Abstrak
Inovasi teknologi tepat guna sangat penting bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan kualitas produk dan daya saing di pasar. Salah satu inovasi yang diperkenalkan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya adalah pengembangan alat press plastik sederhana bagi UMKM Putra Mandiri di Desa Simbaringin, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Program ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan pengemasan yang selama ini dilakukan secara tradisional menggunakan lilin. Pelaksanaan program meliputi observasi lapangan, perancangan dan pembuatan alat, pelatihan teknis penggunaan, dan pendampingan penerapan. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan efisiensi waktu dalam proses pengemasan, tampilan produk yang lebih rapi dan higienis, serta kesiapan pelaku UMKM untuk secara mandiri menggunakan teknologi sederhana ini. Diharapkan inovasi ini dapat menjadi langkah awal dalam modernisasi kemasan produk UMKM dan mendukung pengembangan ekonomi lokal.
Kata Kunci: Teknologi Tepat Guna, Alat Pres Plastik, UMKM, Pengemasan, Pemberdayaan Masyarakat.
PENDAHULUAN
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja serta kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM, sektor ini diposisikan sebagai pondasi dalam pembangunan ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan (Zahra et al., 2023). Meskipun demikian, UMKM di berbagai daerah masih menghadapi sejumlah permasalahan mendasar, salah satunya adalah pada aspek pengemasan produk.
Pengemasan merupakan elemen krusial dalam rantai nilai suatu produk karena berfungsi tidak hanya sebagai pelindung fisik, tetapi juga sebagai media komunikasi visual antara produsen dan konsumen. Keterbatasan dalam teknologi dan kemampuan pengemasan menyebabkan sebagian besar UMKM masih mengandalkan metode konvensional seperti penggunaan staples, lilin, atau pengikat manual yang tidak higienis serta kurang menarik secara estetika (Zahra et al., 2023).
Kondisi tersebut secara langsung berdampak terhadap citra dan daya saing produk di pasaran. Produk dengan kemasan yang kurang representatif cenderung memiliki nilai jual rendah dan sulit menembus pasar yang lebih luas, baik secara fisik maupun digital. Sebaliknya, kemasan yang rapi, higienis, dan informatif terbukti mampu meningkatkan kepercayaan konsumen serta memperluas jangkauan distribusi produk (Imam et al., 2025).
Studi empiris yang dilakukan oleh (Zahra et al., 2023) menunjukkan bahwa penggunaan mesin pres sederhana pada UMKM pengolahan keripik ubi dan pisang di kota Serang memberikan dampak positif terhadap efisiensi waktu pengemasan dan kualitas tampilan produk. Alat tersebut terbukti mampu menghasilkan kemasan yang lebih seragam, higienis, dan menarik secara visual. Sementara itu, penelitian (Elvira Novita Tanjung, Ninik Paryati, 2024) di Desa Sukamukti juga memperlihatkan bahwa pengenalan alat pres kepada pelaku UMKM mendorong peningkatan kualitas pengemasan, baik dari segi daya tahan kemasan maupun estetika, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan citra dan nilai jual produk.
Inovasi alat pres sederhana yang memanfaatkan komponen lokal seperti elemen pemanas, kayu kaso, dan adaptor listrik merupakan bentuk teknologi tepat guna yang relevan dan dapat diadopsi dengan mudah oleh pelaku UMKM. Pendekatan ini tidak hanya bersifat ekonomis dan aplikatif, tetapi juga mampu mendukung proses modernisasi industri rumah tangga serta mendorong UMKM untuk lebih siap bersaing di era digital.
Berdasarkan paparan tersebut, maka pengembangan dan implementasi alat pres sederhana dalam proses pengemasan produk UMKM menjadi sebuah kebutuhan yang mendesak. Inovasi ini diharapkan mampu menjawab tantangan kualitas kemasan sekaligus menjadi langkah awal dalam membangun daya saing produk lokal melalui pendekatan teknologi yang adaptif dan efisien.
Baca Juga: Hak Paten UMKM dalam Hukum Indonesia
KAJIAN PUSTAKA
Konsep Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan pilar penting dalam perekonomian nasional. Peranannya sangat strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan pendapatan, dan penciptaan lapangan kerja, terutama di tingkat lokal. Berdasarkan temuan (Suci Ramadani et al., 2025), UMKM menyumbang sekitar 61,07% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan menyerap hingga 97% tenaga kerja nasional. Sektor ini juga dinilai fleksibel dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan ekonomi serta berkontribusi dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat kelas menengah ke bawah. Meskipun kontribusinya besar, UMKM masih dihadapkan pada sejumlah tantangan fundamental yang menghambat laju pengembangannya. Kendala tersebut antara lain lemahnya penguasaan teknologi. Masih banyak UMKM yang menjalankan aktivitas usahanya secara konvensional, termasuk dalam aspek pengemasan produk. Hal ini menyebabkan produk sulit bersaing di pasar yang lebih luas karena tampilannya kurang menarik dan tidak memiliki nilai tambah yang optimal (Abdul Rauf, 2023).
Seperti yang dijelaskan oleh (Oktaria et al., 2023), mayoritas pelaku UMKM masih terlalu terfokus pada proses produksi dan belum menyadari pentingnya pengemasan serta identitas merek dalam pemasaran produk. Padahal, kemasan merupakan elemen penting yang berfungsi tidak hanya sebagai pelindung produk, tetapi juga sebagai alat komunikasi visual yang dapat membentuk citra dan persepsi konsumen. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan inovatif dan berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas UMKM dalam hal pengemasan. Modernisasi pengemasan melalui penerapan teknologi sederhana seperti alat pres kemasan menjadi langkah strategis untuk mendongkrak daya saing UMKM di era pasar terbuka.
Inovasi Teknologi Tepat Guna
Teknologi Tepat Guna (TTG) adalah teknologi yang dikembangkan dengan mempertimbangkan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat setempat. TTG bersifat sederhana, hemat biaya, mudah diterapkan, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Dalam konteks UMKM, penerapan TTG mampu menjembatani keterbatasan teknologi modern yang mahal dan rumit, dengan solusi lokal yang aplikatif. Penelitian oleh (Kholis et al., 2024) menunjukkan bahwa penggunaan alat pemeras singkong otomatis pada UMKM kue tradisional di Desa Meteseh mampu meningkatkan kapasitas produksi hingga 40%, sekaligus menurunkan beban tenaga kerja dan waktu proses produksi. Hal ini membuktikan bahwa TTG tidak hanya mempermudah pekerjaan, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha.
Selain pada produk basah, inovasi teknologi sederhana juga terbukti efektif dalam sektor pengemasan. Dalam kegiatan PKM yang dilakukan oleh (Rini Alfatiyah, 2021), alat pres sederhana dirancang untuk membantu UMKM di Kampung Situ, Pandeglang, mengemas produk keripik singkong dan pisang. Alat tersebut berhasil meningkatkan kualitas pengemasan sehingga mempercepat proses produksi, sehingga produk menjadi lebih layak jual dan berdaya saing tinggi. (Abdul Rauf, 2023) juga menekankan pentingnya integrasi teknologi tepat guna dengan pelatihan keterampilan teknis dalam mendampingi kelompok UMKM. Pendekatan ini secara langsung berdampak terhadap peningkatan kapasitas produksi dan pendapatan pelaku UMKM.
Peran Inovasi dalam Pengembangan UMKM
Inovasi adalah salah satu pendorong utama pertumbuhan dan keberlanjutan usaha, termasuk dalam lingkup UMKM. Dalam pengertian umum, inovasi adalah proses penciptaan atau modifikasi produk, proses, atau metode yang bertujuan meningkatkan nilai tambah bagi konsumen dan pelaku usaha. Bagi UMKM, inovasi tidak selalu berarti teknologi tinggi, melainkan solusi sederhana yang dapat meningkatkan efisiensi, kualitas, dan daya saing produk. Dalam konteks pengemasan, inovasi memainkan peran strategis sebagai salah satu cara untuk meningkatkan estetika produk sekaligus memperpanjang umur simpan dan melindungi isi produk. Menurut (Oktaria et al., 2023), kemasan yang menarik dan profesional dapat menjadi “jebakan emosional” yang memengaruhi persepsi dan keputusan pembelian konsumen. Oleh karena itu, desain kemasan tidak hanya memengaruhi fungsi teknis, tetapi juga fungsi promosi dan komunikasi visual.
(Cahyani et al., 2024) juga menekankan pentingnya pemahaman UMKM terhadap kemasan sebagai elemen strategis dalam branding. Masih banyak UMKM yang belum mengintegrasikan inovasi kemasan ke dalam strategi bisnis mereka, sehingga produk menjadi kurang kompetitif di pasar. Implementasi alat pres sederhana dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bagaimana inovasi lokal yang aplikatif dapat langsung berdampak pada keberlanjutan usaha. Selain memperbaiki kualitas produk, penggunaan alat tersebut juga meningkatkan semangat dan motivasi pelaku UMKM untuk berinovasi lebih lanjut. Selain itu, inovasi teknologi tepat guna memungkinkan adanya replikasi ke berbagai UMKM lain dengan karakteristik serupa. Hal ini menjadi peluang besar dalam mengembangkan ekonomi desa berbasis potensi lokal dengan pendekatan teknologi sederhana, efektif, dan partisipatif.
Baca Juga: Cinta Produk dalam Negeri
METODE
Rancangan Kegiatan
Penelitian ini dirancang dalam bentuk pendekatan kualitatif deskriptif melalui kegiatan pengabdian masyarakat berbasis Kuliah Kerja Nyata (KKN). Fokus utama adalah pemberian solusi teknologi tepat guna berupa alat pres plastik sederhana sebagai inovasi dalam proses pengemasan produk pada UMKM Putra Mandiri. Rangkaian kegiatan dilaksanakan dalam beberapa tahap sistematis, yaitu observasi lapangan, perancangan dan pembuatan alat, pelatihan teknis, implementasi, pendampingan, serta evaluasi dampak penggunaan alat terhadap proses produksi.
Ruang Lingkup atau Objek Penelitian
Objek penelitian adalah proses pengemasan produk oleh UMKM Putra Mandiri di Desa Simbaringin, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Ruang lingkup penelitian mencakup aspek teknis pengemasan sebelum dan sesudah penggunaan alat pres, efisiensi waktu kerja, kualitas kemasan (kerapihan dan kerapatan), serta kesiapan pelaku UMKM dalam menerapkan alat tersebut secara mandiri.
Bahan dan Alat Utama
Bahan dan alat utama yang digunakan dalam kegiatan ini antara lain:
- Elemen pemanas solder sebagai sumber panas untuk merekatkan plastik.
- Kayu kaso sebagai kerangka dan penopang alat pres.
- Isolator panas, kabel listrik, dan engsel sebagai bagian penyusun mekanisme alat.
Tempat Penelitian
Kegiatan penelitian dilakukan secara langsung di lokasi usaha UMKM Putra Mandiri yang berlokasi di Dusun Kluwih, Desa Simbaringin, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto. Lokasi ini dipilih karena memiliki karakteristik UMKM skala rumah tangga dengan proses pengemasan konvensional yang menjadi objek utama inovasi.
Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan dengan berbagai metode sebagai berikut:
1. Observasi Partisipatif
Mengamati proses pengemasan sebelum dan sesudah intervensi penggunaan alat pres.
2. Wawancara Terstruktur
Melakukan wawancara kepada pelaku UMKM mengenai pengalaman, kendala, dan persepsi mereka terhadap alat pres.
3. Studi Dokumentasi
Mencatat perubahan yang terjadi dalam bentuk dokumentasi visual dan laporan proses.
4. Uji Coba Alat
Melakukan pengukuran waktu dan kualitas hasil kemasan sebelum dan sesudah penggunaan alat pres sederhana.
Definisi Operasional Variabel Penelitian
1. Efisiensi Waktu Pengemasan
Diukur dari rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk mengemas satu produk sebelum dan sesudah menggunakan alat pres.
2. Kualitas Kemasan
Meliputi aspek kerapian, kekedapan udara, dan estetika visual kemasan berdasarkan standar pengemasan produk pangan.
Teknik Analisis Data
Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif, dengan langkah-langkah sebagai berikut:
- Reduksi data, yaitu menyaring dan merangkum informasi penting dari observasi dan wawancara.
- Penyajian data, yaitu menyusun data ke dalam bentuk narasi dan tabel perbandingan.
- Penarikan kesimpulan, yaitu menginterpretasikan hasil evaluasi terhadap efektivitas inovasi alat pres plastik dalam meningkatkan pengemasan produk.
Analisis dilakukan secara triangulasi antara data observasi, wawancara, dan hasil implementasi untuk memperoleh pemahaman yang utuh dan valid terkait dampak inovasi terhadap proses produksi UMKM.
Baca Juga: Laporan Observasi Lapangan pada UMKM Mekar Buah di Gunungkidul Yogyakarta
HASIL DAN PEMBAHASAN
Kondisi UMKM Sebelum Inovasi
UMKM Putra Mandiri di Desa Simbaringin, Mojokerto, merupakan salah satu bentuk usaha pangan lokal yang diwariskan secara turun-temurun dan dijalankan oleh keluarga maupun kelompok usaha kecil berbasis rumah tangga. Produk opak yang dihasilkan memiliki cita rasa khas dan nilai tradisional tinggi, namun masih menghadapi berbagai hambatan dalam proses produksinya, terutama pada tahap pengemasan. Berdasarkan observasi lapangan dan wawancara dengan pelaku usaha, ditemukan bahwa proses pengemasan opak selama ini masih dilakukan secara manual dengan metode yang sederhana dan tidak efisien. Kemasan menggunakan plastik biasa, direkatkan dengan cara dilipat dan ditempelkan menggunakan lilin yang tidak memberikan hasil akhir yang rapi maupun kedap udara. Metode pengemasan tradisional ini menimbulkan sejumlah permasalahan yang berdampak langsung pada kualitas dan daya saing produk. Pertama, segi efisiensi waktu sangat rendah karena satu persatu kemasan harus direkatkan secara manual, memakan waktu 1-2 menit per bungkus. Jika dalam sehari memproduksi ratusan bungkus, waktu yang terbuang menjadi sangat besar. Kedua, kualitas kemasan yang dihasilkan tidak konsisten. Seringkali produk tidak tertutup rapat sehingga opak mudah melempem, terpapar udara, atau bahkan rusak dalam proses distribusi. Hal ini menurunkan tingkat kepuasan konsumen dan berpotensi merusak reputasi produk.
Selain itu, tampilan kemasan yang kurang menarik dan tidak profesional menjadi kendala dalam memperluas pangsa pasar, khususnya ke toko oleh-oleh modern atau ritel skala besar. Produk UMKM ini seringkali dinilai tidak memenuhi standar visual maupun kebersihan kemasan yang diharapkan konsumen. Dalam wawancara yang dilakukan, beberapa pelaku UMKM menyampaikan bahwa mereka menyadari pentingnya kemasan yang baik, namun merasa kesulitan untuk mengakses alat bantu pengemasan karena keterbatasan biaya dan kurangnya pengetahuan mengenai teknologi sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri. Lebih jauh, kondisi tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan bukan hanya terletak pada aspek teknis, tetapi juga pada keterbatasan informasi dan pendampingan. Belum adanya pelatihan terkait teknologi tepat guna untuk pengemasan membuat pelaku UMKM terus bergantung pada metode konvensional. Padahal, pengemasan merupakan bagian penting dari proses produksi yang memengaruhi daya tahan produk, estetika visual, dan kepercayaan konsumen. Oleh karena itu, dibutuhkan solusi praktis dan terjangkau berupa inovasi alat bantu pengemasan yang dapat digunakan secara mandiri oleh UMKM di desa ini. Inovasi tersebut diharapkan mampu mengatasi persoalan waktu, efisiensi kerja, dan kualitas kemasan secara bersamaan.
Dampak Implementasi Alat Pres Sederhana
Sebagai respons terhadap permasalahan pengemasan manual yang dihadapi UMKM Putra Mandiri Desa Simbaringin, dikembangkanlah sebuah inovasi berupa alat pres sederhana (hand sealer manual modifikasi) yang dirancang dengan prinsip teknologi tepat guna. Alat ini berfungsi untuk merekatkan plastik kemasan secara cepat dan rapi dengan menggunakan elemen pemanas yang dialiri arus listrik rendah. Inovasi ini merupakan solusi praktis dan terjangkau bagi pelaku usaha mikro yang belum memiliki akses terhadap mesin pres otomatis berharga tinggi. Alat pres ini dibuat dari bahan-bahan lokal yang mudah diperoleh, seperti elemen pemanas solder, pelat aluminium sebagai penghantar panas, kayu sebagai dudukan, dan engsel untuk mekanisme tuas tekan. Dalam pengoperasiannya, pengguna hanya perlu memanaskan alat selama beberapa detik dan kemudian menekan plastik kemasan di antara dua sisi alat tersebut. Panas yang dihasilkan akan melelehkan bagian dalam plastik sehingga tercipta sambungan yang rapat dan kuat tanpa memerlukan lem atau lilin. Keunggulan alat ini terletak pada kemudahan penggunaan, konsumsi listrik yang rendah, serta ukuran yang kompak sehingga dapat digunakan di ruang produksi kecil.
Hasil uji coba alat ini di lapangan menunjukkan peningkatan signifikan dalam efisiensi dan mutu pengemasan. Waktu yang dibutuhkan untuk merekatkan satu bungkus opak berkurang dari 1–2 menit menjadi kurang dari 15 detik. Selain itu, kualitas hasil pres lebih konsisten dan rapi, memberikan tampilan kemasan yang profesional. Pelaku UMKM yang sebelumnya mengeluhkan waktu kerja yang panjang dan kemasan yang mudah terbuka kini merasa lebih terbantu dengan adanya alat pres ini. Selain mempercepat proses, alat ini juga meminimalkan tingkat kerusakan produk akibat kemasan yang tidak tertutup rapat. Dari segi biaya, alat pres ini tergolong ekonomis, dengan kisaran harga produksi antara Rp100.000 hingga Rp150.000 per unit, tergantung pada spesifikasi bahan. Dengan investasi kecil tersebut, pelaku UMKM dapat meningkatkan kapasitas produksi dan memperbaiki citra produk di mata konsumen. Dalam jangka panjang, alat ini berpotensi memperluas jangkauan pemasaran produk opak, karena kemasan yang baik menjadi salah satu syarat utama untuk menembus pasar oleh-oleh modern atau platform e-commerce. Oleh karena itu, inovasi alat pres sederhana ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga strategis dalam mendukung modernisasi dan keberlanjutan UMKM pangan lokal.
Baca Juga: Inovasi dalam Meningkatkan Daya Saing UMKM di Era Ekonomi Digital
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pelaksanaan program pelatihan dan pendampingan penggunaan alat pres sederhana, dapat disimpulkan bahwa inovasi ini memberikan dampak positif yang signifikan terhadap proses produksi UMKM Putra Mandiri di Desa Simbaringin. Sebelum adanya inovasi, pelaku UMKM masih mengandalkan metode pengemasan manual yang tidak efisien, kurang higienis, serta tidak mampu menghasilkan tampilan kemasan yang menarik. Hal ini mengakibatkan keterbatasan daya saing produk dan kesulitan dalam penetrasi pasar yang lebih luas. Melalui implementasi alat pres sederhana berbasis teknologi tepat guna, pelaku UMKM mengalami peningkatan efisiensi waktu produksi, perbaikan kualitas kemasan, serta penguatan motivasi untuk mengembangkan usaha. Alat ini terbukti ekonomis, mudah digunakan, dan mampu menghasilkan kemasan yang lebih seragam, rapi, dan profesional. Selain berdampak teknis, alat ini juga membuka peluang peningkatan nilai jual produk serta memperluas akses pemasaran, termasuk ke pasar digital dan retail modern. Dengan kata lain, inovasi sederhana ini berperan strategis dalam proses modernisasi UMKM berbasis potensi lokal.
SARAN
- Bagi Pelaku UMKM, disarankan untuk terus memanfaatkan alat pres sederhana secara konsisten dalam proses produksi sehari-hari serta menjaga perawatan alat secara berkala agar kualitas pengemasan tetap optimal. Selain itu, pelaku UMKM juga perlu mulai memperhatikan desain label, informasi produk, dan aspek branding untuk mendukung daya saing produk secara menyeluruh.
- Bagi Tim Pengabdian, kegiatan seperti ini sebaiknya dilanjutkan dan diperluas ke wilayah lain dengan karakteristik UMKM yang serupa. Selain itu, pengembangan alat pres ke versi semi-otomatis dengan efisiensi lebih tinggi dapat dijadikan topik pengabdian atau penelitian lanjutan yang lebih berdampak secara luas.
- Bagi Peneliti Selanjutnya, penelitian terkait dampak ekonomi jangka panjang dari penggunaan alat pres sederhana terhadap omzet penjualan UMKM, keterlibatan tenaga kerja lokal, dan pengembangan pasar digital perlu dilakukan untuk memperoleh gambaran komprehensif atas manfaat inovasi teknologi tepat guna dalam pemberdayaan ekonomi desa.
Penulis:
1. Erwin Krisyanto
2. Raka Ananta Ferdianto
3. Devi Monicca Sari
4. Radina Nur Aisyah
5. Farah Arda Wardani
6. Fiky Two Nando
Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Daftar Pustaka
Abdul Rauf, et. (2023). Pengembangan Teknologi Tepat Guna dan Penerapan Digital Marketing pada Pelaku Kelompok UMKM Ubi Jalar di Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar. September, 8–31. http://www.karyailmiah.trisakti.ac.id/uploads/kilmiah/dosen/2_E-BOOK_DIGITAL_MARKETING.pdf#page=7
Cahyani, A. N., Angggraini, K. D., Ishaq, D. F., & Eka, D. J. S. (2024). Inovasi Packaging Untuk Meningkatkan PemasaranProduk Umkm Di Desa Mojoasem. Prosiding Seminar Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Dan Kuliah Kerja Nyata, 1(2), 309–320.
Elvira Novita Tanjung, Ninik Paryati, S. S. (2024). Pengenalan Alat Press pada UMKM untuk Optimalisasi Pengemasan Produk di Desa Sukamukti. Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri, 3(4).
Imam, S., Purnama Sari, N., Silvia, D., Vela Sinur, V., Prastiwinarti, W., & Yamin, I. (2025). Implementasi Pengembangan Kemasan Umkm Berbasis Engineering Guna Meningkatkan Daya Saing Produk. Jurnal ABDI, 10(2), 223–230.
Kholis, N., Bondan Respati, S. M., Mustagfirin, M., Prasetyo, S., & Sarwono, E. (2024). Penerapan Teknologi Tepat Guna Untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi Kue Tradisional Pada Umkm Di Desa Meteseh. Abdi Masya, 5(2), 157–165. https://doi.org/10.52561/abdimasya.v5i2.413
Oktaria, D., Hildayanti, S. K., Hertati, L., & Hendarmin, R. M. R. (2023). Peningkatan Daya Saing Melalui Inovasi Kemasan Olahan Emping Singkong Desa Petanang Kecamatan Lembak Kabupaten Muara Enim. Communnity Development Journal, 4(4), 6987–6992. http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/cdj/article/view/18582
Rini Alfatiyah, S. B. (2021). Perancangan Alat Press Packaging Produk Kripik Singkong Dan Kripik Pisang Untuk Usaha Umkm Masyarakat Kampung Situ, Desa. Karyabuana, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1. https://doi.org/10.33498/louu-2019-12-179
Suci Ramadani, Dilla Amelia Ramadhani, Muhammad Ikrom, & Lokot Muda Harahap. (2025). Peran Strategis UMKM dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan di Indonesia. Jurnal Ekonomi, Bisnis Dan Manajemen, 4(1), 158–166. https://doi.org/10.58192/ebismen.v4i1.3183
Zahra, S., Nurasiah, I., Andrianto, M., & Saputa, Y. (2023). Transformasi Teknologi, Pengembangan Alat Bantu Mesin Press Sealer Untuk Optimalisasi Pengemasan Produk Umkm Keripik Ubi Dan Pisang. Batara Wisnu Journal: Indonesian Journal of Community Services, 3(2), 2023.
Ikuti berita terbaru di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












