioritas dan mengambil keputusan secara terstruktur, bahkan untuk persoalan sederhana seperti mengatur tugas dari sekolah.

Computational thinking
Foto: Dok. Penulis

Selama workshop siswa diperkenalkan pada materi computational thinking dan algoritma dasar melalui pemaparan langsung dari narasumber dan praktek dengan game edukatif.

Game ini menstimulasi siswa untuk berpikir logis dan kritis sambil menerapkan pola berpikir komputasional dan menyusun algoritmanya dengan cara yang menyenangkan.

Tim pengabdian masyarakat lainnya yaitu mahasiswa dan dosen lain terjun langsung memfasilitasi siswa dalam penggunaan laptop selama sesi praktik.

Antusiasme siswa terlihat dari kehadiran siswa kelas IX, VIII, dan VII yang memenuhi laboratorium TIK.

“Kami senang dengan workshop ini, belajar sambil bermain. Saya tertarik untuk berkuliah di Informatika,” ujar salah satu siswa kelas IX.

Para guru juga merasa sangat senang dan bersyukur atas kehadiran tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Telkom Surabaya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SMP Negeri 1 Gondanglegi menyampaikan, “Kami berterima kasih sekali kepada ibu dosen dari Universitas Telkom Surabaya dan tim pengmas yang sudah hadir jauh sampai ke Malang. Siswa sangat antusias, kalau tidak saya batasi pesertanya bisa beberapa hari kita workshop. Karena memang banyak siswa yang mengikuti ekskul TIK ini. Kami berharap kita dapat bekerja sama lagi.”

Kegiatan workshop ini menunjukkan harmonisasi antara Universitas Telkom Surabaya dan SMP Negeri 1 Gondanglegi dalam upaya peningkatan skill siswa dan guru dalam computational thinking dan algoritma dasar, serta secara luas sebagai penguatan literasi digital generasi muda Indonesia.


Penulis: Affifah Mutiara Pertiwi
Dosen Prodi Informatika, Telkom University Surabaya


Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses