Aktivitas Fisik yang Membantu Pemulihan Pasien Stroke

Pemulihan Pasien Stroke

Yuk kenalan dengan pelayanan Fisioterapi RSKO Jakarta! Nah, kami akan berbagi menyangkut pemulihan pasien stroke. Kali ini kita akan membahas kondisi yang sering dialami sebagian masyarakat Indonesia, yakni Stroke.

Apakah di sini ada yang mengetahui tentang kondisi dan pemulihan pasien stroke?

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Apa yang dapat kita perbuat jika keluarga kita mengalami kondisi stroke, adakah cara pemulihan pasien stroke?

Stroke merupakan kondisi serius yang terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah atau aliran darah kebagian otak terhalang oleh pembekuan darah. Seseorang yang mengalami kondisi tersebut sering kali mengalami penurunan fungsi otak yang berakibat terganggunya fungsi dari alat gerak tubuh, kesulitan mengingat, gangguan keseimbangan, kesulitan berbicara dan sebagainya.

Baca Juga: Bagaimana Agar Tubuh Tetap Bugar Setiap Hari?

Mengembalikan kemampuan tubuh setelah terserang stroke merupakan proses yang panjang, serta membutuhkan kesabaran, kerja keras dan komitmen. Di sinilah peran anggota keluarga untuk membantu pemulihan pasien stroke.

Waktu yang paling tepat untuk segara memulai terapi pasca stroke adalah 24-48 jam asalkan kondisi umum pasien sudah lebih stabil, dan golden periodenya / waktu awal pemulihan fungsional geraknya adalah 3-6 bulan setelah terjadinya serangan. Sehingga dapat meningkatkan kemampuan alat gerak atas dan bawah (tangan dan kaki).

Dalam periode tersebut, penyedia layanan kesehatan akan membantu penderita stroke untuk dapat melakukan kembali aktivitas secara mandiri. Pelayanan terapi paska stroke alangkah lebih baiknya dilakukan dengan anjuran tenaga kesehatan yang berkompeten dibidangnya.

ADS: Jika tertarik mengetahui tentang Poltekkes gunung sugih, Anda dapat mengunjungi situs: poltekkesgunungsugih.org

Dalam konteks penyembuhan, restorasi atau terapi pasca stroke tidak dapat menyembuhkan kerusakan otak yang diakibatkan oleh strokenya. Namun untungnya otak manusia mempunyai kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat dan baik. Seiring berjalannya waktu, bagian sel otak yang mengalami kerusakan akan digantikan fungsinya oleh bagian sel otak lain yang lebih baik.

Perbaikan fungsi akan sangat berbeda tiap penderita stroke tersebut dan harus diimbangi dengan terapi yang berkelanjutan, tergantung dari jenis dan derajat penurunan kemampuan yang dialami oleh penderita stroke.

Baca Juga: Tips Jaga Kesehatan dalam Situasi Pandemi Covid-19

Restorasi atau terapi pasca stroke yang akan dilakukan akan berbeda pada tiap penderita stroke, oleh karena itu haruslah dengan anjuran tenaga kesehatan terkait agar program yang diberikan sesuai kondisinya. Salah satu terapi yang dianjurkan adalah terapi gerakan fungsional yang dilakukan oleh tenaga profesi “Fisioterapi”.

Penelitian mengungkapkan seperti latihan jalan dengan tread mill, olahraga dalam peningkatan keseimbangan, dan latihan penguatan dapat terbukti meningkatkan kemampuan bergerak serta koordinasi pada kondisi stroke dalam kurun waktu 6 bulan melalui program restorasi Fisioterapi yang baik.

Kualitas hidup semakin meningkat akan tergantung dari seberapa parah kerusakan sel otak yang diderita. Berikut beberapa aktivitas fisik sebagai cara pemulihan pasien stroke yang dapat diberikan :

  • Selalu mengganti posisi tidur atau duduk setiap 1-2 jam untuk memperbaiki postur dan keseimbangan dibantu oleh keluarga atau pendamping pasien, agar tidak terjadi kekakuan sendi atau otot terutama ada bagian postural.
  • Jika dilihat sudah menunjukkan peningkatan, keluarga juga dapat memberikan aktivitas yang lain seperti bergerak di tempat tidur, pindah posisi dari berbaring menuju duduk dan dilanjutkan dengan berdiri dengan alat bantuan, seperti walker atau triphod.
  • Pada tingkatan lain, penderita stroke juga dapat diberikan aktivitas fungsional gerakan otot otot lengan dan kaki (dengan atau tanpa bantuan benda-benda lain) sesuai kebutuhan gerak penderita stroke.

Baca Juga: Si Kuning Segudang Khasiat yang Tak Terduga

Program tersebut di atas haruslah atas anjuran tenaga medis yang terapi dibidangnya, aktivitas yang tepat dan sesuai kondisi penderita stroke akan mempercepat proses pemulihan pasca stroke. Fisioterapi yang ahli akan mengarahkan bagaimana penderita stroke dapat kembali melakukan aktivitasnya sesuai fungsi yang dibutuhkannya.

Fisioterapi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat Jakarta menyediakan layanan sebagai wujud kepedulian terhadap penderita stroke menerima pelayanan penderita pasca stroke dengan metode dan aplikasi terapi terkini dalam peningkatan aktivitas gerak dan fungsi, agar penderita stroke dapat kembali beraktivitas sebagai mana mestinya. Semoga info kesehatan ini dapat memberi pengetahuan mengenai pemulihan pasien stroke.

Memahami Apa yang Terjadi pada Otak Saat Stroke

Untuk membantu proses pemulihan, kita harus memahami musuh yang sedang dihadapi. Stroke terjadi dalam dua bentuk utama: Stroke Iskemik (penyumbatan) dan Stroke Hemoragik (pecah pembuluh darah). Keduanya mengakibatkan sel-sel otak kekurangan oksigen dan mati dalam hitungan menit.

Shutterstock

Namun, otak manusia memiliki karakteristik yang luar biasa bernama Neuroplastisitas. Ini adalah kemampuan otak untuk mereorganisasi dirinya sendiri dengan membentuk koneksi saraf baru. Meskipun bagian otak yang mati tidak dapat dihidupkan kembali, bagian otak di sekitarnya dapat dilatih untuk mengambil alih tugas-tugas yang hilang. Proses inilah yang menjadi inti dari setiap program rehabilitasi pasca-stroke.

Strategi Memanfaatkan “Golden Period”

Dalam dunia rehabilitasi, terdapat istilah yang sangat krusial: Golden Period. Ini adalah jendela waktu di mana otak berada pada kondisi paling adaptif untuk pulih.

  1. Tahap Akut (24-48 Jam Pertama): Rehabilitasi sebaiknya dimulai sesegera mungkin setelah kondisi medis pasien stabil. Mobilisasi dini, seperti merubah posisi tidur, sangat penting untuk mencegah komplikasi seperti luka tekan atau infeksi paru-paru.

  2. Periode Emas (0-6 Bulan): Ini adalah waktu krusial. Penelitian menunjukkan bahwa pemulihan fungsional tercepat terjadi dalam 3 hingga 6 bulan pertama. Pada masa ini, intensitas latihan harus dimaksimalkan untuk “memaksa” otak membentuk jalur saraf baru.

  3. Tahap Kronis (Di Atas 6 Bulan): Pemulihan tidak berhenti setelah 6 bulan, namun kecepatannya mungkin melambat. Pada tahap ini, fokus bergeser pada pemeliharaan fungsi dan adaptasi gaya hidup jangka panjang.

Peran Vital Keluarga: Lebih dari Sekadar Pendamping

Banyak yang beranggapan bahwa pemulihan stroke sepenuhnya bergantung pada dokter atau fisioterapis. Kenyataannya, keluarga adalah unit rehabilitasi yang paling utama. Pasien hanya menghabiskan waktu beberapa jam di rumah sakit, namun sisa harinya dihabiskan bersama keluarga.

Dukungan Psikologis dan Motivasi

Depresi pasca-stroke adalah kondisi nyata yang sering menghambat pemulihan fisik. Pasien sering merasa frustrasi karena kehilangan kemampuan dasar. Di sinilah keluarga berperan memberikan semangat tanpa memberikan tekanan berlebih. Hindari sikap “mengambil alih semua tugas” yang justru bisa memicu learned helplessness (kondisi di mana pasien merasa benar-benar tidak berdaya).

Menciptakan Lingkungan yang Aman

Modifikasi rumah diperlukan untuk mendukung kemandirian:

  • Pemasangan handrail (pegangan tangan) di kamar mandi.
  • Menghilangkan karpet yang licin.
  • Penerangan yang cukup untuk mencegah risiko jatuh.

Aktivitas Fisik dan Latihan Gerak di Rumah

Latihan yang konsisten adalah kunci neuroplastisitas. Berikut adalah tahapan aktivitas fisik yang bisa dibantu oleh keluarga:

1. Manajemen Postur (Pencegahan Kekakuan)

Kekakuan otot (spastisitas) sering terjadi jika sendi jarang digerakkan.

  • Reposisi Tidur: Ubah posisi miring kanan dan kiri setiap 2 jam.
  • Penyangga Lengan: Pastikan lengan yang lemah tidak menggantung tanpa penyangga untuk menghindari dislokasi sendi bahu (subluksasi).

2. Latihan Lingkup Gerak Sendi (ROM)

Latihan ini bertujuan menjaga kelenturan otot.

  • ROM Pasif: Keluarga menggerakkan sendi pasien secara perlahan (tekuk-lurus tangan dan kaki).
  • ROM Aktif: Pasien mencoba menggerakkan anggotanya sendiri dengan bantuan minimal.

3. Latihan Mobilitas Bertahap

Setelah pasien mampu duduk dengan stabil di tepi tempat tidur, langkah selanjutnya adalah:

  • Transfer: Melatih pasien berpindah dari tempat tidur ke kursi roda.
  • Standing Balance: Melatih keseimbangan berdiri dengan tumpuan berat badan yang seimbang pada kedua kaki.
  • Gait Training: Latihan jalan menggunakan alat bantu seperti walker atau tripod.
Shutterstock

Intervensi Profesional: Mengapa Fisioterapi Sangat Penting?

Seorang fisioterapis bukan sekadar pelatih fisik; mereka adalah arsitek gerak. Di institusi seperti RSKO Jakarta, fisioterapis menggunakan pendekatan ilmiah untuk memicu pemulihan saraf:

  1. Terapi Gerakan Fungsional: Latihan yang didesain menyerupai aktivitas harian, seperti cara memegang gelas atau cara bangkit dari kursi.
  2. Latihan dengan Alat Pendukung: Penggunaan treadmill dengan penyangga berat badan untuk melatih pola jalan yang benar.
  3. Terapi Manipulatif: Teknik khusus untuk merelaksasi otot yang tegang dan memfasilitasi gerakan otot yang lemah.

Nutrisi Pasca-Stroke: Bahan Bakar Pemulihan Otak

Pemulihan fisik membutuhkan energi yang tepat. Otak yang sedang “memperbaiki diri” membutuhkan nutrisi spesifik:

  • Omega-3 (Ikan, Walnut): Mendukung kesehatan membran saraf.
  • Antioksidan (Buah Beri, Sayuran Hijau): Melindungi sel otak dari kerusakan lebih lanjut.
  • Protein Berkualitas: Membantu perbaikan jaringan otot yang mengalami atrofi (pengecilan).
  • Kontrol Natrium: Sangat penting untuk menjaga tekanan darah tetap stabil guna mencegah stroke berulang.

 

Langkah Pencegahan Stroke Berulang

Mencegah stroke kedua jauh lebih mudah daripada mengobatinya. Pastikan pasien mematuhi protokol berikut:

  • Cek Tekanan Darah Rutin: Hipertensi adalah faktor risiko terbesar.

  • Manajemen Gula Darah: Bagi pasien dengan diabetes.

  • Aktivitas Fisik Terukur: Tetap bergerak sesuai kemampuan.

  • Kepatuhan Obat: Jangan menghentikan obat pengencer darah atau obat kolesterol tanpa instruksi dokter.

Kesimpulan: Perjalanan Menuju Kemandirian

Pemulihan pasca-stroke adalah sebuah maraton, bukan lari cepat. Dibutuhkan kesabaran ekstra dari keluarga dan kerja keras yang luar biasa dari penderita. Dengan memanfaatkan layanan fisioterapi yang kompeten, seperti yang tersedia di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta, serta dedikasi dalam latihan harian di rumah, kualitas hidup pasien dapat ditingkatkan secara signifikan.

Ingatlah, setiap gerakan kecil yang dilakukan pasien hari ini adalah investasi besar untuk kemandirian mereka di masa depan. Jangan menyerah, karena otak kita memiliki kapasitas luar biasa untuk bangkit kembali.

Sumber:
Fisioterapi RSKO & Mohammad Irfan, Fisioterapi bagi Insan Stroke, Graha Ilmu, Jakarta, 2012.
https://www.kompasiana.com/rsko1972/5c63882112ae94677c0f3bca/memulihkan-pasien-stroke-dengan-fisioterapi

Hasya Khairina Afrida  
Mahasiswa Universitas Binawan

Editor: Diana Pratiwi

FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan oleh Keluarga

1. Apakah pasien stroke bisa sembuh 100%?

Definisi “sembuh” pada stroke sering kali merujuk pada kembalinya kemandirian fungsional. Beberapa pasien dapat kembali normal sepenuhnya, sementara yang lain mungkin memiliki keterbatasan kecil namun tetap bisa beraktivitas secara mandiri.

2. Mengapa tangan pasien terasa kaku dan melengkung?

Itu disebut spastisitas. Hal ini terjadi karena otak kehilangan kontrol terhadap tonus otot. Latihan peregangan rutin dan penggunaan splint (bidai) atas saran fisioterapis sangat membantu.

3. Apakah terapi alternatif seperti akupunktur disarankan?

Terapi komplementer seperti akupunktur dapat membantu sirkulasi dan relaksasi, namun tidak boleh menggantikan rehabilitasi medis utama seperti fisioterapi dan kontrol dokter syaraf.

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses