Cikarang, MMI — Bayangkan dua kandidat melamar posisi yang sama. Keduanya punya nilai akademik yang baik, pengalaman organisasi, dan dokumen lamaran yang rapi.
Namun, satu dari mereka punya sesuatu yang berbeda: ketika recruiter mengetik namanya di kolom pencarian, yang muncul adalah konten-konten karier yang informatif, profil LinkedIn yang terstruktur, dan portofolio yang bisa diklik langsung.
Siapa yang lebih menarik perhatian? Jawabannya sudah terbentuk sebelum satu pun pertanyaan interview dilontarkan.
Gambaran itu bukan hipotesis. Itulah yang terjadi setiap hari di dunia rekrutmen modern.
CV digital, atau lebih tepatnya, personal branding online yang konsisten, sudah menjadi pintu masuk pertama menuju karier profesional, bukan sesuatu yang baru dipikirkan setelah wisuda.
Momen yang tepat untuk membicarakan ini hadir lewat Start Your Career Expo 2026, sebuah acara yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi President University pada 4 Mei 2026 di Gedung Graha Surya Pengharapan, Jababeka.
Dengan tagline “Siap Kerja, Siap Berkembang”, expo ini membekali generasi muda dengan kesiapan nyata menghadapi dunia kerja sebelum mereka benar-benar terjun ke dalamnya.
Peserta hadir didominasi siswa dari SMK Garuda Nusantara, SMA Islam Al Azhar 22, SMK Dewantara, SMKN 1 Cikarang Utara, hingga mahasiswa President University sendiri.
Salah satu sesi paling resonan adalah yang dibawakan oleh Rahmat Darmawan, yang mengangkat topik personal branding dan persiapan karier secara langsung dan aplikatif.
Ada keluhan yang terasa sangat familiar bagi banyak orang yang sedang mencari kerja: “Aku bisa kerja tapi tidak bisa interview.”
Kalimat pendek itu viral karena ribuan orang merasakannya.
Kemampuan teknis ada, tapi kemampuan mempresentasikan diri, baik secara lisan maupun digital, masih sangat kurang terasah.
Ini bukan soal kepribadian introvert atau ekstrovert. Ini soal narasi.
Siapa kamu di mata orang yang belum pernah bertemu langsung denganmu?
Apa yang mereka temukan ketika mencari namamu secara online?
Kekosongan informasi di sana sama berbahayanya dengan portofolio yang kosong.
Rahmat Darmawan memulai tanpa pengalaman kerja formal.
Ia kemudian aktif membuat konten tentang dunia karier di TikTok, konsisten mengunggah setiap minggu, dan membangun portofolio dari proyek-proyek pribadi.
Hasilnya ia menjadi salah satu dari 10 HR Influencer Indonesia Terpopuler, padahal profesi aslinya adalah seorang marketer, bukan HRD.
Ini membuktikan satu hal penting: personal branding yang tepat bisa membentuk persepsi yang melampaui jabatan formalmu.
Kamu tidak harus bekerja 5 tahun untuk dipandang ahli, cukup konsisten berbicara tentang topik yang kamu kuasai dan pedulikan.

Konsistensi adalah tantangan terbesar, bukan kreativitas, bukan skill teknis.
Membangun image membutuhkan waktu, dan hasilnya tidak selalu terlihat dalam hitungan minggu.
Menentukan niche yang jelas juga sering membuat orang ragu: takut terlalu sempit, takut salah pilih.
Padahal dimulai dulu dan dikoreksi kemudian jauh lebih baik daripada tidak pernah memulai.
Dan yang paling sering menghambat: takut dinilai orang lain.
Namun, pesan yang disampaikan dalam Start Your Career Expo 2026 ini sangat jelas, ubah rasa takut itu menjadi antusias, karena setiap mata yang melihatmu adalah peluang yang tidak akan datang jika kamu tidak terlihat sama sekali.
Dunia kerja tidak lagi hanya menilai apa yang kamu bisa. Ia menilai apa yang terlihat dari dirimu.
Inisiatif seperti Start Your Career Expo 2026 hadir justru untuk mengingatkan hal ini sejak dini, bahwa membangun identitas profesional adalah perjalanan yang harus dimulai jauh sebelum kamu memegang ijazah.
CV digital bukan tentang banyak followers atau konten yang viral.
Ia tentang mengambil kendali atas narasi tentang dirimu sendiri, sebelum orang lain atau kekosongan yang mendefinisikanmu.
Personal branding adalah investasi jangka panjang.
Mulai dari hal kecil, mulai dari sekarang, dan lakukan dengan konsisten.
Jangan hanya bilang bisa, tunjukkan hasilnya.
Penulis: Rozana Dhiyaul Haq Trigalim
Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi, President University
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












