Kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan tidak harus dimulai dari hal besar. Di Dusun Mengungkung, Desa Simbaringin, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, semangat peduli lingkungan ditunjukkan melalui kegiatan kerja bakti yang sederhana namun bermakna.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya bersama warga sekitar, dengan fokus utama membersihkan gang dan jalan-jalan pemukiman yang mulai dipenuhi rumput liar serta saluran got yang tersumbat. Inisiatif ini bukan sekadar agenda fisik, melainkan bentuk nyata kolaborasi sosial antara mahasiswa dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat, rapi, dan nyaman.
Gang yang menjadi akses harian warga terlihat lebih segar dan tertata setelah dilakukan pembersihan. Kegiatan ini mencakup pencabutan rumput liar yang tumbuh di pinggir jalan, pengangkatan sampah dari dalam got, serta perapian area sekitar agar kembali bersih dan nyaman dilalui. Dalam prosesnya, mahasiswa dan warga saling bekerja sama, saling berbagi peran, dan menjaga semangat kebersamaan meski di bawah terik matahari.
Tidak hanya itu, mahasiswa juga membuat dan memasang plang larangan “Jangan Buang Sampah Sembarangan” di titik-titik strategis. Plang ini diharapkan menjadi pengingat yang efektif dalam membentuk budaya sadar lingkungan. Langkah ini sederhana, tetapi memiliki nilai edukatif yang kuat terutama dalam membangun kebiasaan baru agar masyarakat tidak lagi membuang sampah secara sembarangan.
Partisipasi warga menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih hidup di tengah masyarakat. Mereka tidak hanya hadir sebagai penonton, melainkan ikut aktif turun ke lapangan, membawa alat kebersihan, dan ikut serta hingga kegiatan selesai. Kegiatan ini tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih sehat, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antarwarga dan mahasiswa.
Baca juga: Mahasiswa KKN Untag Surabaya Lakukan Bina Lingkungan
Dalam interaksi sederhana seperti bercanda sambil mencabut rumput atau bekerja berdampingan saat mengangkat sampah, tercipta rasa saling memiliki terhadap lingkungan. Kerja bakti menjadi ruang interaksi yang penuh keakraban, sekaligus mengedukasi bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah atau petugas kebersihan.
Dari kegiatan ini, mahasiswa belajar bahwa pengabdian tidak harus dalam bentuk program besar dan seremonial. Membersihkan jalan, memungut sampah, atau mencabut rumput sekalipun, jika dilakukan bersama dan dengan niat tulus, bisa memberikan dampak positif yang nyata.
Lebih dari itu, mereka belajar pentingnya turun langsung ke lapangan, mendengar aspirasi warga, dan merasakan denyut kehidupan masyarakat desa dari dekat. Harapannya, kegiatan semacam ini dapat terus dilanjutkan secara berkala oleh warga, agar budaya peduli lingkungan dapat tumbuh dan mengakar di tengah kehidupan sehari-hari.
Bahkan setelah KKN selesai, semangat ini diharapkan tetap hidup, menjadi kebiasaan kolektif, dan menjadi warisan kebaikan bagi generasi berikutnya.
Penulis:
- Dr. (Cand.) Fiky Two Nando, S.T., M.T.
- Mahasiswa KKN R-18 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












