Tak Sekadar Teori, Mahasiswa KKN-T IPB Ajak Warga Desa Hegarmanah Praktik Langsung Olah Sampah

kkn ipb
Tak Sekadar Teori, Mahasiswa KKN-T IPB Ajak Warga Desa Hegarmanah Praktik Langsung Olah Sampah. Sumber: MMI.

Jawa Barat, MMI — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IPB melakukan sosialisasi praktik pemilahan dan pengolahan sampah untuk membantu warga mengatasi masalah sampah yang ada di Desa Hegarmanah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Sosialisasi dilakukan di aula desa dan setiap Rukun Warga (RW) yang ada di desa.

Sosialisasi dengan praktik langsung di lapangan dilakukan agar warga dapat langsung menerapkan secara praktis di pekarangan rumah. Sampah dikategorikan menjadi organik dan anorganik. Kemudian sampah organik diolah dengan bak kompos skala rumah tangga dan biopori di pekarangan rumah.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Selain itu, mahasiswa KKN-T mengedukasi masyarakat membuat EM4 hemat biaya dengan bahan yang ada di dapur rumah.

“Pengomposan sampah organik sangat mudah dan dapat dilakukan di rumah masing-masing. Hanya butuh wadah sampah dan EM4 untuk mempercepat proses pengomposan. Pengomposan hanya butuh waktu dua bulan jika menggunakan EM4 tersebut,” ujar Saddam Fuhan, mahasiswa Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB University sekaligus anggota KKN-T Inovasi Desa Hegarmanah.

“Pembuatan EM4 juga mudah, hanya butuh air cucian beras, sisa nasi, dan gula. Ini lebih praktis dan ramah lingkungan,” lanjutnya.

Baca Juga: Dari Limbah Jadi Berkah: Ibu-Ibu PKK Desa Tirtomarto Belajar Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi bersama Mahasiswa KKN IPB

Sosialisasi ini menjawab permasalahan sampah di lingkungan Desa Hegarmanah seperti yang diungkapkan oleh tim Puskesmas Bojongpicung. Tidak adanya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang dapat menampung sampah menimbulkan masalah lingkungan.

“Masyarakat kerap kali membuang sampah ke irigasi atau pinggir jalan karena tidak dapat mengolahnya. Yang lain juga membakar di pekarangan rumah padahal rumahnya berdempetan. Jika berangsur angsur dapat menimbulkan penyakit,” ujar Fahrizal Oki Naufal, S.K.M., Tenaga Sanitasi Lingkungan Puskesmas Bojongpicung.

Tukijo, Kasi Kesejahteraan Desa Hegarmanah, juga menambahkan bahwa pengolahan sampah dengan bak kompos dan biopori dapat membantu mengurangi masalah sampah yang ada di Desa Hegarmanah.

“Jika semua warga bisa buat di rumah masing-masing, pengolahan ini dapat mengurangi permasalahan sampah yang ada di desa. Apalagi kalau dilakukan konsisten,” sambungnya.

Ia berharap inovasi yang dibawa oleh Tim KKN-T IPB University dapat diterapkan oleh seluruh masyarakat terutama para ibu rumah tangga.

Baca Juga: Mahasiswa KKN IPB Dorong Digitalisasi UMKM Nagri Kidul, Enam Usaha Kini Tersedia di Grab Food

Di akhir kegiatan, mahasiswa KKNT menyerahkan bor biopori dan tutup biopori untuk setiap RW sehingga dapat digunakan masyarakat di rumah masing-masing secara bergiliran.

Program ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih sadar nilai ekonomis sampah organik dan mengolah sampah secara berkelanjutan di Desa Hegarmanah.


Penulis: Jonathan Gilbert Sibarani
Mahasiswa IPB University
KKN-T IPB Desa Hegarmanah


Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses