Sragen, MMI – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Padepokan 24 Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa menggelar kegiatan pembuatan eco enzim di Posko KKN Padepokan 24, pada Kamis (05/02/2026).
Kegiatan ini menyasar ibu rumah tangga dan masyarakat Dusun Sepat sebagai upaya edukasi pengelolaan limbah organik rumah tangga yang sederhana, murah, dan ramah lingkungan.
Berangkat dari permasalahan sehari-hari berupa limbah dapur yang sering kali berakhir sebagai sampah, kegiatan ini hadir untuk mengubah sudut pandang masyarakat bahwa sisa buah dan sayuran bukanlah limbah semata, melainkan potensi yang dapat diolah menjadi produk bermanfaat.
Eco enzim menjadi solusi praktis yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini menghadirkan Bapak Dr. Ir. Yunianta, M.P., selaku Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, sebagai narasumber utama.
Dalam penyampaian materinya, beliau menjelaskan bahwa eco enzim tidak hanya berfungsi sebagai pupuk organik, tetapi juga berperan dalam memperbaiki kualitas lingkungan, mengurangi penggunaan bahan kimia, serta mendukung konsep pertanian dan rumah tangga berkelanjutan.
Baca Juga: Eco-enzim sebagai Sumber Kehidupan dan Kesehatan di Desa Sumberasih Probolinggo
Beliau juga menegaskan pentingnya peran ibu rumah tangga sebagai agen perubahan dalam pengelolaan sampah dari lingkup terkecil, yaitu keluarga.
Sementara itu, Bapak Nanang Kusuma Mawardi, S.P., M.Sc., selaku Ketua Program Studi Agribisnis Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, memberikan pendampingan teknis secara langsung terkait proses pembuatan eco enzim.
Mulai dari pemilihan bahan organik, perbandingan komposisi yang tepat, teknik pencampuran, hingga proses fermentasi yang benar dijelaskan secara rinci dan mudah dipahami oleh peserta.
Kegiatan berlangsung dengan suasana aktif, komunikatif, dan penuh antusiasme. Ibu rumah tangga dan masyarakat Dusun Sepat tidak hanya mendengarkan materi, tetapi turut terlibat langsung dalam praktik pembuatan eco enzim.
Proses memotong bahan organik, mencampur bahan fermentasi, hingga menyiapkan wadah penyimpanan dilakukan bersama-sama, menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan aplikatif.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memproduksi eco enzim secara mandiri di rumah serta memanfaatkannya sebagai pupuk cair organik, pembersih alami, penghilang bau, dan cairan serbaguna ramah lingkungan.
Dengan demikian, jumlah limbah organik rumah tangga dapat ditekan sekaligus memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekitar.
Lebih dari sekadar kegiatan praktik, pembuatan eco enzim ini menjadi wadah kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat.
Kehadiran KKN Padepokan 24 di Dusun Sepat diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga lingkungan serta mendorong terciptanya kebiasaan hidup yang lebih peduli terhadap alam.
Melalui kegiatan ini, KKN Padepokan 24 Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa menegaskan komitmennya dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Dusun Sepat.
Penulis: KKN Padepokan 24
1. Hapsari Santyanika Tataka (2023011041)
2. Yohana Anita Narut (2023015060)
3. Umam Hariri (2023015146)
4. Ratu Permata Sari (2023015063)
5. Mufidah (2023015064)
6. Manda (2023007060)
7. Said Abiyyu Ma’ruf (2023011132)
8. Maria Yulita Klaran (2023007064)
9. Adelia Revinta Kinasih (2023011129)
10. Bagus Setiawan Soleh (2023011062)
11. Annisa Nur Jannah (2023011040)
Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












