Patah hati selama dua tahun karena mimpi jadi KOWAD kandas di tengah jalan, saya tidak menyerah. Meski tidak hadir sebagai mahasiswa Top PTN dan hanya kuliah di kampus swasta, saya tidak kecil hati. Karena saya membawa tujuan hidup yang berbeda.
Jika beberapa orang bilang “andai aku bisa kuliah di kampus besar” maka saya berkata lain “Dengan menjadi mahasiswa di USAHID Surakarta, maka saya harus membawa nama kampus saya meroket lebih tinggi”. Saya sendiri pernah berjanji pada diri saya bahwa dimanapun saya bersekolah, saya harus berkontribusi dengan prestasi untuk sekolah tersebut.
Saya tidak hadir sebagai mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang), saya hadir dengan tujuan membawa energi positif dan motivasi untuk meningkatkan semangat mahasiswa di lingkungan kampus. Banyak orang menganggap mahasiswa Informatika seperti saya hanya sibuk dengan coding, algoritma, praktikum, dan laporan. Namun, saya memilih journey yang menantang.
Saya, Mayang Gumelar. Mahasiswa semester enam Program Studi Informatika Universitas Sahid Surakarta (USAHID Ska.) yang menantang diri dengan mendaftar dan akhirnya terpilih sebagai Google Student Ambassador (GSA) periode 2026. Menjadi satu dari 2000 mahasiswa terpilih dan menjadi yang pertama dan satu-satunya di USAHID.
Karena menjadi yang pertama dan satu-satunya, banyak sekali pihak yang masih asing dan mempertanyakan terkait peran GSA ini bagai mahasiswa dan kampus. Jawabannya adalah peran ini tentu memberikan dampak yang nyata dan konkrit bagi lingkup universitas.
Melalui artikel ini, saya akan menceritakan perjalanan saya secara komprehensif. Mulai dari patah hati yang membangun semangat saya hingga keberhasilan fully funded mengunjungi Google Office Indonesia, dan biaya jutaan rupiah dari pihak Google untuk menyelenggarakan berbagai acara di USAHID tercinta.
Sebelum terjun di GSA, saya sudah terlebih dahulu terjun di berbagai projek akademik maupun non-akademik. Tahun 2024, saya menyabet Gold Medal Peksimida Monolog se-Jateng dan menjadi anggota teater pertama di kampus yang meraih prestasi untuk UKM kami.
Tahun 2025, saya dipercaya menjadi Pimpinan Produksi Pentas Besar Teater Lingkar kami dengan tajuk “Aduh Ujang” dimana saya sekaligus memerankan orang gila di naskah tersebut. Di akademik saya berhasil meraih gelar Machine Learning Distinction Graduation Beasiswa Bootcamp Dicoding Asah 2025 dan Juara Favorit Lomba Kreatifitas & Inovasi (KRENOVA) Kabupaten Sragen.
Di ajang KRENOVA ini, saya bersama tim berhasil membangun SI Tumbuh, sistem skrining pertumbuhan dan status gizi balita yang terintegrasi langsung dengan model Gemini Flash 2.5.
Produktivitas saya sebagai mahasiswa semakin meningkat ketika saya terintegrasi dengan ekosistem Google dan Gemini AI, mindset, keseharian, dan efektivitas harian saya meningkat drastis.
Salah satu peningkatan skill yang saya rasakan adalah dalam pembuatan materi dan produk digital pendamping saya. Sebagai mahasiswa yang mencintai Machine Learning dan AI, saya berinisiatif untuk membangun channel YouTube untuk berbagai pengetahuan di sana.
Namun, saya sering terkendala dalam pembuatan materi pelengkap dan kode program untuk membantu viewers belajar. Nah, dengan hadirnya Gemini AI semua itu terasa jauh lebih mudah. Dengan Gemini Deep Research dan Canvas saya bisa mempercepat waktu pencarian materi, pembuatan modul, dan template kode program.
Tidak hanya itu, menjadi GSA yang wajib banget kreatif terkait content creation, membuatku semakin tertantang untuk menghasilkan konten konten yang menarik dan ber-impact untuk audiens. Aku semakin lihai dalam menyusun ide konten, skill editing video ku meningkat pesat, hingga yang dulu video Instagram ku viewersnya hanya puluhan hingga dua ratusan kini bisa tembus ke ribuan.
Tidak hanya itu, menjadi GSA yang wajib banget kreatif terkait content creation, membuatku semakin tertantang untuk menghasilkan konten konten yang menarik dan ber-impact untuk audiens. Aku semakin lihai dalam menyusun ide konten, skill editing video ku meningkat pesat, hingga yang dulu video Instagram ku viewersnya hanya puluhan hingga dua ratusan kini bisa tembus ke ribuan.
Prestasi dalam program ini menjadi highlight utama untuk saya. Menjadi GSA bukan hanya status semata, bukan hanya untuk pamor belaka, melainkan sebuah tanggung jawab penuh dan pembuktian kompetensi diri. Dedikasi selaku GSA harus benar-benar terbukti dan membawa dampak nyata.
Pertama, saya berhasil menjadi TOP 150 GSA dari 2000 GSA lain yang terpilih dan dibiayai penuh untuk mengikuti Inauguration Event & Google Office Tour di Jakarta. Dalam pencapaian ini, saya berhasil membangun kredibilitas dan value kampus saya di kancah Nasional. Bahwa, USAHID Surakarta mampu bersaing di era gempuran Artificial Intelligence ini.
Kedua, saya berhasil menjadi Monthly Content Champion Winner bulan pertama GSA 2026. Bukan hanya weekly, melainkan versi next levelnya. Dari banyaknya konten 2000 GSA se-Indonesia, konten-konten Google & Gemini AI Challenge ku berhasil menduduki posisi ke-4 dari TOP 5 GSA terpilih. Saya mendapatkan apresiasi berupa TGC senilai Rp 250.000 dari Google Indonesia.
Pencapaian tertinggi saya saat ini adalah berhasil meraih TOP 500 GSA pertama yang naik ke tier Rising Star. Melalui konsistensi kinerja saya dalam memproduksi konten challenge dan mengadakan offline event di kampus dan mencapai Rising Star merupakan kebanggaan tersendiri, sekaligus bukti nyata bahwa mahasiswa USAHID mampu bersaing secara kompetitif di kancah nasional.
Sepanjang perjalanan saya mulai dari awal GSA hingga mencapai tier Rising Star, saya mengalokasikan dana event dari pihak Google sebaik mungkin. Dana tersebut saya alokasikan sepenuhnya untuk pengadaan event yang berdampak nyata dan menciptakan pengalaman terbaik bagi para mahasiswa USAHID dalam penggunaan Gemini AI.
Dalam pembuatan event, saya tidak hanya berfokus pada seminar atau workshop biasa. Saya lebih berfokus pada bagaimana mahasiswa bisa belajar terkait Gemini AI sekaligus menghasilkan produk dari topik terkait. Kegiatan seperti ini terbukti lebih menantang, tidak membosankan, dan membangun kreativitas mahasiswa lebih jauh lagi. Berikut beberapa rangkaian kegiatan yang saya adakan:
GEMI-BUILDER
Gemi-Builder, event ini saya khususkan untuk mahasiswa informatika angkatan 2025 USAHID Ska. Berfokus pada bagaimana mewujudkan ide menjadi aplikasi web interaktif bersama Gemini Canvas. Saya bertujuan dengan Gemini AI, mematahkan stigma bahwa membangun aplikasi website itu sangat sulit. Lalu merubahkan menjadi pengalaman praktis yang aplikatif dan menyenangkan.
NANO-AFTERHOURS
Nano-Afterhours dengan fokus Healing with AI. Event ini bertujuan memberikan ruang bagi mahasiswa yang merasa lelah setelah kuliah seharian dengan berkreasi membuat berbagai visual lucu dengan Gemini Nano Banana. Mahasiswa berkumpul di ruang terbuka yang teduh, merasakan udara segar taman SAKA USAHID Ska, saling bercerita, dan memvisualisasikan imajinasi hebat mereka melalui visual Nano Banana. Ini menciptakan energi positif bagi sesama mahasiswa yang hadir.
RECALM
RECALM, Recalming Your Study Session with NotebookLM. Event ini dilatarbelakangi dari curhatan beberapa dosen pengampu program studi Informatika USAHID Ska terkait sekitar 85% mahasiswa kesulitan mempelajari materi dan mudah lupa. Namun, di sisi lain mahasiswa juga bercerita bahwa materi yang diberikan dosen terlalu kompleks dan padat.
RECALM menjadi titik tengah penyelesaian masalah keduanya. Melalui pengenalan dan eksplorasi bersama terkait NotebookLM, RECALM berhasil membangun perspektif dan skill baru mahasiswa bahwa belajar bisa dilakukan dengan lebih menyenangkan dan komprehensif dengan AI, bahkan untuk mata kuliah Informatika sekalipun.
Dampak kehadiran Google Student Ambassador tidak hanya berhenti dengan berbagai acara di atas, tetapi juga merubah fokus dosen yang awalnya hanya menggunakan cara tradisional dalam kegiatan belajar mengajar, kini para dosen sudah mulai berintegrasi ke Gemini AI untuk eksplorasi materi maupun persiapan bahan ajar.
Pada gambar di bawah ini, saya sedang turut berbagi ilmu terkait kekuatan Gemini Canvas dalam pembuatan website interaktif pada Rektor USAHID Ska, Ibu Dr. Sri Huning Anwariningsih, S.T., M.Kom. Latar belakang Ibu Huning sendiri yang merupakan peneliti bidang Artificial Intelligence menjadikan beliau turut penasaran terkait bagaimana kekuatan Gemini Canvas dalam mendeliver ide-ide ke sebuah output website interaktif.
Nah, sama halnya dengan Bu Huning, pada gambar di bawah ini saya sedang membantu salah satu dosen program studi Administrasi Bisnis di USAHID Surakarta, Ibu Dr. Rusnandari Retno Cahyani., S.E., M.Si. Beliau merupakan dosen yang sangat aktif di bidang marketing dan marketplace, juga tertarik untuk mengeksplorasi ekosistem Google AI terutamanya NotebookLM dan Gemini AI.
“Saya itu pengen banget bisa update dan menggunakan AI dengan baik, mengikuti perkembangan jaman. Terutama NotebookLM dan Gemini ini untuk membantu saya dalam kegiatan mengajar mahasiswa…” Ucap Ibu Rusnandari.
Tidak berhenti disitu, hadirnya GSA juga membantu pengembangan UMKM kampus. Saya bekerja sama dengan salah satu UMKM, Rahayu Food, dalam mempersiapkan GEMI-Voucher untuk reward bagi setiap peserta maupun bagi peserta yang aktif di sesi event. Sebagai bentuk kerja sama, saya memberikan syarat pengambilan voucher dengan follow akun instagram UMKM tersebut. Dengan begitu tidak hanya membantu mendongkrak ekonomi UMKM namun juga membantu perluasan marketingnya.
GSA juga ramah terhadap teman spesial kami. USAHID Surakarta dikenal sebagai kampus swasta inklusif satu-satunya di Solo. Ada banyak teman disabilitas yang turut diberikan kesempatan belajar bersama kami. Pada gambar di bawah ini, saya memberikan pendampingan khusus pada teman autis saya, Alfiansyah, pada saat event sedang berlangsung.
Saya senang mendampingi Alfian yang memang membutuhkan perhatian lebih. Alfian sendiri juga mengatakan jika dirinya menjadi bersemangat belajar dengan adanya NotebookLM dan Gemini AI. Saya yakin semua mahasiswa memiliki kesempatan yang sama dalam belajar terlepas dari latar belakang apapun.
Segala pencapaian ini mendapatkan apresiasi luar biasa dari pihak kampus. Dukungan penuh datang dari Rektor Universitas Sahid Surakarta, Ibu Dr. Sri Huning Anwariningsih, S.T., M.Kom. yang menyampaikan
“Bu Huning bangga banget sama Mayang. Universitas sangat mendukung hal ini. Terkait dengan berbagai program GSA yang mau kamu adakan, let’s do it selama itu bermanfaat bagi USAHID dan membawa keberkahan…”
Ibu Yunita Primasanti, S.T., M.T. selaku Kepala Satuan Pengawas Internal juga turut bereaksi,
“Anak ini sangat gigih dan mempunyai daya juang yang tinggi dalam berkompetisi. Dulu saya kawal di program MSIB dan sekarang menjadi Google Student Ambassador…”
Perjalanan sebagai Google Student Ambassador bukan sekedar pencapaian pribadi bagi saya, namun berupa kontribusi besar bagi almamater USAHID Surakarta. Saya berharap, dengan adanya GSA ini mampu memotivasi mahasiswa USAHID Surakarta untuk terus aktif belajar, berinovasi, dan mampu bersaing di era digital.
Melalui integrasi Artificial Intelligence dan pendidikan, saya yakin, kami dapat membawa nama USAHID Surakarta lebih unggul lagi dan terus meroket. Seperti slogannya
USAHID SURAKARTA, JAYA! JAYA! MEROKET!
Google Student Ambassador is the best place for students to grow and become better in their life and careers.
Penulis: Mayang Gumelar
Mahasiswa Program Studi Informatika, Universitas Sahid Surakarta
Aktif juga sebagai Cohort AI Engineer di Coding Camp Powered by DBS Foundation 2026
Dosen Pengampu: Farid Fitriyadi, S.Kom., M.Kom.
Editor: Darsono. AR
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI




























