Ketika Konflik Lokal Menjadi Ancaman Regional: Mengurangi Efek Spillover Perang Tigray terhadap Arsitektur Keamanan Afrika Timur

Perang Tigray
Ilustrasi Konflik di Afrika Timur (Sumber: MMI)

Konflik Domestik dalam Bayang-Bayang Ancaman Regional

Dalam dinamika yang terjadi dalam hubungan internasional kontenporer, batas antara konflik domestik dan ancaman regional semakin tidak terlihat. Perang saudara tidak hanya sekedar persoalan suatu negara tetapi berpotensi dapat membuat instabilitas lintas batas. Konflik yang terjadi di Tigray pada tahun 2020 merupakan salah satu contoh nyata bagagaimana konflik lokal dapat berkembang menjadi krisis regional di Afrika Timur.

Ethiopia sebagai negara kunci di kawasan Horn of Africa memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas regional. Namun, konflik anatara pemerintah federal dan Tigray People’s Liberation Front (TPLF) memperlihatkan bagaimana ketidakstabilan domestik dapat meruntuhkan peran tersebut.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Dalam perspektif keamanan regional, kondisi ini dapat menciptakan kerentanan baru yang tidak hanya berdampak pada Ethiopia tetapi juga bagi negara-negara disekitarnya.

 

Efek Spillover dan Tekanan Lintas Batas

Salah satu dampak yang nyata adalah ketika munculnya efek spillover konflik. Keterlibatan Eritrea dalam konflik ini memperlihatkan bahwa perang ini tidak sepenuhnya bersifat domestik. Kemudian, arus pengungsu ke Sudan menjadi indikator bahwa konflik telah melewati batas negara.

Menurut laporan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, konflik di Tigray ini dapat berpotensi menimbulkan destabilisasi yang lebih luas jika tidak ditangani dengan sepat terutama pada saat terjadinya dampak kemanusiaan yang semakin meningkat.

Dampak kemanusian ini menjadi salah satu penyebab utama yang menghubungkan konflik domestik dengan instabilitas regional. Terjadinya perang di Tigray menyebabkan terjadinya korban jiwa dalam jumlah yang besar dan jutaan orang menghadapi ancaman kelaparan dan pengungsian.

Permasalahan yang terjadi di Afrika Timur menyebabkan kondisi yang semakin buruk terhadap tekanan dari negara-negara tetangga yang harus menampung pengungsi sekaligus menghadapi keterbatasan sumber daya. Studi akademik juga menunjukkan bahwa konflik yang terjadi di Tigray telah membuat penderitaan sipil yang meluas termasuk pelanggaran HAM dan perpindahan penduduk secara paksa.

Baca juga: Navigating the Storm: Krisis Utang di Afrika Utara dan Peran Lembaga Keuangan Internasional

Selain itu, konflik ini berdampak terhadap ketahanan ekonomi dan pangan di kawasan. Afrika Timur merupakan kawasan yang rentan terjadinya krisis pangan dan konflik bersenjata yang dapat memperparah kondisi ini dengan mengganggu distribusi logistik dan aktivitas ekonomi.

Pada saat produksi dan distribusi pangan terganggu, maka berpotensi menimbulkan konflik baru baik dalam segi domestik maupun lintas negara yang juga meningkat. Dengan demikian, konflik yang terjadi di Tigray tidak hanya menciptakan instabilitas politik tetapi juga dapat memperluas ancaman keamanan non-tradisional.

 

Ujian bagi Stabilitas dan Tata Kelola Regional

Konflik ini juga seperti menguji efektivitas organisasi regional seperti African Union dalam menjaga perdamaian. Upaya mediasi juga dilakukan untuk menunjukkan bahwa organisasi regional mempunyai peran penting tetapi juga menghadapi keterbatasan dalam menangani konflik yang kompleks dan melibatkan banyak aktor.

Hal ini juga menimbulkan pertanyaan kritis mengenai kesiapan institusi tegional dalam menghadapi konflik intra-negara yang memiliki dimensi lintas batas.

Dalam pandangan Hubungan Internasional, konflik yang terjadi di Tigray menunjukkan pentingnya konsep regional security complex dimana keamanan dalam suatu negara tidak dapat dipisahkan dari keamanan negara lain dikawasan yang sama.

Pada saat Ethiopis menghadapi instabilitas maka negara-negara di kawasan Afrika Timur secara langsung maupun tidak langsung ikut terdampak. Oleh karena itu, stabilitas regional tidak hanya bergantung pada kekuatan militer tetapi juga melihat kemampuan negara dan organisasi regional dalam mengelola konflik secara kolektif.

 

Peluang Intervensi dan Keterlibatan Internasional

Maka dari itu, penting untuk terus menjaga perspektif yang seimbang. Konflik yang terjadi di Tigray juga dapat membuka ruang bagi peningkatan keterlibatan aktor internasional dalam menyelesaikan konflik baik melalui bantuan kemanusiaan maupun diplomasi. Meskipun hasilnya belum sepenuhnya optimal, namun upaya ini telah menunjukkan bahwa komunitas internasional masih memiliki peran dalam mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.

Pada akhirnya, konflik yang terjadi di Tigrat menunjukkan bahwa dalam dunia yang semakin luas dan terhubung satu sama lain membuat konflik domestik tidak lagi bersifat lokal. Konflik dapat berkembang menjadi ancaman strategis yang dapat mempengaruhi stabilitas kawasan secara keseluruhan.

Oleh sebab itu, pendekatan dalam penyelesaian konflik ini tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan kerja sama regional dan internasional yang lebih terintegrasi.

Dengan demikian, perang yang terjadi di Tigray tidak hanya sekadar krisis internal Ethiopia saja tetapi melainkan cerminan dari rapuhnya arsitektur keamanan di kawasan Afrika Timur dalam menghadapi konflik intra-negara. Jika tidak ditangani secara komprehensif, konflik yang sama akan terjadi dan dapat menimbulkan efek domino yang menghambat stabilitas dan pembangunan di kawasan Afrika Timur.

 


Penulis: Restya Meisa Putri
Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Sriwijaya


Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi


Referensi

IDN Times. (2022). Konflik Ethiopia-Tigray: jutaan orang terancam kelaparan dan krisis kemanusiaan. https://www.idntimes.com/news/world/konflik-etiopia-tigray-pbb-belum-dapat-akses-penuh-kirim-bantuan-01-78mbs-bxyztr

United Nations. (2021). UN warns of wider destabilization from Tigray conflict. Diakses melalui Antara News: https://www.antaranews.com/berita/1981836/pbb-konflik-tigray-dapat-picu-destablisasi-lebih-luas-di-ethiopia

Wijayanti, D. T., & Aini, S. N. (2023). Uni Afrika: Membangun jembatan perdamaian dalam konflik pemerintah Ethiopia dan Tigray. Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik, 5(2). https://jurnal.unpad.ac.id/jkrk/article/view/48017

Zahra, S. R., & Marzaman, A. P. (2025). Dampak pelanggaran HAM dalam konflik Tigray di Ethiopia terhadap keamanan regional Afrika Timur. Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, 13(6), 1-10. https://doi.org/10.6679/xsm6tc17

 

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses