Manfaat Mengkonsumsi Pepaya (Carica papaya) untuk Mengatasi Konstipasi

Pepaya
Ilustrasi: istockphoto.

Buah pepaya adalah buah tropis yang terkenal karena rasa manisnya, tekstur lembut, dan kandungan gizinya yang kaya. Buah ini berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan, tetapi sekarang telah menyebar ke seluruh dunia dan menjadi salah satu buah yang populer di berbagai belahan dunia.

Buah pepaya memiliki bentuk lonjong yang besar, dengan kulit tipis yang berwarna hijau kekuningan atau oranye saat matang. Daging buahnya berwarna oranye, merah muda, atau kuning tergantung pada jenisnya, dan biasanya memiliki biji hitam kecil yang terletak di tengahnya.

Selain rasanya yang lezat, pepaya juga terkenal karena kandungan nutrisinya yang kaya. Buah ini mengandung banyak vitamin dan mineral penting, termasuk vitamin C, vitamin A, vitamin E, folat, kalium, dan serat diet. Kandungan enzim papain dalam pepaya juga membuatnya bermanfaat untuk pencernaan dan memiliki sifat antiinflamasi.

Bacaan Lainnya
DONASI

Pepaya dapat dimakan segar, dijadikan bahan campuran dalam salad buah, diolah menjadi jus, atau digunakan dalam berbagai hidangan, mulai dari makanan penutup hingga masakan utama. Karena kandungan gizinya yang kaya dan manfaat kesehatannya, pepaya merupakan tambahan yang baik untuk pola makan sehat dan seimbang.

Konstipasi adalah suatu keadaan yang di mana sering ditandai oleh perubahan konsistensi pada feses yang menjadi keras tidak seperti biasannya, ukuran lebih besar, penurunan frekuensi atau kesulitan defekasi. Konstipasi juga dapat menimbulkan stres berat bagi penderita akibat ketidaknyamanan konstipasi jika tidak segera diatasi dapat terjadi haemoroid (Herawati, 2012).

Di Indonesia lebih dari 2,5 juta penduduk yang mempunyai keluhan sering konstipasi, sehingga prevelensinya mencapai sekitar 2%. Konstipasi diperkirakan menyebabkan 2,5 juta penderita berkunjung ke dokter setiap tahunnya.

Menurut Tumanggor (2014), mengatakan bahwa konstipasi memiliki beberapa gejala seperti sulitnya buang air besar, perut terasa kembung serta bentuk kotoran keras atau kecil.

Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi proses defekasi/ buang air besar antara lain ialah: diet atau pola nutrisi, misalnya asupan serat yang tidak adekuat, dehidrasi, obat-obatan, penyakit, kurang latihan fisik, psikologis atau kondisi kurang nyaman.

Adapun beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengatasi konstipasi. Widodo (2019) menganjurkan agar mengunakan metode non farmakologi, atau cara alamiah yaitu dengan modifikasi gaya hidup menjadi lebih baik Apabila penggunakan metode non farmakologi tidak berhasil, maka penderita konstipasi dapat menggunakan metode farmakologi.

Metode non farmakologi yang dapat digunakan antara lain ialah dengan meningkatkan asupan cairan di dalam tubuh, mengkonsumsi makanan yang tinggi akan serat seperti papaya, berolah raga secara teratur, bowel training, serta menghentikan konsumsi obat-obatan yang dapat menyebabkan terjadinya konstipasi.

Secara farmakologi, konstipasi dapat diatasi dengan pemberian laksatif, agen prokinetik dan untuk konstipasi sekunder, dapat dilakukan dengan mengatasi penyakit yang menjadi penyebab munculnya konstipasi.

Buah pepaya mengandung banyak khasiat herbal di antaranya adalah serat buah pepaya yang mampu melancarkan buang air besar. Buah pepaya kaya akan enzim papain dan chymopapain. Papain adalah enzim proteolitik yang berfungsi untuk meningkatkan masa tinja dengan air.

Baca Juga: Daun Pepaya: Ramuan Alami Berkekuatan Antibakteri

Tinja akan menjadi lebih lunak sehingga dapat melancarkan buang air besar. Pepaya juga mengandung karpaina, yaitu salah satu alkaloid yang berfungsi sebagai pelancar saluran pencernaan dan mencegah terjadinya konstipasi.

Mengkomsumsi buah papaya sesudah makan, dapat meningkatkan sistim pencernaan. Buah matang Carica papaya L merupakan salah satu sumber makanan yang kaya akan serat makanan, sehingga dapat mencegah terjadinya konstipasi dan menolong untuk mengabsorbi zat gizi makanan. Studi yang dilakukan oleh Muss, Mosgoeller, dan Endler (2013).

Maka dapat disimpukan bahwa mengkonsumsi pepaya dapat bermanfaat dalam mengatasi konstipasi karena buah ini kaya akan serat, air, dan enzim papain. Serat membantu meningkatkan volume tinja dan memperbaiki pergerakan usus, yang dapat membantu mengurangi kekakuan dalam sistem pencernaan. Selain itu, kandungan air dalam pepaya juga membantu melembutkan tinja, memudahkan proses buang air besar.

Enzim papain dalam pepaya juga dapat membantu memecah protein dalam makanan, yang dapat memperbaiki pencernaan dan mengurangi risiko kekakuan usus. Oleh karena itu, mengkonsumsi pepaya secara teratur dapat membantu meringankan gejala konstipasi dan menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Namun, penting untuk diingat bahwa pepaya sebaiknya dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat dan seimbang, yang juga mencakup asupan serat dari sumber lain seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Jika konstipasi berlanjut atau menjadi masalah kronis, penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau profesional kesehatan untuk diagnosis dan pengelolaan yang tepat.

Penulis:

Fazira Saria Della
Mahasiswa S1 Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Padang

Editor: Ika Ayuni Lestari

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Ikuti berita terbaru di Google News

Daftar Pustaka

FlashBooksWidodo, B.  (2019). Buang air besar tidak teratur? Mungkin anda mengalami konstipasi. (Online)http://ygi.or.id/buang-air-besar-tidak-teratur-mungkin-anda-mengalami-konstipasi/(8 Agustus 2021)

Herawati, F. 2012. Panduan Terapi Aman Selama Kehamilan.  Surabaya : PT. ISFI

Muss, C., Mosgoeller, W., dan Endler, T. (2013). Papaya preparation (Caricol R) in digestive disorders.

Tumanggor, NA. 2014. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Konstipasi pada Ibu Hamil di Klinik Medina Percut Seituan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2014. Available from : http://repository.usu.ac.id//bitstream/123456789/41747/cover.pdf, diakses 10 November 2016

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI