Brebes, MMI – Dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kemandirian masyarakat desa, mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) memperkenalkan inovasi lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah kepada ibu-ibu PKK di Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Minggu (18/01/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui pertemuan rutin ibu- ibu PKK Lestari yang bertempat di Dusun Keseran, RT 5 RW 1.
Acara diawali dengan pembukaan oleh salah satu anggota PKK, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh mahasiswa KKN.
Selain pemaparan materi, mahasiswa juga mendemonstrasikan proses pembuatan lilin aromaterapi.
Selain untuk menambah estetika ruangan, lilin aromaterapi juga memiliki sejumlah manfaat, seperti membantu merilekskan tubuh, mengurangi stres, serta menciptakan lingkungan yang nyaman setelah seharian beraktivitas.
Baca Juga: Mahasiswa KKN UAD Kenalkan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah
Proses pembuatan lilin dimulai dengan menuangkan minyak jelantah ke dalam gelas atau wadah sambil disaring dengan takaran 1:1.
Selanjutnya, minyak dituang kedalam panci yang telah dipanaskan. Setelah itu, tambahkan stearic acid sedikit demi sedikit supaya minyak tidak menggumpal.
Setelah semua tercampur rata, tambahkan minyak esensial dan pewarna ke dalam lilin cair. Setelah semua tercampur, tuang lilin cair ke dalam wadah yang sudah dipasang sumbu.
Dari segi ekonomi, lilin aromaterapi memiliki peluang usaha rumahan yang dapat dikembangkan oleh ibu-ibu PKK.
Untuk modal awal, lilin aromaterapi tergolong relatif terjangkau, yaitu berkisar antara Rp100.000 hingga Rp150.000, yang digunakan untuk pembelian bahan-bahan, seperti stearic acid, minyak esensial/pewangi, tempat lilin dan bubuk pewarna.
Sementara itu, produk ini dapat dijual dengan harga sekitar Rp15.000 hingga Rp 25.000 per unit, tergantung pada ukuran dan kemasan.
Pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan dasar lilin aromaterapi ini didasari oleh faktor kurang terkelolanya limbah minyak jelantah sehingga dapat menyebabkan pencemaran lingkungan.
Di sisi lain, mahasiswa KKN melihat potensi besar yang dimiliki oleh ibu-ibu PKK dalam hal produktivitas, namun minim ide terkait usaha yang dapat dikembangkan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UMP berharap dapat memberdayakan ibu-ibu PKK dan masyarakat Desa Winduaji agar mampu mengelola limbah menjadi produk bernilai ekonomi sehingga dapat mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Penulis: Kelompok KKN UMP 046 Winduaji
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Dosen Pengampu: Muhammad Azharul Rijal, S.Pi., M.Si.
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












