Menurut Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2018 remaja putri adalah masa peralihan atau perpindahan dari masa anak-anak hingga menjadi dewasa, hal ini dapat ditandai dengan terjadinya beberapa perubahan fisik dan juga mental.
Permasalahan kesehatan di Indonesia yang terjadi akibat dari permasalahan gizi yang dihadapi oleh remaja Indonesia salah satunya yaitu masalah gizi mikronutrien, yaitu anemia.
Anemia merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang termasuk ke dalam permasalahan terbesar di dunia, terutama di negara berkembang (developing countries).
Indonesia sendiri merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki kejadian anemia cukup tinggi.
Prevalensi anemia di Indonesia pada remaja yaitu sebesar 32% yang memiliki pengertian bahwa 3-4 dari 10 remaja Indonesia menderita anemia.
📌 Apa Itu Anemia?
Anemia adalah kondisi saat tubuh kekurangan sel darah merah sehat.
Sel darah merah bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Jika jumlahnya sedikit, tubuh menjadi lemah, mudah lelah, sulit berkonsentrasi, bahkan bisa pingsan.
Anemia yang paling sering terjadi pada remaja sekolah adalah anemia defisiensi besi, yaitu anemia karena kekurangan zat besi.
🚸 Remaja Rentan Anemia, Kenapa?
Remaja, terutama remaja putri, sangat berisiko terkena anemia karena:
1. Mengalami menstruasi setiap bulan,
2. Melewatkan sarapan atau makan tidak teratur,
3. Pola makan tidak seimbang, sering melewatkan sarapan atau kurang konsumsi makanan sumber zat besi,
4. Tidak mengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin,
5. Aktivitas padat tanpa dukungan gizi yang cukup.
⚠️ Gejala Anemia yang Sering Terjadi
1. Mudah lelah meski tidak banyak beraktivitas
2. Sering pusing
3. Sering mengantuk
4. Wajah terlihat pucat
5. Sulit fokus belajar
6. Jantung berdebar saat sedikit bergerak
7. Prestasi menurun
🥦 Gizi Seimbang = Solusi Cegah Anemia
Untuk mencegah anemia, tubuh membutuhkan cukup zat besi, vitamin C, dan protein setiap hari.
Ini bisa didapat dari pola makan gizi seimbang.
Meningkatkan asupan makanan sumber zat besi dengan pola makan bergizi seimbang, yang terdiri dari aneka ragam makanan, terutama sumber pangan hewani yang kaya zat besi (besi heme) dalam jumlah yang cukup sesuai dengan AKG.
Selain itu juga perlu meningkatkan sumber pangan nabati yang kaya zat besi (besi non-heme), walaupun pangan nabati penyerapannya lebih rendah dibanding dengan hewani.
Makanan yang kaya sumber zat besi dari hewani bisa didapatkan dari hati, ikan, daging dan unggas, sedangkan dari nabati yaitu sayuran berwarna hijau tua dan kacang-kacangan.
Untuk meningkatkan penyerapan zat besi dari sumber nabati perlu mengonsumsi buah-buahan yang mengandung vitamin C, seperti jeruk, jambu.
Penyerapan zat besi dapat dihambat oleh zat lain, seperti tanin, fosfor, serat, kalsium, dan fitat.
Tips Makan Sehat untuk Cegah Anemia:
✅ Sarapan setiap hari terutama sebelum beraktivitas
✅ Makan makanan tinggi zat besi: hati ayam, daging merah, bayam, kangkung
✅ Perbanyak buah yang mengandung vitamin C: jambu, jeruk, tomat
✅ Minum TTD seminggu sekali sesuai anjuran
✅ Hindari sering mengonsumsi teh/kopi sehabis makan karena bisa menghambat penyerapan zat besi
💊 TTD = Sahabat Remaja Putri
Pencegahan anemia selain dapat dilakukan melalui konsumsi makanan kaya zat besi, seperti sayuran hijau dan daging merah, dapat dicegah dengan mengonsumsi suplemen Tablet Tambah Darah (TTD).
Pemberian TTD merupakan intervensi efektif untuk meningkatkan kadar hemoglobin, menggantikan zat besi yang hilang akibat menstruasi, mendukung proses belajar, dan menjaga kesehatan jangka panjang remaja, termasuk di masa depan saat mereka hamil.
Tablet Tambah Darah (TTD) bisa membantu tubuh membentuk sel darah merah lebih banyak. Minum TTD 1 kali seminggu itu cukup untuk mencegah anemia.
Mengingat pentingnya pencegahan anemia terutama pada remaja sekolah, maka laksanakanlah kegiatan CANTIK “Cegah Anemia dengan Tingkatkan Kesehatan”.
Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Gaya Hidup Sehat: Langkah Kecil, Dampak Besar
Kegiatan CANTIK “Cegah Anemia dengan Tingkatkan Kesehatan” merupakan kegiatan penyuluhan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai anemia khususnya penyebab anemia, gejala anemia serta pencegahan anemia pada remaja putri.
Kegiatan ini dilakukan di SMP Dharma Putra dengan Wilayah Kerja Puskesmas Pabuaran Tumpeng, Kota Tangerang oleh mahasiswa Pendidikan Profesi Dietisien Universitas Esa Unggul.
Metode penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah interaktif, sesi tanya jawab, serta pengisian pre-test dan post-test oleh siswa untuk mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan.
Media edukasi yang digunakan yaitu berupa x-banner yang berisi materi visual dan informatif mengenai anemia, gejala, penyebab serta pencegahan anemia pada remaja.
Selain itu peserta juga diberikan diary journal book yang memuat informasi mengenai anemia, dan kalender minum TTD (Tablet Tambah Darah).
Melalui kegiatan CANTIK (Cegah Anemia dengan Tingkatkan Kesehatan) ini, diharapkan para remaja putri dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mengenai pentingnya pencegahan anemia sejak dini dan pentingnya minum TTD (Tablet Tambah Darah) setiap 1 minggu sekali.
Anemia bukan cuma soal “kurang darah”, tapi bisa berdampak besar pada semangat belajar dan aktivitasmu. Yuk cegah sejak dini dengan Gizi Seimbang, Rajin Minum TTD, dan Gaya Hidup Sehat!
Ingat, Remaja Sehat = Remaja Hebat dan Berprestasi!
Penulis: Ayu Rorenzah, S.Gz
Mahasiswa Jurusan Pendidikan Profesi Dietisien, Universitas Esa Unggul
Daftar Pustaka
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). PedomanPencegahan dan Penanggulangan Anemia pada RemajaPutri. Jakarta: Direktorat Gizi Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2018) PedomanPencegahan dan Penanggulangan Anemia pada RemajaPutri dan Wanita Usia Subur
Editor: Anita Said
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













