Karanganyar, MMI — Empat mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil menutup rangkaian kegiatan MBKM Riset bertema Adaptive Performance and Technology Readiness di PT Rumah Atsiri Indonesia, Tawangmangu pada Kamis (30/10/2025).
Program ini dilaksanakan dalam dua hari kegiatan utama: “Adaptive Performance Workshop” pada 3 Oktober 2025 dan “Technology Readiness Workshop” pada 30 Oktober 2025.
Kegiatan ini merupakan implementasi nyata program MBKM Riset UNS yang menggabungkan riset ilmiah dengan praktik lapangan melalui pendekatan psikoedukatif.
Mengusung judul “Upaya Peningkatan Adaptive Performance dan Technology Readiness dengan Kegiatan Workshop pada Karyawan PT Rumah Atsiri Indonesia”, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan adaptasi dan kesiapan karyawan menghadapi perubahan teknologi yang pesat, termasuk pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di dunia kerja.
PT Rumah Atsiri yang merupakan perusahaan agroteknologi yang saat ini sedang mengembangkan bisnisnya tidak hanya di lingkup daerah namun juga nasional hingga multinasional, sangat membutuhkan teknologi untuk menunjang pergerakan bisnis di era modern ini.
Begitu pula para karyawan yang memerlukan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi maupun dalam merespon lingkungan yang berubah-ubah.
Membentuk Karyawan yang Adaptif di Era Digital
Hari pertama workshop mengangkat tema Adaptive Performance, difasilitasi langsung oleh tim mahasiswa MBKM Riset yang terdiri dari Juan Chew (P0122118), Rahel Elizabeth Simanjuntak (P0122200), Raya Rahma Agustina (P0122207), dan Rizaldi Setyawan (P0122211) di bawah bimbingan Astiyana Arum Larasati, S.Psi., M.Psi.
Sesi ini berfokus pada peningkatan kemampuan karyawan dalam beradaptasi terhadap perubahan sistem kerja, tekanan pekerjaan, serta dinamika teknologi.
Melalui psikoedukasi dan sesi interaktif, peserta diajak memahami pentingnya psychological flexibility, pengelolaan stres, hingga strategi untuk tetap produktif di tengah perubahan yang cepat.
Workshop juga membuka ruang sharing session antara peserta dan narasumber agar karyawan dapat mengekspresikan pengalaman serta tantangan mereka secara langsung.
Sesi ini berfokus pada peningkatan kemampuan karyawan dalam beradaptasi terhadap perubahan sistem kerja, tekanan pekerjaan, serta dinamika teknologi. Materi disampaikan oleh Eva Arifatul Khoridah, S.Psi., dengan topik “Thriving at Work: Building Adaptability and Psychological Flexibility.”
Melalui psikoedukasi dan sesi interaktif, peserta diajak memahami pentingnya psychological flexibility, pengelolaan stres, serta strategi untuk tetap produktif di tengah perubahan yang cepat.
Pemateri juga menyoroti konsep Adaptive Performance menurut yang mencakup delapan dimensi kemampuan beradaptasi seperti menghadapi tekanan kerja, menyelesaikan masalah secara kreatif, serta kemampuan belajar hal baru.
Peserta diperkenalkan pada pendekatan growth mindset dan healthy stress coping sebagai strategi individu untuk menghadapi tuntutan pekerjaan di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity).
Setelah mendapatkan pemahaman mendalam tentang pentingnya daya adaptif dan fleksibilitas psikologis pada sesi pertama, kegiatan dilanjutkan dengan Workshop Day 2 bertemakan “Readiness Technology: Pemanfaatan AI dan Integrasi Software ERP,” yang menghadirkan Arriva Miftahul Birri, seorang AI & Machine Learning Developer sekaligus Senior Odoo Developer di UMG Idealab Indonesia.
Pada sesi ini, pemateri memperkenalkan dua konsep utama, yaitu Technology Readiness Level (TRL) yang digunakan untuk menilai kematangan suatu teknologi, dan Technology Readiness Index (TRI) yang mengukur kesiapan individu maupun organisasi dalam mengadopsi inovasi digital.
Melalui penjelasan yang sederhana dan demonstrasi langsung penggunaan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) Odoo, peserta diajak melihat bagaimana penerapan teknologi dapat membantu meningkatkan efisiensi, kolaborasi antar divisi, serta pengambilan keputusan berbasis data.
Selain itu, pemateri juga menekankan pentingnya etika dalam penggunaan Artificial Intelligence (AI) dan bagaimana perusahaan dapat mengintegrasikan teknologi secara proporsional tanpa mengurangi peran manusia.
Sesi dilanjutkan dengan mini games interaktif untuk mengasah pengambilan keputusan berbasis teknologi dan kerja sama tim, yang sekaligus memperkuat pesan bahwa kesiapan teknologi tidak hanya tentang keterampilan digital, tetapi juga tentang cara berpikir adaptif dan kolaboratif dalam menghadapi era transformasi digital.
Kesiapan Teknologi: Dari Pemahaman hingga Penerapan
Memasuki hari kedua, kegiatan berlanjut dengan tema Technology Readiness yang diisi oleh Arriva Miftahul Birri, seorang AI & Machine Learning Developer sekaligus Senior Odoo Developer di UMG Idealab Indonesia.
Dalam sesi ini, Arriva menjelaskan konsep Technology Readiness Level (TRL) dan Technology Readiness Index (TRI), dua metode penting untuk mengukur kematangan teknologi dan kesiapan pengguna dalam mengadopsinya.
Melalui demonstrasi langsung software Enterprise Resource Planning (ERP) Odoo, peserta dikenalkan pada cara integrasi sistem digital untuk meningkatkan efisiensi kerja, manajemen data, dan produktivitas.
Kolaborasi Akademisi dan Industri
Program MBKM Riset ini lahir dari kebutuhan lapangan yang teridentifikasi melalui need assessment dan wawancara langsung dengan pihak HRD Rumah Atsiri. Hasilnya menunjukkan masih adanya tantangan dalam kesiapan karyawan menghadapi sistem kerja berbasis digital dan penggunaan AI.
Melalui pendekatan riset berbasis kuantitatif dengan desain one-group pre-post test, tim peneliti mengukur perubahan tingkat adaptive performance dan technology readiness sebelum dan sesudah workshop menggunakan dua alat ukur terstandar, yaitu Adaptive Performance Scale (Charbonnier-Voirin & Roussel, 2012) dan Technology Readiness Index (Parasuraman & Colby, 2015).
Dosen pembimbing, Astiyana Arum Larasati, S.Psi., M.Psi., menuturkan bahwa kegiatan ini tidak hanya mendukung capaian pembelajaran mahasiswa, tetapi juga memberikan dampak sosial yang bermanfaat bagi dunia kerja.
“Melalui MBKM Riset, mahasiswa tidak hanya meneliti, tetapi juga berkontribusi langsung pada peningkatan kapasitas SDM di industri. Kolaborasi seperti ini menjadi wujud nyata sinergi antara akademisi dan sektor swasta,” tuturnya.
Dampak dan Harapan ke Depan
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan PT Rumah Atsiri Indonesia yang merupakan sebuah perusahaan berbasis industri kreatif, pariwisata, dan edukasi. Kami mendapat sambutan positif dari pihak perusahaan.
Para karyawan mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai cara beradaptasi di era digital dan memanfaatkan teknologi secara etis dan efektif dalam pekerjaan sehari-hari, sehingga hal tersebut dapat bermanfaat untuk menghadapi lingkungan yang dinamis saat ini.
Tim MBKM Riset berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain dalam mengembangkan riset terapan yang berdampak langsung bagi masyarakat dan dunia industri. Hasil penelitian juga akan dikembangkan menjadi publikasi ilmiah serta model pelatihan yang dapat direplikasi untuk konteks organisasi lainnya.
Link Youtube: https://youtu.be/Wys9MVPrSK0
Penulis:
1. Juan Chew
2. Rahel Elizabeth S.
3. Raya Rahma Agustina
4. Rizaldi Setyawan
Mahasiswa Psikologi Universitas Sebelas Maret (UNS)
Dosen Pengampu: Astiyana Arum Larasati, S.Psi., M.Psi.
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












