Iman adalah sesuatu yang tidak bisa diukur secara ilmiah, tetapi justru memberi makna paling dalam bagi kehidupan manusia.
Dalam konteks apa pun entah religius, moral, atau eksistensial iman menjadi dasar bagi manusia untuk berharap, bertahan, dan menemukan arah hidup.
Menurut KBBI, iman berarti kepercayaan (yang berkaitan dengan agama), keyakinan dan ketetapan hati, serta keteguhan batin.
Secara lebih spesifik, KBBI mendefinisikan iman sebagai kepercayaan: yang berkenaan dengan agama.
Keyakinan: dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, nabi, kitab, dan sebagainya. Ketetapan hati, keteguhan batin, keseimbangan batin.
Bagi mahasiswa Katolik, belajar iman bukan sekadar memahami ajaran Gereja, tetapi menghidupi nilai-nilai Kristus dalam proses akademik.
Baca Juga: Pemerkosaan: Luka Seumur Hidup yang Dikecam oleh Katekismus Gereja Katolik
Pelajaran agama Katolik yang berkaitan dengan iman, St.Thomas Aquinas menjelaskan iman adalah tindakan akal budi yang digerakan oleh kehendak di bawah pengaruh rahmat Allah.
Kaitannya: iman menjadi jembatan antara akal dan wahyu.umat percaya bukan tanpa dasar, tetapi karena Allah yang menyatakan diri-Nya dan memberikan rahmat untuk memahami-Nya.
Menurut saya, pelajaran agama katolik merupakan salah satu pelajaran yang sangat penting dalam kehidupan, bukan hanya untuk menambah pengetahuan tentang iman, tetapi juga untuk membantu kepribadian dan hati yang penuh kasih.
Melalui pelajaran ini,saya belajar bagaimana menjadi pribadi yang mencerminkan kasih kristus dalam tindakan sehari-hari, baik di kampus, di kos, maupun di lingkungan sekitar saya.
Pelajaran agama katolik tidak hanya mengajarkan tentang doa, liturgi, dan kitab suci, tetapi juga membantu kita memahami arti hidup yang sesungguhnya menurut kehendak tuhan.
Bagi saya pelajaran agama katolik menjadi sarana untuk memperdalam relasi saya dengan tuhan. lewat pembelajaran tentang alkitab, serta ajaran gereja, saya semakin sadar bahwa iman bukan hanya soal kata-kata, tetapi harus diwujudkan dalam perbuatan nyata.
Baca Juga: Pentingnya Menghentikan Tindakan yang Tidak Memanusiakan Manusia
Bapak Romo (dosen) juga sering mengingatkan saya agar tidak hanya rajin berdoa, tetapi mampu mengampuni, berbagi, dan menolong sesama tanpa melihat ras, agama, ataupun budaya.
Selain itu, pelajaran agama katolik membuat saya lebih mengenal jati diri sebagai anak Allah. Saya belajar bahwa setiap manusia diciptakan secara unik dan berharga di mata tuhan sehingga saya harus saling menghargai dan tidak membeda-bedakan.
Saya berpendapat bahwa mata kuliah agama Katolik tidak hanya penting bagi mahasiswa Katolik, tetapi juga bermanfaat bagi seluruh umat.
Oleh karena itu, saya sangat bersyukur mendapat kesempatan untuk belajar mata kuliah agama Katolik.
Melalui mata kuliah ini, saya bukan hanya menjadi lebih beriman, tetapi juga lebih berkarakter, lebih rendah hati, dan memiliki arah hidup yang jelas.
Mata kuliah ini membantu saya untuk semakin membangun relasi dengan sesama, dan lebih mendekatkan diri dengan tuhan serta menjadi saksi kasihnya di mana pun saya berada.
Penulis: Eusebius Dv’cerlly Labi Kilok (17125071)
Mahasiswa Prodi Pendidikan Musik, Universitas Katolik Widya Mandira Kupang
Dosen Pengampu: Rm. Anton Kapitan
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












