Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam dunia pendidikan. Salah satu bentuk perkembangan tersebut adalah penggunaan gadget yang kini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak-anak sekolah dasar. Jika dahulu gadget hanya digunakan oleh orang dewasa, saat ini banyak siswa sekolah dasar yang telah memiliki bahkan menggunakan smartphone setiap hari.
Kondisi tersebut memberikan pengaruh terhadap proses belajar, perkembangan sosial, serta kebiasaan anak dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Manfaat Gadget dalam Proses Pembelajaran
Gadget sebenarnya memiliki banyak manfaat apabila dimanfaatkan secara bijaksana. Dalam proses pembelajaran, gadget dapat menjadi media yang membantu siswa memperoleh informasi secara cepat, mengakses buku digital, mengikuti pembelajaran daring, serta menggunakan berbagai aplikasi edukatif yang dapat meningkatkan pemahaman materi.
Guru juga semakin mudah memberikan bahan ajar yang menarik melalui video pembelajaran, kuis interaktif, maupun media pembelajaran berbasis digital. Dengan demikian, penggunaan gadget mampu mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih kreatif dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Dampak Negatif Penggunaan Gadget Berlebihan
Namun, penggunaan gadget yang berlebihan juga menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap anak sekolah dasar. Banyak siswa lebih tertarik bermain gim atau menonton video dibandingkan membaca buku maupun mengerjakan tugas sekolah. Akibatnya, waktu belajar menjadi berkurang sehingga prestasi belajar dapat mengalami penurunan.
Selain itu, penggunaan gadget dalam waktu yang lama dapat mengurangi konsentrasi belajar, menurunkan kemampuan berinteraksi secara langsung dengan teman sebaya, serta menyebabkan anak menjadi kurang aktif melakukan aktivitas fisik.
Temuan Berbagai Penelitian
Penelitian yang dilakukan oleh Manan dan Aidah (2024) menunjukkan bahwa penggunaan gadget yang tidak terkontrol dapat membuat siswa menjadi lebih individualis, kurang disiplin dalam belajar, bahkan mengabaikan tanggung jawabnya sebagai pelajar. Penelitian tersebut juga menjelaskan bahwa pendampingan dari orang tua dan guru merupakan faktor penting agar penggunaan gadget tetap memberikan manfaat bagi perkembangan anak.
Hasil penelitian lain yang dilakukan oleh Wardhani dkk. (2025) melalui studi literatur menjelaskan bahwa gadget memiliki dua sisi yang tidak dapat dipisahkan. Di satu sisi, gadget mampu meningkatkan akses terhadap sumber belajar dan media pembelajaran interaktif. Namun, apabila digunakan secara berlebihan tanpa pengawasan, gadget dapat menurunkan prestasi belajar serta mengubah kebiasaan belajar siswa menjadi kurang efektif.
Oleh karena itu, diperlukan keseimbangan antara penggunaan teknologi dan aktivitas belajar secara langsung di sekolah maupun di rumah.
Selain memengaruhi hasil belajar, intensitas penggunaan gadget juga berhubungan dengan tingkat konsentrasi siswa. Kajian literatur yang dilakukan oleh Harjiyanti, Rakhmawati, dan Handayani (2024) menemukan bahwa penggunaan gadget secara berlebihan dapat mengganggu fokus belajar anak sekolah dasar.
Penelitian tersebut menekankan bahwa orang tua perlu menetapkan batas waktu penggunaan gadget serta mengarahkan anak memanfaatkan perangkat digital untuk kegiatan yang bersifat edukatif.
Kesimpulan
Berdasarkan berbagai hasil penelitian tersebut, dapat dipahami bahwa hubungan gadget dengan anak sekolah dasar tidak selalu bersifat negatif ataupun positif. Dampak yang muncul sangat bergantung pada intensitas penggunaan, tujuan penggunaan, serta pengawasan dari orang tua dan guru.
Gadget akan memberikan manfaat apabila digunakan sebagai sarana belajar, mencari informasi, dan mengembangkan keterampilan. Sebaliknya, penggunaan yang berlebihan tanpa pengawasan dapat menghambat perkembangan akademik, sosial, maupun emosional anak.
Oleh karena itu, kerja sama antara sekolah dan keluarga sangat diperlukan dalam membimbing anak menggunakan gadget secara sehat dan bertanggung jawab. Guru dapat mengintegrasikan teknologi sebagai media pembelajaran yang menarik, sedangkan orang tua perlu mengawasi waktu penggunaan gadget di rumah serta memberikan contoh penggunaan teknologi yang bijaksana.
Dengan pendampingan yang tepat, gadget dapat menjadi sarana pendukung pendidikan tanpa mengurangi kesempatan anak untuk belajar, bermain, dan berinteraksi secara langsung dengan lingkungan sekitarnya.
Penulis: Adelia Aryanti
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia
Dosen Pengampu: Jainatun Naimah,M.Pd.
Editor: Darsono. AR
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI















