Hutan merupakan lingkungan tempat tinggal bagi para ekosistem yang tinggal di lingkungan tersebut seperti hewan, tumbuhan, dan para habitat lainnya. Hutan tidak hanya menjadi tempat tinggal bagi para hewan dan tumbuhan tetapi juga memberikan manfaat bagi seluruh kehidupan yang ada di bumi termasuk manusia.
Selain menjadi penghasil oksigen yang sangat penting untuk bernapas, hutan berfungsi sebagai penyeimbang iklim, pengatur suhu, serta penyerap karbon yang dapat mengurangi polusi udara. Selain itu, hutan juga berfungsi sebagai pencegahan banjir dan longsor, karena hutan bisa menyerap air hujan melalui akar pohon sehingga bisa mencegah banjir dan akar pohon juga memperkuat struktur tanah agar tidak longsor.
Baca juga: Perhutani dan Tata Kelola Hutan Disorot Pasca Banjir Bandang di Sumatera
Namun, kenyataan saat ini menunjukkan bahwa kondisi hutan Indonesia semakin mengkhawatirkan. Di berbagai daerah, terutama di Pulau Sumatra seperti Provinsi Riau, Sumatra Utara, Sumatera Selatan dan wilayah sekitarnya ,banyak hutan yang dulunya lebat kini ditebang untuk kepentingan ekonomi.
Penebangan dilakukan untuk mengambil kayu, membuka lahan pertambangan, hingga dialihfungsikan menjadi kebun sawit walaupun sama-sama pohon tapi fungsinya tidak sama dengan pohon lain yang bisa menyerap air lebih banyak dan fungsi lainnya. Memang benar bahwa kegiatan tersebut dapat menambah pendapatan daerah serta membuka lapangan pekerjaan, namun sayangnya kegiatan itu sering dilakukan tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan.
Padahal, dampak yang ditimbulkan dari penebangan hutan sangatlah besar. Habitat hewan yang tinggal di sana seperti gajah, harimau Sumatera, orang utan, berbagai spesies burung dan tumbuhan langka terancam punah karena kehilangan tempat tinggalnya.
Selain itu, masyarakat sekitarpun harus menghadapi risiko bencana alam seperti tanah longsor, banjir bandang, serta perubahan iklim yang makin ekstrem. Perubahan cuaca yang tidak menentu, musim kemarau panjang, dan peningkatan suhu bumi adalah sebagian dampak nyata dari kerusakan hutan.
Kerusakan hutan juga berdampak pada kualitas hidup manusia. Air bersih semakin sulit diperoleh, tanah menjadi tandus, dan keanekaragaman hayati menurun drastis. Jika hutan terus hilang, maka generasi masa depan akan kehilangan salah satu sumber kehidupan yang paling berharga.
Saya sebagai mahasiswa, menyampaikan kritik dan saran kepada pemerintah serta masyarakat agar lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan. Pemerintah harus memperketat pengawasan, memberikan sanksi tegas kepada pelaku perusakan hutan, tidak mengalihkan fungsi lahan secara sembarangan, serta mengembangkan program reboisasi yang berkelanjutan.
Masyarakat juga perlu dilibatkan dalam upaya perlindungan hutan, misalnya dengan mengurangi pembakaran lahan, menanam kembali pohon yang ditebang, dan tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak ekosistem.
Kesadaran dalam menjaga hutan merupakan tanggung jawab bersama, untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan lestari bagi semua mahluk hidup. Karena hutan adalah warisan berharga, dan melestarikannya adalah bentuk penghargaan kita terhadap alam serta tanggungjawab bagi generasi mendatang.
Penulis: Nopriyanto
Mahasiswa Kewirausahaan, Institut Teknologi Muhammadiyah Sumatera
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













