Bukan Sekadar Kejar Keuntungan, Saatnya Bisnis Harus Peduli Lingkungan dengan Penerapan Carbon Accounting!!!

carbon accounting systems
Bukan Sekadar Kejar Keuntungan, Saatnya Bisnis Harus Peduli Lingkungan dengan Penerapan Carbon Accounting!!! Sumber: MMI.

Saat ini roda ekonomi memang sepenuhnya ditopang penuh oleh kegiatan bisnis, mulai dari penyedia lapangan kerja hingga modal yang terus berputar. Kegiatan bisnis adalah salah satu kegiatan utama untuk menciptakan pertumbuhan dan stabilitas ekonomi di suatu negara. Namun, dari kegiatan bisnis yang berputar secara terus menerus menimbulkan suatu masalah yang besar yaitu Sumber Daya yang berasal dari Bumi yang terus menerus tergerus.

Selain itu, banyak sekali masalah yang terjadi akibat kegiatan bisnis yang tidak memikirkan dampak dari apa yang telah dilakukan. Dengan begitu lingkungan sekitar tercemar, polusi udara ada dimana-mana, kualitas air Sungai yang kian hari makin memburuk.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Panas yang kian hari semakin menyengat akibat adanya efek rumah kaca dan mengakibatkan lapisan ozon semakin menipis. Perubahan iklim, pemanasan global, dan meningkatnya emisi karbon menjadi tantangan yang dihadapi dunia saat ini. Aktivitas industri dan bisnis merupakan salah satu penyumbang emisi karbon yang cukup besar sehingga diperlukan langkah nyata untuk mengendalikan dampaknya terhadap lingkungan.

Di sinilah Akuntansi Karbon (Carbon Accounting) hadir sebagai solusi konkret sekaligus jembatan yang menghubungkan antara kepentingan ekonomi dan kelestarian ekologi. Peran akuntansi karbon dalam membantu perusahaan mengukur, mencatat, dan melaporkan emisi gas rumah kaca sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan serta upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Karena Selama ini, banyak pelaku usaha menganggap bahwa isu lingkungan adalah urusan aktivis atau pemerintah saja, padahal isu lingkungan juga menjadi tanggung jawab pelaku-pelaku usaha.

Baca Juga: Kenapa Pajak Karbon Masih Belum Bisa diterapkan di Indonesia?

Akuntansi karbon adalah proses mengukur, mencatat, dan melaporkan jumlah emisi karbon yang dihasilkan oleh suatu organisasi atau perusahaan. Melalui akuntansi karbon, perusahaan dapat mengetahui seberapa besar dampak operasionalnya terhadap lingkungan dan menentukan strategi untuk mengurangi emisi tersebut.

Akuntansi karbon tidak hanya membantu perusahaan memenuhi tuntutan regulasi, tetapi juga meningkatkan transparansi dan kepercayaan publik seperti, investor, konsumen, dan masyarakat yang saat ini  memperhatikan komitmennya perusahaan terhadap isu lingkungan. Oleh karena itu, informasi mengenai emisi karbon menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan.

Dalam IFRS Foundation (2023) menjelaskan bahwa standar keberlanjutan, IFRS S1 dan IFRS S2 mengharuskan perusahaan mengungkapkan informasi terkait risiko dan peluang keberlanjutan, termasuk emisi gas rumah kaca (GRK), untuk membantu investor dan pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan.

International Business Machines Corporation juga menjelaskan bahwa akuntansi karbon merupakan proses pengukuran, pencatatan, dan pelaporan emisi gas rumah kaca. Data emisi yang akurat membantu perusahaan menyusun strategi pengurangan emisi, meningkatkan efisiensi, serta mendukung pelaporan ESG (Environmental, Social, and Governance) yang transparan.

Akuntansi karbon merupakan salah satu komponen penting dalam aspek lingkungan (Environmental) pada pelaporan ESG. Data emisi karbon yang akurat dapat digunakan perusahaan untuk menunjukkan kinerja keberlanjutan mereka serta membuktikan bahwa perusahaan tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga peduli terhadap lingkungan dan masyarakat.

Baca Juga: Implementasi Fun Accounting dalam Meningkatkan Literasi dan Keterampilan Pencatatan Keuangan Sederhana pada Siswa Sekolah Dasar

Namun masih banyak perusahaan yang menghadapi kendala dalam menerapkan akuntansi karbon, seperti kurangnya standar yang seragam, keterbatasan data, serta biaya pengukuran dan pelaporan. Namun, tantangan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengabaikan tanggung jawab lingkungan.

Akuntansi karbon seharusnya tidak menjadi beban bagi perusahaan, melainkan sebagai investasi untuk masa depan yang lebih baik. Dengan mengukur dan melaporkan emisi karbon secara transparan, perusahaan dapat berkontribusi dalam menjaga lingkungan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Dengan menerapkan Akuntansi karbon Perusahaan telah berahasil menghadapi tantangan atas perubahan iklim yang semakin tidak menentu. Melalui pengukuran dan pelaporan emisi yang transparan, perusahaan dapat menunjukkan tanggung jawab lingkungan, mendukung praktik bisnis berkelanjutan, dan berkontribusi pada terciptanya masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.


Penulis: Ekawati Andini
Mahasiswa Akuntansi Universitas Pamulang


Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses