Mahasiswa Unair Soroti Dampak AI terhadap Kesehatan Mental Pekerja di Kompetisi Internasional – Mendukung SDG 3 dan 8

Mahasiswa UNAIR
Suasana Presentasi Final yang Juga Diikuti oleh Delegasi Universitas Airlangga di Hadapan Shawn Mathew sebagai Panelis Middlesex University Dubai dalam Ajang MDX Undergraduate Student Research Competition 2025 (Foto: Dok. Penulis)

Surabaya, MMI – Di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI), isu kesehatan mental pekerja menjadi tantangan global yang semakin relevan.

Berangkat dari fenomena tersebut, mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR), Rosephilia Firsitasari Putri Baskara, berhasil lolos sebagai finalis dalam ajang MDX Undergraduate Student Research Competition 2025 yang diselenggarakan oleh Middlesex University Dubai.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Kompetisi ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara melalui proses seleksi yang ketat.

Tahap awal dimulai dari pengumpulan abstrak penelitian yang kemudian diseleksi oleh tim penilai dari penyelenggara, Middlesex University Dubai.

Peserta yang lolos seleksi ini ditetapkan sebagai finalis dan berhak mempresentasikan hasil risetnya pada tahap final yang dibagi ke dalam beberapa track sesuai bidang penelitian.

Berdasarkan data final round, terdapat sekitar 31 finalis (entry) yang berkompetisi dalam tahap presentasi, dengan sekitar 20 peserta menerima award dalam berbagai kategori, seperti track awards, highly commended, hingga juara utama.

Dalam kompetisi tersebut, Rosephilia mengangkat penelitian berjudul “Workers’ Subjective Experiences of AI in the Workplace: A Phenomenological Study of Mental Health Impacts in the Digital Age.

Penelitian ini menyoroti pengalaman subjektif pekerja dalam menghadapi teknologi AI, termasuk tekanan psikologis seperti technostress serta kecemasan terhadap perubahan peran manusia di dunia kerja.

Topik ini selaras dengan tema kompetisi yaitu, “Human-Centric Innovation in the Era of Al” yang menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara perkembangan teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan, etika, serta dampak sosialnya.

Mahasiswa UNAIR
Salah Satu Slide PPT yang Dipresentasikan oleh Penulis, pada Jumat (16/01/26). (Foto: Dok. Penulis)

Proses persiapan penelitian dimulai sejak November 2025, meliputi eksplorasi isu, pengumpulan data, hingga penyusunan abstrak dan paper.

Setelah dinyatakan lolos seleksi, tahap selanjutnya adalah mempersiapkan presentasi final yang dilaksanakan pada 16 Januari 2026 secara hybrid melalui Microsoft Teams.

Pada tahap ini, seluruh finalis mempresentasikan hasil riset mereka di hadapan panelis Middlesex University Dubai, sekaligus terlibat dalam diskusi akademik lintas negara.

Luaran dari kegiatan ini mencakup penyampaian hasil riset dalam forum internasional serta kontribusi dalam memperluas diskursus global terkait kesehatan mental pekerja di era transformasi digital.

Partisipasi ini memberikan dampak yang luas, baik dalam meningkatkan kapasitas riset dan jejaring internasional bagi mahasiswa, memperkuat rekognisi global Universitas Airlangga, maupun meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental di tengah disrupsi teknologi.

Melalui keterlibatan dalam kompetisi internasional ini, mahasiswa UNAIR menunjukkan bahwa kontribusi akademik tidak hanya terbatas pada ruang kelas, tetapi juga mampu memberikan perspektif kritis dalam diskursus global.

Penelitian ini sekaligus mendukung pencapaian SDG 3 (Good Health and Well Being) dan SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) di era digital.


Penulis: Rosephilia Firsitasari Putri Baskara
Mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga 


Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses