Dalam pertemuan virtual yang dilakukan pada bulan Mei 2021 dengan duta besar Indonesia untuk Cina dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, dibahas tentang perkembangan hubungan antara Indonesia-Cina dalam berbagai sektor, terutama sektor digital, infrastruktur kesehatan dan juga potensi kerjasama di bidang lain untuk memajukan perekonomian Indonesia.
Hubungan baik Indonesia-Cina yang telah dibina selama 71 tahun membantu Indonesia untuk bergerak maju menjawab tantangan-tantangan global, sehingga Indonesia memiliki tempat yang sejajar dengan negara-negara Asia lainnya di mata dunia.
Kuartal Pertama 2021 Ekspor-Impor
Cina merupakan investor terbesar kedua Indonesia, dimana pada tahun 2020 total investasi yang ditanamkan adalah sebesar 4.8 miliar dolar AS dan pada kuartal satu 2021 sebesar 1.04 miliar dolar AS. Tidak hanya itu saja, Cina juga merupakan partner dagang terbesar Indonesia dengan melihat total transaksi ekspor-impor pada tahun 2020 sebesar 78.37 miliar dolar AS dengan transaksi ekspor sebesar 37.4 miliar dolar AS, impor 41 miliar dolar AS, defisit 3.6 miliar dolar AS. Melihat perbandingan dengan kuartal pertama pada tahun 2021 sebesar 24.979 miliar dolar AS dengan ekspor sebesar 12.34 miliar dolar AS , impor 12.67 miliar dolar AS, defisit sebesar 365 juta dolar AS. Indonesia juga berada pada rangking 13 pengekspor terbesar untuk Cina.
Dengan melihat peningkatan dalam sektor perdagangan, terbuka peluang yang besar bagi pemerintah Indonesia untuk terus melakukan inovasi dan juga pendampingan bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah yang juga berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian negara di mata dunia.
Baca Juga: Perdagangan Internasional di Saat Pandemi Covid-19
Empat Koridor Ekonomi Indonesia
Melihat kekayaan sumber daya yang ada di Indonesia, ditetapkan 4 koridor ekonomi yang terletak di 4 wilayah, diantaranya Sumatera Utara sebagai koridor Economic and Business Hub for ASEAN, Kalimantan Utara sebagai koridor Energy and Mineral Hub, Bali sebagai Hightech & Creative Economy Hub dan Sulawesi Utara sebagai
Pacific Rim Economic Hub.
Keberadaan koridor ini sebagai salah satu cara untuk dapat membuka kesempatan bagi negara lain untuk berinvestasi di Indonesia. Dengan target realisasi investasi mencapai 868.5 – 900 triliun rupiah di tahun 2021 dengan realisasi investasi pada kuartal satu (Q1) mencapai 219 triliun rupiah atau setara dengan 25.5 % dari target. Capaian ini meningkat 4.3% dibandingkan dengan kuartal satu (Q1) pada tahun 2020. Sehingga terbuka peluang untuk dapat meningkatkan infrastruktur dan juga pengelolaan sumber daya manusia dan sumber daya alam.
Baca Juga: Dampak Perdagangan Internasional Indonesia di Masa Pandemi
Potensi Indonesia Dalam Bidang Lain

Kerja sama antara Indonesia-Cina juga membuka potensi untuk kerja sama di lainnya diantaranya yang pertama adalah diplomasi perlindungan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Cina sebagai tenaga kerja, sehingga melindungi hak WNI yang berada di sana.
Kedua adalah pengembangan SDM melalui kerja sama pendidikan. Melalui jalur-jalur beasiswa yang tersedia, memberikan kesempatan bagi pelajar dan masyarakat umum untuk dapat semakin meningkatkan mutu pendidikan di negeri tirai bambu, sehingga dapat semakin terbuka dengan budaya bangsa Tiongkok.
Ketiga dalam bidang pariwisata, dalam hal promosi digital, pembangunan Desa Bali dan Pavilion Indonesia. Membuka pintu peradaban untuk dapat saling mengenal budaya masing-masing. Menjadi salah satu program yang sedang dikembangkan untuk nantinya dipersiapkan menghadapi modernisasi
Dan yang terakhir adalah pengolahan nikel dan pengembangan kendaraan listrik. Bekerja sama dengan talenta-talenta muda untuk menciptakan kendaraan berbasis listrik yang dapat digunakan untuk membantu memudahkan mobilitas manusia.
Seperti yang disampaikan oleh Duta Besar, Djauhari Oratmangun bahwa
“Kita konsentrasi di beberapa sektor dan di beberapa provinsi, termasuk Guangdong, Guangzhou, Sichuan, Beijing, Tianjin. Dan juga Shanghai yang kebanyakan investor-investor besar di Indonesia datangnya dari wilayah kerja Shanghai. Fujian juga merupakan salah satu diantaranya karena ekspor kita banyak masuk melalui Fujian”. Dan Beliau menambahkan “Yang menarik antara kita (Indonesia) dengan Cina adalah adanya dialog terbuka, sehingga apabila ada hal-hal yang bisa punya potensi bisa kita dialog-kan.”
Referensi :
Materi eksklusif PPT Duta Besar Indonesia untuk Cina & Mongolia.
Karolina L. Pare
Mahasiswa LSPR Communication & Business Institute Jakarta
Editor: Diana Pratiwi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













