Mahasiswa KKN UAD Kenalkan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah

minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit II.A.2 bersama warga RT 07 RW 02, Jalan Glagah UH IV No. 299, Kelurahan Warungboto, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta (Foto: Dok. Penulis)

Yogyakarta, MMI Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit II.A.2 melaksanakan kegiatan pengolahan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi bersama warga RT 07 RW 02, Jalan Glagah UH IV No. 299, Kelurahan Warungboto, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja tematik KKN yang berfokus pada isu lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Minyak jelantah dipilih sebagai bahan utama karena masih banyak digunakan dalam rumah tangga dan kerap dibuang sembarangan ke saluran air, sehingga berpotensi mencemari lingkungan, menyumbat drainase, serta menimbulkan dampak negatif bagi ekosistem.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UAD berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa minyak jelantah tidak selalu menjadi limbah yang merugikan.

Dengan pengolahan yang tepat, minyak bekas dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi, salah satunya berupa lilin aromaterapi.

Sebagai pembuka rangkaian kegiatan, mahasiswa KKN menyampaikan materi singkat mengenai lilin aromaterapi, alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatannya, serta dampak positif dari pemanfaatan minyak jelantah.

Baca Juga: KKN UAD Tangani Masalah Sampah dengan Metode LOSIDA di Kampung Tegalgendu

Pada sesi tersebut, Maryati, salah satu warga RT 07 yang mengikuti kegiatan, menanyakan apakah terdapat kandungan zat berbahaya pada bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan lilin aromaterapi.

Menanggapi pertanyaan tersebut, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa bahan yang digunakan relatif aman apabila diolah sesuai prosedur yang benar.

Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan lilin aromaterapi.

Mahasiswa KKN memperagakan tahapan pembuatan secara runtut, mulai dari proses penyaringan minyak jelantah, pencampuran bahan, penambahan pewangi, hingga proses pencetakan lilin.

Selama praktik berlangsung, partisipasi warga, khususnya ibu-ibu RT 07, terlihat sangat antusias.

Para peserta aktif mengikuti setiap tahapan serta mengajukan berbagai pertanyaan teknis, salah satunya terkait cara menyaring minyak jelantah yang baik dan benar menggunakan arang agar minyak menjadi lebih jernih, berkurang baunya, dan layak digunakan sebagai bahan dasar lilin aromaterapi.

Antusiasme tersebut juga diikuti dengan apresiasi dari warga. Salah satu ibu yang mengikuti kegiatan menyampaikan bahwa program pengolahan minyak jelantah ini sangat bermanfaat.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menambah wawasan mengenai pengelolaan limbah rumah tangga, tetapi juga memberikan keterampilan baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumahan.

Baca Juga: Dari Dapur Jadi Produk Wangi: Minyak Jelantah Disulap Jadi Lilin Aromaterapi

Selain praktik pembuatan lilin, mahasiswa KKN juga menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga.

Edukasi diberikan agar warga tidak lagi membuang minyak jelantah ke saluran air, melainkan mengumpulkannya untuk diolah kembali atau dimanfaatkan menjadi produk yang lebih ramah lingkungan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UAD berharap masyarakat RT 07 RW 02 dapat memperoleh keterampilan yang aplikatif dan berkelanjutan.

Program pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus mendorong kemandirian ekonomi warga.

Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dapat melahirkan solusi sederhana namun berdampak nyata, dimulai dari pengelolaan limbah rumah tangga di lingkungan sekitar.


Penulis:
1. Raihan Pramudia (2200022018)
2. Jasinta Kharisatul Maula (2200008019)
3. Ulan Efnasari (2200013155)
4. Khusniya Nur Zakiya (2200034046)
5. Chairunisya Zulfa Salsabila (2200030196)
6. Ayu Dias Mahwastu (2215001248)
7. Arydh Tisan Naharani (2100024208)
8. Darimi (2200005025)
9. Daffa Akbar Revanditya (2100030329)
Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan


Dosen Pembimbing Lapangan (DPL): Suci Musvita Ayu, M.P.H.


Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses