Faktor Terjadinya Low Back Pain

Faktor Low Back Pain
Faktor Terjadinya Low Back Pain. Sumber: MMI.

Nyeri Punggung Bawah atau Rasa Sakit di Bagian Belakang Bawah Nyeri (LBP) merupakan suatu kondisi dengan sensasi rasa tidak nyaman atau nyeri tajam di area ruas lumbalis kelima dan sakralis (L5-S1).

Work-Related Low Back Pain merupakan sensasi nyeri dalam ranah pekerjaan dan secara klinis mungkin diakibatkan oleh pekerjaan atau bias diperparah oleh kegiatan pekerjaan.

LBP bukanlah diagnosis penyakit, tetapi merupakan sindrom yang mencakup bermacam gejala, dengan rasa sakit di punggung sebagai manifestasi utamanya. Secara klinis, LBP ditandai oleh merasa nyeri serta disfungsi di wilayah pinggang dan pinggul (Fitrianti et al., 2023).

Berdasarkan Nadraini et al., (2024), LBP disebabkan oleh masalah yang berkaitan dengan sistem muskuloskeletal dan neuromuskular (Aprilia et al., 2021)

Nyeri punggung bawah bisa dialami oleh siapa saja yang mengalami permasalahan kesehatan pada muskuloskeletal seperti ketegangan lumbosacral akut, kelemahan ligamen lumbosakral, kelemahan otot, osteoartritis, stenosis spinal, serta permasalahan pada sendi antarvertebra, serta kaki yang tidak seukuran.

Faktor-faktor berisiko yang memengaruhi terjadinya nyeri punggung bawah secara umum terbagi menjadi dua, yaitu faktor individu meliputi antara lain usia, jenis kelamin, dan indeks berat badan dan kondisi mental. Elemen tugas adalah tugas yang membutuhkan kekuatan, durasi kerja dan posisi tubuh/etika kerja.

Baca Juga: Efektivitas Terapi untuk Pasien Low Back Pain pada Fisioterapi

Aspek pekerjaan menjadi permasalahan fokus utama dalam ergonomi. Salah satu penyebab risiko yang mempengaruhi timbulnya nyeri punggung bawah yaitu masa kerja.

Masa kerja merujuk pada suatu periode durasi atau periode kerja dari tenaga kerja tempat tertentu. Masa kerja adalah periode waktu yang telah dilalui oleh seseorang dalam melaksanakan kewajiban dan perannya.

Variabel jumlah jam kerja dalam sehari pada penelitian ini tidak terkait dengan peristiwa sakit punggung bagian bawah. Dalam studi lainnya, jam pekerjaan sehari atau lama paparan terhadap risiko berdampak pada terjadinya nyeri punggung bawah.

Saat kontraksi, otot membutuhkan oksigen. Risiko fisiologis utama yang berhubungan dengan pergerakan yang kerap dan terus-menerus adalah kelesuan otot.

Jika tindakan yang dilakukan secara berulang-ulang dari otot bergerak terlalu cepat sehingga oksigen belum mencapai jaringan akan menyebabkan kelelahan otot (Straker and Duncan, 2000).

Untuk mengatasi masalah nyeri punggung bawah, salah satu cara penanganannya adalah dengan fisioterapi. Berdasarkan Wibowo yang dikutip dalam (Kusuma dan Setiowati (2015) menyebutkan jenis-jenis fisioterapi sebagai berikut, satu di antaranya adalah aktivitas fisik.

Baca Juga: Peran Fisioterapi pada Penderita Low Back Pain

Temuan penelitian Kusuma dan Setiowati (2015) menyatakan bahwa kegiatan fisik melalui penerapan William Flexion Exercise dapat meningkatkan jangkauan gerak sendi pasien low pain in the back.

Selain itu, penelitian Harwanti, Ulfah, dan Nurcahyo (2019) memperlihatkan adanya dampak pelaksanaan latihan peregangan bersama William Latihan Fleksi untuk mengurangi keluhan lumbar discomfort.


Penulis: Rifqi Priatama (Nim: 022211031)
Mahasiswa D-4 Fisioterapi Universitas Binawan


Dosen Pengampu: Apriani Riyanti, S.Pd., M.Pd.


Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi


Daftar Pustaka

Nanere, B. E., Tarangi, F. M., Embisa, Y. A., & Rahawarin, H. E. F. (2025). Mengurangi Risiko Low Back Pain (LBP) pada Lansia melalui Edukasi Kesehatan di Posyandu Lansia Desa Laha, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon. Jurnal Cendekia Mengabdi Berinovasi Dan Berkarya, 3(2), 46–51. https://doi.org/10.56630/jenaka.v3i2.846

Simanjuntak, E. Y. B., Silitonga, E., & Aryani, N. (2020). Latihan Fisik dalam Upaya Pencegahan Low Back Pain (LBP). Jurnal Abdidas, 1(3), 119–124. https://doi.org/10.31004/abdidas.v1i3.21

Wahab, A. (2019). FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH (LOW BACK PAIN) PADA NELAYAN DI DESA BATU KARAS KECAMATAN CIJULANG PANGANDARAN. Biomedika, 11(1), 35. https://doi.org/10.23917/biomedika.v11i1.7599

Afifah Nur Fauzani, Taufik Eko Susilo, & Christine Viola. (2025). Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Pasien Sprain Ankle Dengan Modalitas Ultrasound dan Thera-Band Exercise : Case Report. Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan, 5(2), 40–46. https://doi.org/10.55606/jrik.v4i1.3611

Dayani Hazria, AZ Rasyidah, & Maulani. (2019). Masa_Kerja_Sikap_Kerja_Dan_Jenis_Kelamin. REAL in Nursing Journal (RNJ), vol 2, no. 2, 66–71. https://d1wqtxts1xzle7.cloudfront.net/71271758/129-libre.pdf?1633353665=&response-content-disposition=inline%3B+filename%3DMasa_Kerja_Sikap_Kerja_Dan_Jenis_Kelamin.pdf&Expires=1784051031&Signature=LjWKpRpF66sGSqkhYCPS4V7YxMS~QzdaAnEHz7gsMitBoQXr2-Cx6MvJqL91RdJ9W3KkqwNHKgCYYb0D~YJrP4~LrH1vDO4LRqCQYrAOhqqGApkff31kHGSdnyXjn9EFaW4KarqMQyzcbArbAOjyzl~Ag2E3odllWE3PksRXCgWyamsE4f4JGxz6deBAnAlcSlAxjdh9QN5bPyM~IK5L~wnTucJqOPoLsz1FTEZ9HgWWOJrKH2teXc7slc-bNKn8kw6Le0qIHtwYQX~9Xyx~hi1QKYbKzFSXRIw1Sx9sj8sczmxi9xMNqaXr~KYWz6Xk5iaMZtudJGPmTCIKPhZrYA__&Key-Pair-Id=APKAJLOHF5GGSLRBV4ZA

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses