Surabaya, MMI — Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Games “Jejak Toleransi” di TPQ Baitul Ma’mur, Surabaya sebagai upaya menanamkan nilai moderasi beragama kepada santri sejak dini melalui pendekatan edukatif dan menyenangkan.
Games “Jejak Toleransi” dikemas dalam beberapa pos permainan edukatif, seperti menjawab pertanyaan seputar toleransi, menyusun huruf menjadi kata agama, menyusun puzzle bergambar moderasi beragama, serta mencocokkan nama agama dan hari raya keagamaan.
Permainan dirancang dengan konsep bermain sambil menjelaskan agar santri memahami makna toleransi dan keberagaman secara sederhana.
Pengabdian Games “Jejak Toleransi” melibatkan mahasiswa lintas jurusan sebagai bagian dari implementasi pengabdian tematik. Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa dengan sengaja memperbanyak opsi tanya jawab pada permainan.
Metode ini dirancang untuk memancing santri berpikir kritis, berani bertanya, dan aktif menyampaikan pendapat, sehingga proses pengabdian berlangsung secara dialogis.
Ketua Pelaksana Pengabdian Games “Jejak Toleransi”, Aisha Marsa Zsa Zsa, menjelaskan bahwa pendekatan dialogis sengaja diterapkan agar santri tidak hanya menghafal jawaban, tetapi juga memahami nilai yang disampaikan.
Menurutnya, opsi tanya jawab diperbanyak agar santri tidak hanya menjawab, melainkan juga berpikir dan berdialog. Dari proses tersebut, santri belajar bahwa perbedaan merupakan hal yang wajar.
Sebagai bentuk keberlanjutan pengabdian, seluruh media dan perlengkapan Games “Jejak Toleransi” diserahkan kepada TPQ Baitul Ma’mur agar dapat digunakan kembali dalam kegiatan pembelajaran keagamaan.
Dosen pendamping kegiatan, Dr. A. Muammar Alawi, M.Pd.I, menilai pengabdian ini sejalan dengan komitmen kampus dalam mendukung program strategis nasional dalam memperkuat moderasi beragama yang inklusif, toleran, dan cinta damai.
Menurutnya, moderasi beragama harus dipahami sebagai sikap adil dan proporsional dalam menjalankan ajaran agama.
“Moderasi bukan berarti netral tanpa sikap, melainkan sikap adil dan proporsional dalam beragama. Pengabdian ini adalah praktik nyata dari nilai-nilai akademik yang berdampak sosial,” tegasnya.
Baca Juga: Analisis Praktik Moderasi Beragama dalam Interaksi Sosial Masyarakat Kampung Moderasi Tanjungrejo
Sebelum kegiatan berakhir, mahasiswa mengadakan sesi refleksi dengan mengajak para santri menyampaikan kembali hal-hal yang telah mereka pelajari selama permainan.
Sesi ini bertujuan melatih santri agar berani bersuara dan mengemukakan pendapat. Kegiatan kemudian ditutup dengan tepuk toleransi sebagai penguatan pesan bahwa perbedaan merupakan sunnatullah dan harus disikapi dengan sikap saling menghormati.
Penulis: Aisha Marsa Zsa Zsa
Mahasiswa Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur
Dosen Pengampu: Dr. A. Muammar Alawi, M.Pd.I.
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












